Jangan Mengunggah 5 Hal Ini di Media Sosial

0
27

Media sosial memang sudah seperti buku harian, segala sesuatu yang berhubungan dengan hidup kita bisa diunggah dan dipertontonkan di hadapan publik. Tak terkecuali informasi pribadi. Sebanding dengan manfaatnya, media sosial juga bisa mendatangkan bahaya jika kita tidak bisa menyaring informasi apa saja yang kita bagikan.

Untuk menghindari bahaya, beberapa informasi ini sebaiknya tidak diunggah ke media sosial:

  1. DOKUMEN PRIBADI

Anda baru lulus ujian mengemudi dan mendapatkan SIM pertama Anda. Saking gembiranya Anda mengunggah foto SIM ke media sosial. Anda baru lulus jadi sarjana, saking gembiranya maka ijazah diunggah ke media sosial.

Tapi tahukah Anda bahwa dokumen pribadi seperti KTP, SIM, passport, dan dokumen penting lainnya bisa saja disalahgunakan oleh para penjahat? Contoh yang paling mudah saja, Facebook akan meminta dokumen berupa KTP atau passport untuk memverifikasi kepemilikan akun. Jika penjahat memiliki scan KTP Anda, maka mudah sekali untuk meretas akun Facebook. Belum lagi bahaya lainnya seperti dipergunakan untuk menipu, dipalsukan, atau dipakai untuk membobol rekening bank.

  1. DETAIL TEMPAT TINGGAL

Memiliki rumah yang nyaman, berdesain kekinian, dan Instagram-able tentu merupakan sebuah kebanggaan. Tanpa disadari, kita sering tergoda untuk mengunggah foto-foto detail rumah dengan dalih berbagai kebahagiaan. Tapi tahukah Anda bahwa sebetulnya kita sedang membantu para perampok. Jika dulu, komplotan perampok terbiasa melakukan pengintaian terhadap rumah yang akan dijadikan sasaran. Mereka akan melakukan penyelidikan selama berhari-hari, mencari tahu akses pintu masuk dan keluar, mencatat kebiasaan penghuninya, dan informasi lainnya.

Sekarang, mereka tidak usah repot-repot melakukan itu. Cukup lihat di media sosial dan voila, semua detail tersedia, lengkap dengan foto dan informasi kegiatan penghuninya.

Apakah itu artinya kita tidak boleh mengunggah foto tempat kita tinggal? Oh, boleh, tentu saja boleh. Tapi tidak harus detail dan tidak semua ruangan harus difoto dan dipamerkan. Terutama detail akses masuk dan keluar.

  1. FOTO ANAK TANPA PAKAIAN LENGKAP

Si kecil yang sedang memakai pakaian renang atau sedang mandi memang terlihat lucu dan menggemaskan. Tapi hal itu tidak akan lucu lagi jika foto anak Anda terpampang di situs atau grup pornografi anak dan dijadikan objek seksual oleh para pedofil.

Sekadar mengingatkan, anak memiliki hak agar informasi pribadi tentang dirinya dirahasiakan, tidak diumbar di hadapan publik. Dan kewajiban kita sebagai orang tua adalah melindungi anak-anak, bukannya memamerkan mereka di etalase bernama media sosial.

  1. KELUHAN TENTANG PEKERJAAN

Siapa pun Anda, entah itu karyawan perusahaan, pegawai negeri, atau bahkan para freelancer yang tidak memiliki atasan, mengeluh tentang pekerjaan apalagi sampai menjelek-jelekkan tempat Anda bekerja di media sosial jelas bukan langkah bijaksana. Dinding Facebook punya mata dan telinga. Bagaimana kalau keluhan Anda sampai pada HRD tempat Anda bekerja? Bukan hanya berisiko di-PHK, barangkali Anda juga akan terkena risiko dipolisikan.

  1. HATE SPEECH & HOAX

Hanya karena media sosial tampak seperti sebidang layar di smartphone atau di layar komputer, bukan berarti kita bebas berbicara apa saja. Hanya karena kita bisa menjadi apa saja dan siapa saja di media sosial, bukan berarti jejak digital kita tak dapat ditemukan. Mabes Polri sudah punya divisi cyber crime yang tidak akan segan-segan menciduk mereka yang melanggar UU ITE, termasuk di antaranya penyebar hate speech dan hoax.

**

Internet dan media sosial memang dunia yang terasa tidak nyata. Terasa hanya dunia yang mengawang-ngawang di udara. Namun, ketika kita tidak berhati-hati menggunakannya, akibat buruknya tentu saja nyata. (eL)