Banyak karyawan atau wirausaha yang karir atau usahanya putus di tengah-tengah jalan. Kebanyakan dari mereka yang karyawan terpaksa di PHK lantaran kinerja yang kurang maksimal dan keterampilan mereka yang tidak di asah serta tidak berkembang.

Dan tidak sedikit pula yang berwirausaha, harus tutup usahanya dikarenakan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap jaminan yang diberikan pemilik usaha atau masyarakat yang selalu mengajukan komplain kepada pemilik usaha tersebut.

Tidak hanya usia yang menjadi perhitungan bagi perusahaan, namun keterampilan yang memadai bisa menjadikan seorang karyawan itu menjadi naik level atau naik kelas. Keterampilan yang pada dasarnya itu bersifat basic atau sama, namun perbedaan nya adalah mau atau tidak untuk mengasahnya.

Karyawan yang berpotensi jauh lebih baik dari yang lainnya adalah karyawan yang selalu ingin belajar dan terus menerus mau dan mau lagi mengasah keterampilannya sesuai dengan bidang atau posisi yang di pegangnya atau di tempatinya.

Posisi yang ditempatinya merupakan tanggung jawab kepada pelanggan dan atasannya. Semakin sedikit komplain atau hampir tidak pernah ada komplainan dari pelanggan, itu menandakan bahwasannya keterampilan dan posisi yang di tempatinya sudah sangat cocok dengan jati diri seorang karyawan tersebut.

Namun jika terjadi banyak sekali komplain kepada dirinya atas pelanggan-pelanggannya, itu menandakan bahwa seorang karyawan tersebut tidak kompeten terhadap tugas dan tanggung jawab yang di berikan kepadanya. Dan posisi yang di pegang atau di tempatinya itu tidak cocok dengan kepribadian dan karakteristik seorang karyawan tersebut.

Begitu pun dengan sesorang yang berprofesi sebagai wirausaha. Seorang wirausaha yang pertama sekali harus di bangun adalah kepercayaan. Seorang wirausaha harus membangun kepercayaan kepada semua pelanggan-pelanggannya.

Membangun kepercayaan itu adalah hal yang tersulit yang akan di hadapi untuk seorang karyawan apalagi seorang wirausaha. Seorang wirausaha harus tahu cara berinteraksi dengan para pelanggan. Harus mengenal adat dan watak dari sosok seorang pelanggan.

Karena setiap pelanggan itu beda adat dan beda pula wataknya. Setelah kepercayaan di bangun, tahap selanjutnya adalah memberikan jaminan kepada para pelanggan agar mereka merasa diberikan pelayanan yang terbaik. Dan yang terpenting agar para pelanggan tersebut balik kembali kepada kita dan tidak berpindah ke lain hati.

Jaminan adalah pertanyaan atau poin pertama yang selalu diajukan oleh para pelanggan. Karena sebenarnya atau pada dasarnya para pelanggan itu tidak ingin di sakiti dan di kecewakan. Jadi jaminan itu merupakan hal penting kedua setelah kepercayaan yang harus dimiliki oleh sebuah perusahaan yang kemudian di tanamkan kepada para karyawannya. Begitu pula dengan profesi wirausaha, jaminan harus ada dan dimiliki seorang usahawan atau usahawati agar pelanggan tidak kecewa dan tidak banyak terjadi komplain.

Karena jika sebuah perusahaan dan seorang wirausaha tidak memiliki jaminan bisa jadi perusahaan atau tempat mereka berusaha akan di tutup secara jalur hukum atau buruknya bisa di tutup secara paksa oleh aparat dan masyarakat.

Terakhir adalah keterampilan. Jujur keterampilan bukanlah hal yang begitu penting, karena keterampilan bisa di asah dan di kembangkan sesuai dengan minat serta hobi yang diinginkan seseorang. Yang menjadi masalah adalah ketika minat dan hobi tersebut bertentangan dengan keterampilan dasar yang pada dasarnya sudah dimiliki oleh seseorang.

Maka mereka akan bermodalkan nekat untuk membuka suatu usaha atau menempati posisi yang tidak benar-benar mereka kuasai atau bukan pada bidangnya. Hal tersebut akan membuat usaha yang mereka bangun putus di tengah jalan atau yang berprofesi sebagai karyawan akan segera di PHK. Karena itu kepercayaan, jaminan dan keterampilan menjadi pondasi awal dalam berkarir dan berwirausaha.(ra)