Dok. Penulis

Selamat datang di Jatinangor !

Kawasan pendidikan di (dekat) Bandung, alias kabupaten Sumedang. Tempat yang jadi kota mati saat musim liburan mahasiswa dan jadi metropolitan di hari biasa. Ada beberapa kampus ternama di daerah ini, sebut saja UNPAD, ITB, IPDN, dan IKOPIN. Dengan banyaknya mahasiswa di daerah ini, bisnis terutama terkait makanan tentu begitu bergairah. Tak terhitung banyaknya, franchise terkenal, café, tempat makan biasa, sampai warung makan yang tersebar di sudut-sudut jalannya. Semua punya harga yang beranekaragam, mulai dari di bawah 10ribu sampai puluhan ribu. Mulai dari yang namanya tersohor di dunia, hits di Indonesia sampai primadona lokal, semua ada.

Semua ini tentu tersedia untuk memenuhi kemampuan beli dari mahasiswa yang beranekaragam dari seluruh daerah di Indoensia, yang sedang mengenyam pendidikan disini. Bagi mahasiswa menengah ke atas mungkin tidak terlalu masalah dalam memiliih tempat makan, namun bagi para perantau tentu masalah pemilihan tempat makan menjadi penting. Murah, banyak plus enak adalah sebuah kesempurnaan kriteria makanan. Namun, adakah tempat yang bisa memenuhi kriteria ini?

Ada, salah satu tempat makan bernama Nelongso. Yap, dari namanya saja sudah dapat kita terka bahwa makanan disni harganya murah, karena diperuntukkan bagi kaum yang “nelongso” atau yang sedang sedih dan kesusahan. Kesusahan disini mungkin artinya kesusahan ekonomi, alias para mahasiswa yang ingin berhemat. Dapat pula diartikan makanan bagi yang sedang sedih sehingga menunya didominasi oleh makanan pedas.

View Lantai Dua (Dok. Penulis)

Tempat makan “Nelongso” terletak di daerah Sayang, Jatinangor tepat di pinggir jalan. Tempat makan bertema merah dan hitam ini terdiri dari dua lantai. Dari lantai dua pengunjung disuguhkan dengan angin sepoi beserta pemandangan Jatinangor dan Gunung Geulis. Ada mural bentuk bentuk maknan yang tergores rapih di dinding lantai dua. Tempat duduk yang tersedia pun beragam, ada yang duduk di meja juga lesehan.

Dok. Penulis

Menu-menu yang ditawarkan adalah beragam olahan ayam yang dipadukan dengan sambal. Harganya berkisar antara Rp.3000,00 – Rp. 25.000,00. Dengan uang lembaran 20 ribuan, perut mahasiswa sudah terisi dan siap beraktivitas kembali. Poin lebihnya banyak varian sambal yang bisa ditambahkan. Mulai dari sambal ijo, sambal bajak, sambal korek pedas, sambal korek tidak pedas, sambal teri, sambal ebi, sambal manga muda, sambal pete dan sambal plecing.

Ayam Karma (Dok. Penulis)

Ini salah satu menu di Nelongso, Ayam Karma. Ayam goreng tepung dibalut dengan saus cabe, gula merah campur kemangi. Rasanya yang pedas manis, bikin menu ini jadi terasa seimbang.

Ayam Geprek Mewek (Dok. Penulis)

Kalau yang satu ini menu terbaru dari Nelongso, Ayam Geprek Mewek. Ayam goreng tempung dengan tahu dan timun, disiram sambal cengek mentah. Dijamin bikin kamu mewek betulan, apalagi harganya yang super murah. Hanya dengan Rp.10.000,00 perutmu sudah kenyang. Label murah, banyak dan enak sepertinya memang pantas disandang oleh tempat makan ini.

Selain di Jatinangor, Kabupaten Sumedang ternyata Nelongso telah hadir di beberapa kota di Indonesia seperti Bandung, Gresik, Sidoardjo, Jember, Surabaya, Malang. Ayoo, siapa yang penasaran coba ?

 Untuk info lebih lanjut, bisa dilihat di akun :

Twitter : @ayamnelongso

Facebook : Griya Nelongso

Instagram : @ayamnelongso (rah)

1 COMMENT