Langsing adalah satu kata yang menjadi idaman banyak orang khususnya kaum perempuan. Bahkan untuk mereka yang obesitas, langsing menjadi kata ajaib yang membutuhkan keajaiban untuk bisa meraihnya. Banyak orang ingin langsing dan sehat namun tidak tahu bagaimana caranya. Karena tidak tahu caranya atau mungkin tahu tapi malas mempraktekkannya akhirnya jealous ketika melihat orang langsing. Timbul pikiran negatif melihat kawan yang tadinya sama-sama gemuk jadi langsing. Tapi tidak mau bertanya, hanya menduga dan akhirnya bukan tidak mungkin memfitnah.

Sadarkah Anda bahwa pikiran negatif sedang mempengaruhi diri Anda dan jelas ini akan memberikan perilaku buruk pada diri sendiri. Sebelum pikiran sempit ini merenggut kebahagiaan hidup anda mari perbaiki pola pikir sehingga bukan hanya teman yang langsing Andapun bisa langsing dengan teknik pengendalian pikiran.

Bagaimana pikiran dapat melangsingkan tubuh?

Jika Anda ingin memiliki tubuh yang sehat langsing mulailah fokus dengan satu kata ini: metabolisme. Metabolisme tidak sama dengan sistem pencernaan. Metabolisme jauh lebih kompleks lagi karena terdiri dari pengaturan biokimia di dalam tubuh manusia. Semua makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh pasti akan mengalami proses metabolisme hingga akhirnya diubah menjadi energi. Inilah yang membuat tubuh bisa menjalankan berbagai aktifitasnya.

Metabolisme cenderung stabil saat Anda masih remaja, dulu Anda bisa makan dengan bebas dan tubuh masih tetap ideal. Lalu seiring dengan usia yang bertambah makan sedikit saja sudah bisa membuat anda bertambah gemuk. Bahkan ada yang mengatakan, jangankan makan minum air saja rasanya malah tambah gemuk. Hal ini terjadi karena laju metabolisme yang melambat seiring dengan usia.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan metabolisme dalam menjalankan tugasnya menghasilkan energi yaitu:

  1. Kecepatan metabolisme bergantung dengan bagaimana kalori yang masuk ke tubuh saling berinteraksi antara satu sumber dengan sumber kalori yang lain. Sebuah penelitian yang diterbitkan di The Netherlands Journal of Medicine edisi September 2011 menunjukkan bahwa diet rendah karbohidrat tidak memberikan manfaat pada laju metabolisme. Berbeda dengan diet tinggi protein menunjukkan manfaat yang signifikan pada laju metabolisme. Jadi memperhatikan keseimbangan sumber kalori yang dikonsumsi itu sangat penting untuk mengoptimalkan laju metabolisme.
  2. Semua aktifitas tubuh kita membutuhkan sejumlah kalori yang dibakar, meskipun ketika tubuh sedang melakukan kegiatan sederhana seperti bernapas dan tidur. Saat tidur tubuh kita tetap membakar kalori, semakin dalam tidur yang dialami semakin optimal pembakaran kalori. Tidur lelap sepanjang 8 jam di malam hari akan mengoptimalkan pembakaran kalori di siang dan malam harinya. Ketika seseorang kekurangan jam tidur dan tidurnya tidak optimal dapat dipastikan selain kelelahan, kecepatan metabolisme juga akan menurun dan berpotensi pada kegemukan.
  3. Metabolisme tidak menjalankan tugasnya sendirian, melainkan berintegrasi dan dipengaruhi oleh kinerja sistem lainnya. Dua sistem yang paling mempengaruhi metabolisme adalah sistem endokrin dan sistem saraf. Kedua sistem ini erat sekali hubugannya dengan stress. Artinya semakin tingi level stress anda semakin besar kesempatan Anda untuk gemuk.
  4. Faktor genetik juga mempengaruhi laju metabolisme namun jangan menyalahkan silsilah keluarga Anda yang memiliki riwayat obesitas. Faktanya faktor genetik hanya mempengaruhi sekitar 5% saja. Ini artinya anda masih memiliki 95% peluang untuk langsing.

Memahami stress

Apakah anda tau atau mungkin sudah kenal dekat dengan perasaan cemas, merasa tidak mampu, khawatir, bingung, tidak percaya diri, takut, tegang, panik, benci, kecewa, ingin menghindar dan ingin lari dari sebuah kenyataan atau perasaan lain yang serupa itu? Dulu manusia purba mengenal perasaan ini ketika sedang bertemu binatang buas.

Kini manusia modern mengenal perasaan ini lewat tagihan kartu kredit, hutang, cicilan rumah, cicilan mobil, biaya anak sekolah, pertengkaran dengan pasangan atau keluarga, deadline pekerjaan, sikap buruk tetangga, kemacetan, omset menurun, target tidak tercapai dan lain sebagainya yang semua ini berujung pada stress.

Stress dapat dipahami secara ilmiah merupakan kinerja sistem endokrin dan sistem saraf, maka untuk menghindarinya kita perlu memahami mekanisme bertahan yang disebut dengan respon flight, flight or freeze. Cara memahaminya yaitu ketika sebuah pesan tentang adanya ancaman diterima maka sistem saraf otonom secara otomatis memberikan sinyal siaga pada tubuh. Adrenal cortex secara otomatis melepaskan hormon stress, jantung akan berdetak lebih kuat, nafas tersengal dan kelenjar tiroid mulai menstimulasi metabolisme. Semua ini bekerja secara otomatis dan tidak bisa dihindari.

Relaksasi pikiran

Tidak ada cara untuk bisa benar-benar bebas dari permasalahan hidup karena setiap kebahagiaan datang bersama kesedihan. Namun sebagai manusia yang diberkahi akal pikiran kita bisa memanage hati agar tingkat stress setidaknya tidak merenggut kebahagiaan. Menurut peneliti dari Benson-Henry Institute for Mind Body Medicine di Massachusetts General Hospital praktik relaksasi pikiran secara rutin bukan hanya memberikan hasil berupa ketenangan pikiran, namun juga meningkatkan metabolisme tubuh.

Relaksasi pikiran dapat dilakukan secara berkelompok dengan menggunakan mentor yang kompeten dibidangnya. Jika tidak ada, Anda bisa melakukannya sendiri dengan meditasi, zikir, memasukkan hal-hal positif ke dalam tubuh. Beberapa langkah konkret yang bisa Anda lakukan:

  • Memasukkan energi positif setiap saat.
  • Tarik napas bila tubuh mulai mengirimkan sinyal cemas, khawatir, marah, sedih dan lain-lain.
  • Menghindari sesuatu yang membuat anda marah.
  • Menahan emosi, tidak melepaskannya langsung dan menghindar.
  • Berkata-kata yang baik, bersikap baik dan memaafkan.
  • Kurangi kritikan yang tidak perlu, kurangi mengeluh.

Merelaksasi pikiran dapat meningkatkan metabolisme tubuh, itu sebabnya ia menjadi penting jika Anda ingin mendapat tubuh yang sehat dan langsing. Selain itu relaksasi pikiran juga memberikan manfaat besar pada aspek hidup. Ketenangan pikiran yang dicapai akan membuat anda mampu menjaga kualitas pikiran. Anda akan memproduksi lebih banyak pikiran positif daripada sebelumnya dan ini akan mengurangi ancaman ilusi yang bisa memicu stress yang tidak diperlukan. Pikiran akan lebih tenang dan lebih peka ketika Anda berhadapan dengan makanan dan minuman yang berdampak buruk bagi tubuh. Dan Anda tidak akan merasa rugi atau bersalah ketika menghindarinya. Semua ini akan mencapai sistem metabolisme sempurna sehingga Anda bisa menikmati hidup dengan lebih baik.(wa)