Kunjungi Rumah Anak Korban Pembunuhan Kalideres

15

KPPPA

KEMENTERIAN

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

 

PRESS RELEASE

Kunjungi Rumah Anak Korban Pembunuhan Kalideres

Menteri PPPA Pimpin Do’a Bersama di Makam Putri

Siaran Pers Nomor : 116/Humas/KemenPPPA/10/2015

Jakarta (7/10) – Suasana berkabung masih lekat terasa saat Menteri PP dan PA, Yohana Yembise, berkunjung ke rumah Putri Nur Fauziah, anak korban kejahatan seksual yang berujung pada pembunuhan, di Kampung Rawalele, Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (7/10). Dalam kunjungannya, Menteri PP dan PA menyampaikan secara langsung permintaan maafnya karena baru bisa berkunjung ke rumah korban, dan juga menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam pada orangtua korban atas kepergian anak ke 3 dari 4 bersaudara tersebut.

“Kepedihan tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tapi dirasakan juga oleh seluruh masyarakat Indonesia. Peristiwa ini mengingatkan pemerintah untuk lebih bekerja keras dalam menurunkan angka kekerasan terhadap anak yang kini sudah menjadi isu global. Untuk itu, sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak saya menyatakan bahwa kami akan berkomitmen penuh untuk mengusut tuntas kasus ini hingga selesai”kata Menteri PP dan PA, Yohana Yembise, di hadapan keluarga dan kerabat Putri, juga perwakilan dari Polsek Kalideres. Dalam kesempatan tersebut, Yohana juga menyampaikan bahwa jumlah kejahatan seksual pada anak saat ini mengalami peningkatan. Maraknya aksi keji  yang terjadi di lingkungan masyarakat tersebut diduga berhubungan dengan perkembangan teknologi terutama keberadaan internet yang disalahgunakan. Oleh karena itu, Yohana terus mengingatkan pada seluruh orangtua agar meningkatkan kewaspadaan karena peristiwa yang menimpa Putri bisa terjadi di mana saja di seluruh Indonesia.

Sebagai langkah konkret, Yohana menyampaikan bahwa Kementerian yang dipimpinnya sedang merancang instrument untuk membuat assessment ke sekolah-sekolah agar memperhatikan hak dan tumbuh kembang anak, serta melindungi mereka dari kekerasan. Dari situ, sambung Yohana, akan dimunculkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang akan disebarluaskan dan diterapkan di seluruh sekolah di Indonesia. “Kita semua harus memastikan bahwa dalam perjalanan anak dari rumah ke sekolah harus aman, dan dari sekolah ke rumah anak pun harus aman. Ke depan kita juga akan pertimbangkan untuk memasang CCTV di sekolah seperti yang diinginkan oleh orangtua korban,”ungkap Yohana. Selain assessment ke sekolah, assessment juga akan dilakukan ke tingkat keluarga, karena ketidakharmonisan keluarga, menurut Yohana, akan berdampak pada kekerasan terhadap anak.

Selain akan melakukan assessment, Yohana juga menegaskan bahwa Kementerian PP dan PA sedang fokus untuk terus bekerjasama dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai tingkat kabupaten/kota hingga ke tingkat desa, utamanya dalam pemanfaatan dana desa untuk program-program perlindungan perempuan dan anak-anak. Salah satunya yakni dengan membuat forum anak di tingkat desa. Bagi Yohana, langkah-langkah yang menyentuh langsung ke masyarakat tersebut terbukti efektif dalam menurunkan angka kekerasan.

“Kita juga sudah merancang Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Anak bekerjasama dengan Polwan yang akan langsung mengamati dan mendeteksi kekerasan yang terjadi pada anak-anak di lingkungan masyarakat. Satgas Perlindungan Anak ini rencananya akan kita launching pada 19 Oktober 2015,bertepatan dengan Rapat Koordinasi Nasional PP dan PA di Jayapura,”tandas Menteri PP dan PA.

Usai menyampaikan belasungkawa pada keluarga korban, Menteri PP dan PA langsung bertolak menuju pemakaman dimana Putri dimakamkan. Di lokasi pemakaman yang tak jauh posisinya dari rumah korban, Yohana mengajak segenap masyarakat juga awak media yang turut dalam kunjungannya tersebut untuk ikut mendoakan Putri agar arwahnya bahagia, dan diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Semoga kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari kasus ini, dan semoga kasus ini semakin menguatkan upaya kita bersama untuk menghapuskan kekerasan terhadap anak. Dalam hal ini saya juga meminta kepada teman-teman media untuk membantu edukasi kepada masyarakat dalam melindungi anak-anak Indonesia ke depannya,”tegas Yohana di akhir pernyataannya.

                       HUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510, e-mail : humas.kpppa@gmail.com

??????????????????????????????? ??????????????????????????????? ??????????????????????????????? IMG_0032 IMG_0062