Oleh : Andi Utari Artika Sari

Ibu saya selalu bilang, saya harus belajar banyak hal, menjadi seorang perempuan yang memahami dengan baik, dan tentu saja bermanfaat untuk kehidupan orang lain. Ibu saya tidak pernah meminta saya menjadi perempuan yang pintar, beliau hanya meminta saya untuk terus belajar, dengan begitu saya tidak pernah berpuas diri dan terus mencoba banyak hal.

Sama halnya ketika seorang teman menawari saya untuk ikut sebuah roadshow tentang perempuan dan E-Commerce. Anyway, saya kebetulan perempuan yang lebih gampang kagum kepada perempuan dibanding laki-laki. Saya tetap suka laki-laki tentu saja. Namun, kadang melihat perempuan yang cerdas jauh bikin envy dibanding melihat laki-laki sukses. Itu pendapat saya pribadi yang mungkin saja bisa berubah nanti-nanti (haha).

Kembali ke roadshow tadi, saya langsung tertarik melihat kata-kata “Perempuan-Perempuan Penggerak” di badan undangan yang dikirim melalui surel. Saya langsung semangat, karena setelah dipikir-pikir saya sudah jarang sekali mengikuti diskusi yang berbicara tentang perempuan.

Roadshow kali ini menghadirkan perempuan-perempuan keren penggerak E-Commerce yang beberapa diantaranya sudah pernah saya dengar dan dibicarakan orang-orang. Ada Ratna Susianawati, SH. MH yang sering berbicara soal gender dan anak, juga hadir Martha Simanjuntak, SE. MM yang merupakan ketua Pokja Serempak dan founder Indonesian Women IT Awareness, salah satu yang sering saya dengar juga Rahmiana Rahman perempuan keren yang merupakan founder CV Soulmaks Creative.

Eh ada satu lagi pemateri yang bukan perempuan tapi sangat mengerti soal perempuan, Aresdi Mahdi Asyathry ST. M. Si. Seperti yang saya bilang, saya suka perempuan cerdas dan salah satu perempuan cerdas yang saya idolakan, Mbak Luna Vidya ternyata menjadi moderator dalam roadshow ini.

 

2016_0718_12470200-1

 

Makassar menjadi kota pertama pelaksanaan roadshow SEREMPAK (Seputar Perempuan dan Anak) 2016 yang diadakan 18 Juli 2016 di Hotel Four Points By Sheraton Makassar. Roadshow ini mengangkat tema perempuan-perempuan penggerak e-commerce sebagai hal yang menarik untuk dibahas. Mengapa? Entahlah, tapi isu tentang perempuan akhir-akhir ini memang masih menjadi isu yang “seksi” juga tentu saja dalam bidang pengembangan ekonomi.

E-Commerce (Electronic Commerce) merupakan proses jual, beli, dan pertukaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet misalnya. Perempuan dan E-Commerce adalah dua hal yang sangat berkaitan jika dihubungkan dengan  gender equality, maka kesetaraan yang dimaksud di sisi ini adalah perempuan harus melek teknologi, harus mengerti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Lebih dari itu, perempuan harus sadar untuk mulai mengubah perilaku konsumtif menjadi perilaku produktif.

Mengubah perilaku konsumtif menjadi produktif tentu tak semudah dalam penyebutannya. Bagi perempuan yang telah terjun langsung mengambil bagian menjalankan usaha, tahu benar bagaimana perjuangan mendirikan dan mempertahankan sebuah usaha.

Untuk urusan memulai, Kak Rahmania punya banyak tips, diantaranya kita harus memberi kesan pertama yang menakjubkan, gagasan yang menarik, menganalisis kompetitor dan tentu saja konsisten. Selain itu, perkembangan media sosial juga menarik untuk diikuti sehubungan dengan kiat-kiat dalam memulai usaha. Gunakan foto yang menarik, meminta umpan balik saat melakukan interaksi, dan menggunakan waktu yang tepat dalam bermedia sosial.

 

2016_0718_12460600-1

 

Dalam sesi roadshow kali ini, juga dihadirkan perempuan-perempuan yang memiliki usaha dalam berbagai bidang yang berbagi banyak hal seputar jatuh bangun dalam membangun sebuah usaha, masalah-masalah yang dihadapi, hingga kiat-kiat menghadapi konsumen.

Setelah mendengar sharing dari beberapa perempuan yang unjuk diri untuk berbicara, saya melihat bahwa masalah yang juga sangat penting adalah banyaknya perempuan yang kurang terampil dalam hal pemanfaatan teknologi. Padahal, semakin canggih teknologi semakin tinggi pula tingkat kejahatan yang memanfaatkan teknologi. Hal ini bisa dilihat dari salah satu peserta yang memiliki sebuah usaha yang mengaku pernah tertipu dan beberapa kali harus menghadapi keisengan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

Selain berbicara tentang perilaku produktif dan konsumtif, bagian yang tidak kalah penting dalam hal E-Commerce adalah orang-orang yang bergerak dalam hal pengiriman barang. Mas Aresta menunjukkan fakta bahwa sejak 2013, jumlah pengiriman barang terus meningkat di atas 100%.

Sehingga kita terus dituntut untuk berinovasi mengikuti perkembangan teknologi. Saya ingat sekali kata-kata Mas Aresta “Buat barang yang bisa dijual, jangan jual barang yang dibuat orang lain”. Kita semua punya kesempatan yang sama untuk sebuah hal, sisanya adalah apakah kesempatan itu ingin diambil atau memberi kesempatan kepada orang lain untuk mengambilnya.

Kehadiran lima pembicara pada roadshow SEREMPAK 2016 kali ini memantik saya untuk berpikir. Ya, kita butuh kesetaraan! Kesetaraan dalam partisipasi aktif perempuan dalam segala bidang termasuk bidang ekonomi. Roadshow ini tentu saja terjadi karena melihat perkembangan teknologi yang sangat cepat dan peran perempuan yang harusnya sadar terhadap perkembangan tersebut.

Teknologi selain menjadi sarana untuk segala kemudahan yang dengan mudah diakses, juga bisa menjadi bumerang jika menggunakannya dengan tidak tepat atau tidak “pintar” dalam menggunakannya. Roadshow ini memang bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi, peningkatan kesadaran dalam hal pengembangan bidang ekonomi dan penyadaran akan penggunaan teknologi.

 

 

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba menulis serempak