Pada tanggal 16 dan 17 September 2019 kemarin, Dinas PPPA Provinsi Sumatera Barat mengadakan Kegiatan Sosialisasi PPRG Bagi OPD Penggerak di daerahnya. Hadir pula Ibu Titi Eko Rahayu, Staff Ahli Menteri PPPA Bidang Penanggulangan Kemiskinan menjadi Narasumber bersama Pakar Gender, Ibu Yurni Satria.  Hari pertama sosialisasi dilakukan bersama OPD Penggerak di Provinsi, sedangkan hari kedua diadakan bersama Kab/Kota se-Sumatera Barat.

Pada kegiatan tersebut, Gubernur Sumatera Barat, Bapak Irwan Prayitno hadir disela-sela penjelasan materi dari Ibu Yurni. Dalam pidatonya beliau mengatakan sebab timpangnya Indeks Pembangunan Gender dan Indeks Pemberdayaan Gender di Sumatera Barat.

“Karena faktor budaya, IDG Sumbar rendah yakni rangking ke 24 se-Indonesia. Dan karena faktor budaya juga, IPG Sumbar meningkat dan ada di posisi ke-4 Setelah DKI Jakarta,” kata Irwan Prayitno.

Menurutnya, IPG meningkat karena peran budaya memberikan andil yang besar terhadap perempuan Sumatera Barat. Perempuan di keluarga Minang sangatlah diistimewakan menurut budaya. Sumatera barat menganut sistem keluarga matrilineal. Hal tersebut dapat dilihat dari Keluarga Minang dihitung dari garis keturunan  Ibu, dan warisan pun diturunkan kepada para perempuan.

“Dari unsur adat, perempuan memiliki aset (harta pusaka). Hal ini menyebabkan Indeks Pembangunan Gender meningkatkan dibanding provinsi lain,” jelas Irwan Prayitno.

Meskipun dalam keluarga minang menganut Matrilineal, tapi tidak untuk sistem Kekuasaan, Laki-laki Minang masih sangat berperan dalam hal pengambilan keputusan. Faktor budaya di Sumatera Barat ini sebenarnya sudah sangat mendukung IPG itu sendiri, Lantas bagaimana dengan IDG? Menurut Bapak Gubernur, IDG dapat ditingkatkan dengan cara merubah mindset setiap orang.

“Budaya tetap dipertahankan, tetapi mindset yang dirubah. Saya punya optimisme, merubah mindset dapat lebih mudah dilakukan daripada merubah budaya, Bapak/Ibu semua bisa mulai dari keluarga sendiri, melalui pendidikan, sekolah, dan lingkungan terdekat”, ungkap Irwan Prayitno.

Gubernur mengakui IDG dinilai dari peran perempuan dalam konteks politik/kekuasaan dan jumlah perempuan menjadi pejabat.

“Faktanya memang belum ada perempuan Sumbar yang menjadi kepala daerah. Ada, tapi kalah. Namun saya sudah mencontohkan tentang Kesetaraan Gender ini  dengan majunya Istri Saya, Ibu Nevi untuk berkiprah di DPR RI ” sambung Irwan Prayitno.

Dikatakan juga oleh Bapak Gubernur dalam rangka meningkatkan IGD dan IPG butuh komitmen kepala daerah.

“Ini perlu karena tanpa ada komitmen, anggaran susah. Jadi saya berharap, Bupati/Walikota tahu tentang PUG dan adanya program responsif gender. Jangan sampai tidak tahu,” tutup Irwan Prayitno.

Kita semua berharap bahwa IPG dan IDG Provinsi Sumbar dapat meningkat daripada sebelumnya agar Perempuan dan Laki-laki serta kelompok rentan lainnya dapat memperoleh hak-hak yang sesuai dengan kebutuhan. (rh)