Pekan ASI Sedunia (PAS) 2017 telah tiba. Setiap Agustus minggu pertama sejak 1992, dunia–termasuk Indonesia–memperingati PAS. Mulanya, ide awal peringatan ini diperkenalkan oleh World Alliance for Breastfeeding (WABA). Mereka mendedikasikan satu hari untuk menyusui sebagai perayaan internasional. Perayaan satu hari tersebut kemudian berkembang menjadi perayaan Pekan ASI Sedunia.

Pada 2002, WHO dan UNICEF mencanangkan strategi  Global Peningkatan Pemberian Makan Bayi dan Anak, yang meliputi:

  1. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) segera setelah lahir dalam satu jam pertama, dilanjutkan dengan rawat gabung.
  2. Memberikan hanya air susu ibu saja sejak lahir sampai bayi berumur 6 bulan.
  3. Memberikan makanan pendamping air susu ibu (MP – ASI) mulai umur 6 bulan.
  4. Menyusui dilanjutkan sampai anak berumur 24 bulan atau lebih.

Tahun ini, World Breastfeeding Week (WBW) mengusung tema “Sustaining Breastfeeding Together”. Dengan semakin gencarnya isu-isu termutakhir menggempur hidup kita di era teknologi informasi ini, peringatan Pekan ASI Sedunia menjadi penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya memberikan ASI kepada bayi, khususnya IMD dan ASI eksklusif. Peringatan ini secara rutin mengajak kita untuk kembali peduli terhadap apek-aspek kehidupan yang lebih fundamental, yaitu pemenuhan hak-hak bayi.

Dalam kaitannya dengan 17 SDG (Suistanable Development Goals)–kelanjutan dari pencapaian Millenium Development Goals (MDGs)–PAS 2017 mengelompokkan empat bidang tematik yang berhubungan dengan menyusui. Keempat bidang tersebut adalah:

  1. Nutrisi, keamanan pangan, dan pengentasan kemiskinan.
  2. Kelangsungan hidup, kesehatan, dan kesejahteraan.
  3. Perubahan iklim dan lingkungan.
  4. Produktivitas dan pekerjaan perempuan.

AIMI secara aktif terlibat dalam keempat bidang tematik tersebut. Organisasi nirlaba ini secara rutin menjalin kerja sama dengan pemerintah melalui berbagai program penelitian dan pendidikan, contohnya enumerasi, monitoring dan evaluasi, sosialisASI di tingkat posyandu, puskesmas, kecamatan, kantor-kantor BUMN, serta di organisasi Persit. Dalam penyelenggaraan Kelas EdukASI Menyusui dan MP-ASI, AIMI secara rutin merevisi materinya dengan mempergunakan hasil riset terbaru dan pedoman WHO sebagai acuannya.

Sebagai masyarakat Indonesia, tentunya kita tak boleh ketinggalan untuk peduli terhadap hak-hak calon penerus bangsa ini. Kita hendaknya berpartisipasi aktif untuk menyukseskan keberlangsungan aktivitas menyusui. Cara-cara ini tak terlampau sulit dilakukan untuk menunjukkan kepedulian nyata kita.

  • Turut menyebarkan pesan-pesan kebaikan mengenai ASI dari mulut ke mulut atau melalui media sosial.
  • Tidak menghentikan, dengan sengaja ataupun tidak, proses menyusui yang sedang berlangsung, misalnya dengan mempengaruhi ibu untuk memberikan susu formula pada bayinya.
  • Membantu ibu yang kesulitan mendapatkan informasi seputar ASI dengan cara mengarahkannya ke klinik laktasi atau ke komunitas/organisasi yang mengampanyekan pemberian ASI.

Khusus bagi para ayah, dukunglah para ibu untuk bisa menyusui dengan perasaan tenang sehingga produksi ASI ibu lancar. Ayah bisa mengambil peran penting sebagai “ayah menyusui”. Cara-cara berikut ini bisa ayah lakukan sebagai dukungan nyata pada hak-hak dasar anak bayinya.

  • Setiap bayi terlihat ingin menyusu, sigaplah menggendongnya dan memberikannya kepada ibunya untuk mendapatkan ASI.
  • Selalu sendawakan bayi setelah menyusui. Caranya adalah dengan menggendong tegak, letakkan perut bayi di pundak, tepuk-tepuk punggung bayi secara lembut.
  • Ganti popok bayi sebelum atau setelah dia menyusu.
  • Gendong bayi dengan kain. Biarkan dia merasakan kehangatan badan ayahnya.
  • Tenangkan bayi bila dia gelisah dengan cara menggendong, menepuk-nepuk, atau menggoyang-goyang tempat tidur ayunannya.
  • Sesekali mandikan bayi. Bila bayi sudah cukup usia, mandilah bersama-sama.
  • Biarkan bayi berbaring di dada ayahnya agar dia dapat mendengar detak jantung sang ayah, bunyi napas, dan kehangatan kulit ayah.
  • Biasakan memijat bayi sejak baru lahir, bila mungkin lakukan sehari dua kali.

Bayi membutuhkan hubungan batin yang kuat tidak hanya dengan ibunya. Hubungan yang hangat antara ayah dan bayi akan menenangkan perasaan ibu dan membantu produksi ASI-nya meningkat. Mari sukseskan Pekan ASI Sedunia untuk keberlangsungan pemberian ASI kepada anak-anak bangsa ini.

Referensi:

  • Mengenal ASI Eksklusif, dr. Utami Roesli, penerbit Trubus Agriwidya, 2000.
  • Pekan ASI Sedunia (PAS) 2012, http://gizi.depkes.go.id/pekan-asi-sedunia-pas-2012, diakses pada 1 Agustus 2017 pukul 07.42
  • Kini, Pekan ASI Sedunia 2017 Mulai Digelar, https://suara-rakyatmerdeka.com/2017/07/27/kini-pekan-asi-sedunia-2017-mulai-digelar/, diakses pada 1 Agustus 2017 pukul 09.06.
  • Pekan ASI Sedunia 2016, http://uiupdate.ui.ac.id/article/pekan-asi-sedunia-2016, diakses pada 1 Agustus 2017 pukul 09.15.
  • Siaran pers untuk dipublikasikan PEKAN ASI SEDUNIA 2017: Bekerja Bersama untuk Keberlangsungan Menyusui; Membangun Kerja Sama Tanpa Konflik Kepentingan, https://www.aimi-asi.org/layanan/lihat/siaran-pers-pekan-asi-sedunia-2017, diakses pada 1 Agustus 2017 pukul 09.24.(mm)