Tanggal 20 Juli lalu, sha ikut roadshow serempak 2017 dengan tema Kreatif Bersama Serempak; Literasi Digital Generasi Milenial. Tema dan acaranya bagus banget, apalagi belakangan banyak kasus bullying yang mencuat melalui digital yang dilakukan oleh generasi milenial. Berikut sha share, oleh-oleh ilmu dari acara tersebut:

Pemateri pertama, Ibu Yulis Widyo Marfiah dari kementrian Kominfo

Kominfo memiliki program BPPPTI seperti pembangunan infrastruktur di daerah non komersial yaitu daerah 3T (Terluar, Terdepan dan Tertinggal), penyediaan akses internet, pembangunan BTS dan palaparing. Tahun 2017 ini sudah ada 151.000 titik proyek palparing yang sedang dibuat dan masih ada titik-titik lain di berbagai daerah yang akan dikembangkan oleh operator dan pemerintah untuk mendukung akses internet yang lebih baik dan merata di seluruh Indonesia.

Pemateri Kedua, Teh Indari Mastuti membahas “Rumah Digital Berkarya dari Rumah” 
Perempuan harus berkembang dengan tetap ada untuk keluarga, melalui sosial media bisa membuat perempuan berkembang dalam ilmu, pengetahuan dan pergaulan. Kita yang menentukan negatif atau positif media sosial dalam penggunaannya. Ibu cerdas menggunakan internet secara cerdas.

90% kegiatan yang dilakukan oleh Teh Indari adalah melalui sosmed. Berawal dari kesenangannya menulis, menjadikan media untuk berkembang dan membuat berbagai lembaga salah satunya adalah ibu-ibu doyan bisnis, ibu-ibu doyan nulis dan yang terbaru adalah kedai 7K. Kedai 7K yang merupaka sedekah harian berupa paket makan siang gratis bagi yang membutuhkan. Tanpa perlu persentasi secara langsung, orang yang berada di luar negeri pun bisa ikut bersedekah hanya dengan info dari sosial media.

Pemateri ketiga, Ibu Andalusia Neneng Permatasari dosen FIKOM UNISBA
Melek terhadap dunia teknologi dan digital bukan hanya mampu menggunakan. Akan tetapi juga memahami, mengevaluasi sampai mampu membuat sesuatu (menjadi produsen). Dengan memaksimalkan passion, kemampuan serta kolaborasi.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Prof. DR. Yohana Susana Yembise
Perempuan Indonesia harus bisa memanfaatkan peluang teknologi digital untuk hal-hal positif. Menjadi sosok yang mandiri dan pekerja keras, dekat dengan Tuhan, mengetahui apa yang pantas untuk dilakukan dan memiliki daya nalar dan kritis. Budaya patriartki yang tinggi bukan halangan bagi perempuan untuk melangkah maju.

Menteri Yohana sendiri lahir dan tumbuh di papua dengan segala kekurangan pada saat itu. Bekerja keras dan berusaha menggapai mimpi setinggi-tingginya hingga menduduki jabatannya sebagai menteri.

Dengan adanya teknologi digital yang canggih, segala informasi menjadi mudah untuk di akses. Ibu Yohana mengharapkan agar generasi milenial tetap membudayakan membaca dan menjauhi copy paste. Dengan mudahnya teknologi, banyak orang dengan mudahnya copy paste tugas via Internet.

Dengan membaca, kita belajar mengenai ilmu, pemahaman dan buah pikir orang lain. Generasi milenial diharapkan mampu menghasilkan buah pikirnya sendiri.

Dialog Interaktif

Ibu Yohana membahas mengenai kasus bullying yang belakangan ini sering terjadi. Pada kasus bullying, pihak sekolah harus bertindak tegas. Jika tidak bisa dilakukan secara mediasi, bisa melalui jalur hukum. Kita tinggal di Indonesia yang memiliki Undang-Undang perlindungan anak. Untuk anak-anak yang terkena kasus bullying akan di proses secara khusus di peradilan anak.

Orang tua pun harus mengerti dan memahami seperti apa dunia digital jaman sekarang. Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak sangat penting. Sehingga anak menunjukkan dan melakukan hal-hal positif dalam penggunaan teknologi digital.

Pada sesi tanya jawab, teh Langit Amaravati menanyakan mengenai media pengganti jika kedepannya Kominfo memblokir sosial media. Adakah penggantinya seperti cina yang memiliki UC Browser? Well, sha sendiri membayangkan kita memiliki satu mesin raksasa semacam google milik kita sendiri.

Acara ini diselenggarakan oleh Serempak, sebuah website yang dibuat oleh KPPA bertujuan membantu wanita dan anak-anak untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan melalui internet di dunia serba digital seperti saat ini. Artikel serempakid merupakan informasi yang akurat dan ditulis oleh pakar ahli di bidangnya masing-masing.(Vanisa Desfriani)
Artikel ini diikutsertakan dalam lomba Blog Roadshow Serempak Bandung 2017 dan dikutip dari blog http://www.vanisadesfriani.com