Jika menilik pada sejarah, teknologi hasil pertanian sebenarnya bukanlah barang baru. Ini mengacu pada teknologi yang digunakan untuk mengolah hasil pertanian. Bahkan bila dipandang secara kasar, sejak manusia mengenal bercocok tanam, maka pengolahan hasilnya pun dapat dikatakan sebagai teknologi untuk hasil pertanian.

Hanya saja, kata teknologi mengacu pada dunia yang lebih modern. Dengan kata lain, teknologi yang dimaksud di sini adalah inovasi yang dilakukan untuk mengolah hasil pertanian. Pengembangan teknologi yang dilakukan dalam pengolahan hasil pertanian menitikberatkan pada nilai kemanfaatan dari hasil pertanian tersebut. Berikut di bawah ini adalah manfaat dari teknologi tersebut:

  1. Memperpanjang Waktu Penyimpanan

Sebagian besar orang kurang menyadari peranan penting dari teknologi hasil pertanian yang telah dirasakan. Hal ini disebabkan karena kurang menghargai apa yang dirasa merupakan suatu keharusan. Contohnya saja, buah hanya bertahan selama beberapa hari setelah masak. Akan tetapi, dengan mengolahnya menjadi selai atau keripik buah, maka lama waktu penyimpanannya pun akan bertambah. Proses pengolahan seperti ini merupakan salah satu jenis teknologi pengolahan hasil pertanian yang paling tua. 

  1. Mudah untuk Disimpan dan Didistribusikan

Yang dapat dijadikan gabaran di sini yaitu buah dan sayuran kalengan. Bandingkan saja berapa lama waktu yang dimiliki untuk menyimpan dan mendistribusikan tomat segar dengan tomat kalengan. Tentunya tomat kalengan akan lebih mudah untuk disimpan dan tak perlu merasa terbebani dengan lamanya waktu pengiriman. Selain itu, metode pengirimannya pun lebih fleksibel dibandingkan saat mengirimkan tomat segar. 

  1. Meningkatkan Nilai Produk

Adanya teknologi hasil pertanian juga memberikan dampak positif bagi nilai jual produk pertanian itu sendiri. Bandingkan saja sayuran dan buah harga jual antara sayur yang dijual di pasar dan yang ada di supermarket. Tidak menutup kemungkinan bahwa kedua tempat berbelanja tersebut memasok dari produsen yang sama. Hanya saja, packaging dan penyimpanan produk di supermarket memberikan nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan yang ada di pasar. 

  1. Mengurangi Kerugian

Sejarah dari kemunculan baby-cut carrots merupakan contoh dari penerapakan teknologi dari hasil pertanian. Pada tahun 1986 seorang petani asal Amerika Serikat merasa tidak puas dengan hasil panen wortelnya. Untuk itu, ia pun berinisiatif untuk memotong wortel sekitar 2,5 cm dan dipasarkan sebagai baby-cut carrots. Hasilnya, berawal dari ingin menghindari rugi baby-cut carrots menjadi salah satu produk pertanian yang paling laris hingga sekarang. 

  1. Peningkatan Nilai Gizi

Selain nilai secara ekonomis yang telah disebutkan di atas, adanya teknologi dalam pengolahan hasil pertanian juga memberi tambahan nilai gizi baru. Produk-produk makanan olahan banyak yang diberikan bahan tambahan lain, dan hal tersebut berhasil menambah nilai gizi makanan. Contohnya saja susu yang kemudian diolah menjadi keju, kedelai menjadi tempe dan tahu, ataupun daging yang kemudian diolah menjadi nugget. 

  1. Pengurangan Limbah

Produk pertanian dapat digolongkan menjadi dua, yaitu produk yang dapat dikonsumsi serta limbah yang dihasilkan. Oleh sebab itu, selain pengolahan pada produk makanan, pengolahan hasil pertanian juga mengacu pada pengolahan limbahnya. Pengolahan limbah ini dilakukan sebagai bagian dari rangkaian dalam teknologi untuk pengolahan hasil pertanian. Intinya, teknologi berusaha sedemikian rupa untuk meminimalisir jumlah limbah pencemaran.

  1. Menstimulasi Bidang Lain Turut Berkembang

Siapa bilang bahwa teknologi hasil pertanian hanya akan berkutat pada sektor makanan saja? Pada kenyataannya, justru mendorong bidang lain untuk turut berperan serta. Seperti misalnya, produsen peralatan dan mesin untuk pengolahan hasil pertanian ini. Ada banyak alat yang dapat digunakan yang dapat mempermudah pekerjaan dalam pengolahan hasil pertanian. Mulai dari alat-alat sederhana yang digunakan di dapur rumah tangga, hingga produksi alat berat untuk pabrik pengolahan makanan. 

Manfaat dari teknologi hasil pertanian sangatlah besar bagi kehidupan manusia. Selain itu, pemberi manfaat dari teknologi ini pun bisa berasal dari berbagai kalangan. Ditambah lagi, teknologi pengolahan hasil pertanian seperti ini bukanlah suatu ilmu yang berhenti begitu saja. Akan tetapi akan terus dilanjutkan seiring dengan perkembangan peradaaban manusia. Oleh karena itu, sudah sepatutnya semua orang bersyukur atas kemudahan yang ada saat ini. (hn)