Pekan terakhir di setiap bulan seringkali menjadi masa-masa sulit bagi banyak orang. Bagi pegawai, akhir bulan adalah masa dimana dompet semakin menipis. Sedangkan bagi pengusaha, akhir bulan adalah waktu menyediakan gaji bagi karyawan. Sehingga baik bagi pengusaha maupun pegawai seringkali menghadapi masalah keuangan menjelang akhir bulan.  Di masa-masa tadi, setiap orang kemudian mencari jalan untuk dapat menyediakan dana, baik dari pinjaman maupun usaha sampingan.

Jika cara yang dipilih adalah dengan meminjam, maka di awal bulan, akan terjadi kembali kekurangan dana dibandingkan kebutuhan. Bisa jadi kebutuhan dana di bulan berikutnya, dan siklus tersebut terjadi terus menerus di setiap bulan. Apakah anda termasuk salah satu yang menghadapi masalah dalam arus kas keuangan?

Mengenal Literasi Keuangan

Saat ini dengan adanya tuntutan gaya hidup, semakin banyak masyarakat yang mengatasi kesulitan dalam mengatur arus kas setiap bulan. Tidak selamanya jika pendapatan meningkat maka akan dapat memenuhi semua kebutuhan. Seiring peningkatan pendapatan, standar hidup juga menjadi meningkat. Jika semula sebelum gaji melebihi standar UMR, makan cukup di warteg, setelah gaji meningkat, mulai makan di cafe. Semula pakaian biasa, seiring naiknya pendapatan mulai membeli barang ber merk. Apakah salah, tentu tidak, tetapi harus juga difikirkan bahwa tidak semua uang yang dihasilkan harus dihabiskan di bulan itu.

Tetapi, boleh dong, sekali-kali memberikan penghargaan pada diri sendiri, dengan makan enak, barang mewah atau piknik. Tentu tidak ada larangan, jika kita sadar akan besaran dana yang dimiliki serta prioritas penggunaan uang yang dimiliki. Sehingga jika kita ingin dapat melakukan pengelolaan uang dengan baik, maka kita perlu mempelajari tentang literasi keuangan. Wah, masa sih, pegawai atau ibu rumah tangga harus memahami literasi keuangan? Mungkin anda pernah mendengar ada sekelompok orang yang kehilangan aset karena tidak dapat membayar pinjaman. Dan itu tidak hanya terjadi pada pegawai, tetapi juga ibu rumah tangga. Tidak hanya terjadi di perkotaan, tetapi juga di pedesaan. Apalagi saat ini banyak orang ingin tampil gaya, serta banyak pula peluang pembiayaan yang dapat diperoleh dengan mudah. Tetapi, saat harus membayar semua pinjaman, disinilah masalah tersebut berasal.

Dalam literasi keuangan, terdapat beberapa hal yang perlu kita pahami tentang keuangan :

  1. Potensi aset yang kita miliki
  2. Potensi pendapatan serta besaran pendapatan dari masing-masing pos
  3. Kebutuhan anggaran untuk masing-masing pos keuangan
  4. Rencana pengeluaran

Dengan mengetahui keempat hal tersebut, maka kita dapat menyusun perencanaan keuangan dalam jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Misalnya apakah kita akan melakukan pembelian asset, menyiapkan investasi atau maupun pembiayaan. Sehingga dengan perencanaan keuangan yang tepat, tidak akan terjadi kasus terjerat hutang. Karena besaran pengeluaran sudah disesuaikan dengan pendapatan yang diperoleh. Intinya jangan sampai kita berhutang tanpa memiliki sumber dana untuk membayar pinjaman.

Mengelola Arus Kas Pribadi

Setelah mengetahui potensi asset, pendapatan serta alokasi keuangan pribadi, saatnya untuk berhitung. Apakah posisi keuangan kita adalah surplus, impas atau minus. Jika setiap bulan terjadi kelebihan atau saldo, maka kondisi keuangan kita bisa dikatakan baik. Tetapi, jika setiap bulan yang terjadi adalah minus atau impas, maka perlu difikirkan upaya untuk memperoleh pendapatan tambahan atau mengurangi biaya yang tidak penting.

Ada beberapa hal yang dapat dillakukan dalam mengatur keuangan :

  1. Menabung untuk memenuhi kebutuhan jangka menengah atau jangka panjang
  2. Mencari pendapatan tambahan sesuai kemampuan, pengetahuan maupun potensi asset yang dimilliki
  3. Mengajukan pembiayaan dengan tidak melebihi 30 % pendapatan.
  4. Mengalokasikan sebagian pendapatan untuk investasi.

Pilihan-pilihan ini tentunya harus difikirkan dengan matang. Jangan sampai di satu sisi penampilan kita sangatlah up to date, tetapi disisi lain, membuat kita menghadapi masalah di kemudian hari. Tentunya kita juga ingin memasuki zona kebebasan finansial seperti yang disampaikan oleh para pengusaha sukses. Semua pilihan ada di tangan anda, tinggal kita secara cerdas mengelola potensi dan aset yang dimiliki untuk dapat meningkatkan pendapatan dengan mempelajari literasi keuangan.(snm)

1 COMMENT