Mari SEREMPAK Bergerak untuk Perempuan dan Anak Indonesia

19

Oleh  Mugniar – http://www.mugniar.com

Saat saya mengisi form registrasi di front desk, terdengar suara seorang lelaki sedang membawakan Angngaru, sebuah tradisi budaya Makassar di dalam ruangan tempat berlangsungnya event Perempuan-Perempuan Penggerak E-Commerce di sebuah hotel di kawasan Landak Baru, Makassar pada tanggal 18 Juli lalu. Angngaru ini menampilkan seorang laki-laki yang sedang menyampaikan kata-kata seperti sedang berpuisi dalam Bahasa Makassar.

Dahulu Angngaru dibawakan sebagai tanda sumpah setia pada pengangkatan raja, pernyataan setia sebelum berangkat perang, atau ikrar/harapan akan sesuatu hal semisal keluh kesah atau permohonan kesembuhan pada kerajaan langit (zaman dulu).

Selanjutnya, lima orang gadis tampil membawakan tari Mappadendang. Tarian ini menggambarkan pesta panen dalam adat Bugis (catatan: walau masih satu rumpun, suku Bugis dan suku Makassar adalah dua suku yang berbeda).

Semangat dan kebanggaan saya yang selalu menggelora ketika menyaksikan langsung pertunjukan tradisi daerah, makin menggelora ketika hadirin bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya di bawah komando seorang dirijen.

Saya kira, memang perlu menggelorakan semangat kebangsaan dalam acara ini karena kami yang hadir dalam ruangan ini akan mendengarkan sejumlah materi mengenai peningkatan kualitas perempuan dan anak dalam bingkai SEREMPAK (Seputar Perempuan dan Anak), sebuah program yang digagas oleh Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BPPPA) yang mana kami – perempuan biasa bisa berpartisipasi di dalamnya.

Beberapa tujuan pelaksanaan acara ini disebutkan dalam laporan dari BPPPA. Di antaranya ada beberapa poin yang sempat saya catat, yaitu:

  • Untuk menyosialisasikan website Serempak.

  • Sebagai sarana kesetaraan gender.

  • Memotivasi masyarakat untuk menggunakan Teknologi Komunikasi dan Informasi (TIK).

  • Memanfaatkan TIK untuk peluang usaha.

  • Menjalin kerja sama.

Hasil yang diharapkan adalah website Serempak menjadi sarana informasi, komunikasi, dan edukasi bagi masyarakat, khususnya perempuan Indonesia.

Hal yang menarik sampai bagian ini adalah blogger disebut-sebut khusus beberapa kali dalam acara ini. Baru kali ini ada acara yang menyebut-nyebut blogger secara khusus. Bagi saya, ini tanda bahwa blogger dianggap bisa mengambil peran besar dalam sosialisasi Serempak dan memotivasi penggunaan TIK.

Wakil gubernur Sulawesi Selatan – Bapak Ir. H. Agus Arifin Nu’mang, MS dalam keynote speech-nya sangat menyambut baik dilangsungkannya acara ini dan dipilihnya Makassar sebagai kota pertama (dari 6 kota tujuan) pelaksanaan roadshow Serempak.

Roadshow-Serempak-Makassar-1-Mugniar

Beliau memaparkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia yang menyatakan bahwa pada tahun 2015, pengguna internet adalah 88,1 juta orang. Dari jumlah demikian, sebanyak 51 persennya adalah perempuan. Ini berbanding lurus dengan pengguna media sosial yang didominasi perempuan.

Beliau juga menggambarkan bagaimana kondisi Sulawesi Selatan dan Indonesia dalam masa Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) saat ini. Menurutnya, penggunaan internet harus bersinergi dengan jumlah populasi negara kita yang besar (252 juta orang dari 360 juta orang di ASEAN).

Sulawesi Selatan sendiri, kini penduduknya berjumlah 9 juta jiwa. Jumlah itu jauh lebih besar daripada Singapura yang hanya 5 juta jiwa. Posisi Indonesia dan Sulawesi Selatan, bukan hanya sebagai pasar dalam MEA namun juga merupakan pasar dalam negeri.

Bapak Agus Arifin Nu’mang melihat sekarang adanya pergeseran. Ibu-ibu sekarang semakin kreatif menggunakan internet. Apapun bisa dijualnya di internet. Dalam berkomunikasi intens dengan keluarganya pun, beliau menggunakan internet untuk saling memantau keadaan masing-masing. Diharapkan semuanya bisa bersinergi. Bersyukur sekali sekarang ada website Serempak.

Terlepas dari itu, beliau mengingatkan adanya permasalahan lain. Dalam perkembangan teknologi sekarang ini, kita harus mewaspadai pengaruh negatif yang bisa mengenai anak-anak bahkan orang tua sekalipun. Ancaman besar juga mengincar perempuan dan anak. Maka TIK harus kita gunakan untuk kesejahteraan.

 

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba menulis serempak

1 COMMENT