Cantik identik dengan kulit putih. Pendapat ini tidak sepenuhnya salah. Tapi kulit putih ternyata tidak berarti kulit yang sehat. Mengapa?

Kulit Butuh Pigmen

Demam Kpop yang melanda Indonesia secara tak langsung mendongkrak penjualan produk pemutih kulit dalam beberapa tahun terakhir. Ingin terlihat putih tidak ada salahnya, tapi ingin terlihat putih seperti artis dari Negeri Ginseng? Sepertinya itu terlalu berlebihan. Kondisi musim dan cuaca di Indonesia yang berbeda dengan Korea Selatan membuat perbedaan kadar pigmen dalam kulit. Inilah yang menyebabkan rona kulit orang Korea berbeda dengan kita.

Pigmen itu apa, sih? Mungkin sudah ada yang tahu bahwa pigmen adalah penentu warna kulit seseorang. Di dalam pigmen terdapat melanin yang berfungsi penting untuk menangkal sinar matahari. Kulit yang sering terpapar sinar matahari menstimulasi produksi melanin yang kemudian membuat kulit menjadi lebih gelap. Dengan kata lain, melanin adalah tabir surya alami atau bentuk adaptasi kulit manusia terhadap kondisi alam tempat seseorang berada.

Dengan kondisi cuaca di Indonesia yang kaya akan sinar matahari, maka wajar jika kulit kita terlihat lebih gelap. Faktor alam ini membuat kulit kita mengandung melanin dalam jumlah banyak yang berfungsi untuk mencegah efek buruh dari sinar ultraviolet. Melanin bekerja dengan cara menyerap dan menghilangkan dampak negatif ultraviolet dari permukaan kulit.

Orang berkulit putih memiliki lebih sedikit melanin. Dengan kadar paparan sinar matahari yang sama, mereka akan berisiko sepuluh kali lebih besar mendapatkan penyakit yang disebabkan paparan sinar ultraviolet. Yang paling mudah ditemui adalah kanker kulit. Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa orang kulit putih lebih cepat mengalami keriput karena perlindungan terhadap kulit mereka lebih sedikit.

Kulit Cerah Lebih Baik

Jadi, salahkah jika wanita ingin memiliki kulit putih? Tentu saja tidak. Setiap wanita pasti ingin terlihat cantik. Tapi, memiliki kulit yang tidak putih pun tetap bisa terlihat cantik. Memiliki kulit cerah jauh lebih penting dibandingkan dengan kulit putih yang tidak alami. Menurut dr. N. Silvia Carolina, kulit cerah adalah kulit dengan warna yang tetap sama atau tidak belang-belang, terawat, tidak berjerawat, tampak segar, tidak kusam, dan tampak awet muda.

Kecerahan kulit masing-masing orang tentu saja berbeda. Konsultan klinik kecantikan, dr. Maria,  menyarankan, untuk mengetahui tingkat paling tinggi dalam kadar kecerahan kulit seseorang dapat dilakukan dengan cara mengecek kecerahan kulit di lipatan dalam lengan atas karena di situ merupakan warna kulit tercerah yang dimiliki seseorang.

“Jika kulit sesuai warna tercerah, paling tidak mendekati warna normal, maka perlindungan kulit dari matahari akan lebih maksimal. Tapi jika terlalu putih, kulit malah akan lebih rentan terhadap sinar matahari,” jelasnya.

Hindari Bahan Berbahaya

Meskipun mendapatkan segala keuntungan dari kulit yang berkadar melanin tinggi, bukan berarti dilarang untuk menggunakan produk pemutih atau pencerah kulit. Yang perlu diingat, JANGAN memilih produk yang mencerahkan warna kulit dengan cara melawan proses alami pembentukan melanin. Hal ini mengakitbatkan kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari dan ultraviolet. Cara yang paling mudah, hindari produk yang mengandung bahan berikut ini.

  • Merkuri merupakan bahan aktif yang berdampak dalam pengelupasan epidermis kulit. Penggunaan berlebihan akan mengakibatkan rusaknya fungsi ginjal, sistem saraf, dan kelainan fungsi otak janin pada ibu hamil.
  • Hidrokinon. Sempat diperbolehkan di Indonesia, sejak 2008 BPOM melarang penggunaan bahan ini pada produk pemutih. Hidrokinon bisa mengakibatkan hiperpigmentasi atau menggelapnya warna kulit akibat pertambahan kadar melanin, vitiligo atau menghilangnya pigmen kulit secara keseluruhan akibat matinya sel melanosit, dan okronosis eksogen atau kulit menjadi berwarna biru kehitaman
  • Steroid. Jika digunakan berlebihan, steroid menyebabkan penipisan pada lapisan kulit sehingga pembuluh kapiler nampak pada permukaan kulit. Bahan ini juga merangsang timbulnya jerawat dan memerlambat penyembuhan luka.
  • Rhododenol adalah bahan kimia alami dari kulit pohon birch putih yang berfungsi mengurangi produksi melanin. Bahan ini sempat disahkan badan kesehatan Jepang sebelum dicabut izin edarnya karena terbukti berdampak buruk pada kesehatan.
  • Vitamin C dan turunannya, Meskipun efektif untuk mencerahkan kulit, produk turunan vitamin C dapat menimbulkan risiko meperberat kerja ginjal, memicu batu ginjal, pusing-pusing, dan pingsan jika diberikan dalam kadar tinggi .(ew)