Internet sebagai satu jaringan elektronik yang saling menghubungkan berjuta juta orang sudah memasuki hampir semua sisi kehidupan manusia. Kegiatan kita apakah menyangkut pekerjaan, belajar, hiburan, berdagang , berkomunikasi hingga layanan layanan pemerintah sangat terbantu dengan adanya internet. Bila saat ini penggunaan internet belum terlalu meningkatkan produktivitas kita maka mungkin ini hanya persoalan waktu saja.

Bagaimana dengan anak anak kita? Mereka termasuk yang banyak memanfaatkan internet ini, tentu saja pemanfaatan yang sesuai dengan dunia mereka. Berbeda dengan kebanyakan orang dewasa pada masa ini, anak kita lahir pada saat internet sudah tersedia dan dimanfaatkan secara luas. Untuk mereka internet adalah sesuatu yang nyata sehingga istilah “dunia maya” tidak tepat bagi mereka karena untuk mereka internet adalah dunia nyata. Hal ini melahirkan banyak kekhawatiran di kalangan orang tua karena penggunaan  internet di samping membawa banyak manfaat juga berpotensi membawa hal hal yang tidak diinginkan. Sudah banyak masalah ini dibahas di berbagai media, sebagai besar memang menggambarkan masalah yang sesungguhnya dan sebagian lagi melebih-lebihkan persoalannya.

Penulis sengaja menggunakan istilah “membimbing” dan bukan “mengawasi” dalam judul tulisan ini. Ini bertujuan untuk menekankan cara pengawasan dengan pendekatan yang lebih memberikan “pemahaman” bukan sekedar “larangan”. Sebagai contoh diperlukan kesabaran dalam menjelaskan alasan rasional mengapa satu hal tidak baik dilakukan bukan sekedar melarang saja. Membimbing juga berarti kita sebagai orang tua harus meluangkan waktu untuk mendampingi mereka. Mendampingi, bagaimana mungkin, sedangkan internet saja kita tidak paham benar? Inilah persoalannya, sebagai orang tua kita tidak bisa melepaskan tanggung jawab membimbing anak anak kita kepada orang lain, termasuk dalam kegiatan mereka menggunakan internet. Ya, kita harus belajar internet dalam arti paham bagaimana internet digunakan anak anak kita, tidak harus menjadi ahlinya. Cara terbaik adalah dengan menggunakan internet juga, untuk keperluan kita sendiri. Tidak ada salahnya karena internet juga bisa banyak membantu kita dalam meningkatkan produktivitas kita sehari-hari termasuk dalam membantu anak anak kita belajar misalnya.

Beberapa hal yang harus kita pahami dalam upaya kita untuk membimbing anak anak kita adalah antara lain:

Banyak sekali cara untuk mengakses internet.

Perkembangan teknologi memberikan kemudahan orang untuk akses ke internet. Semula internet hanya dapat diakses menggunakan komputer dengan peralatan khusus yang terhubung dengan jaringan komunikasi. Saat ini internet dapat diakses dengan berbagai peralatan seperti telepon seluler dan komputer tablet. Akses internet dapat juga dipermudah dengan fasilitas yang disebut wifi dan hotspot yang sering disediakan dengan gratis di berbagai tempat seperti restoran dan tempat umum lainnya. Di tempat tempat itu orang yang membawa peralatan elektronik dapat terhubung dengan internet. Lalu apa makna dari hal ini untuk orang tua? Anak anak kita tidak dapat kita awasi hanya dengan mengamati peralatan yang mereka miliki atau gunakan. Mereka memiliki banyak pilihan untuk mengakses internet dimanapun mereka berada. Pada masa yang akan datang akan semakin banyak peralatan elektronik terhubung dengan internet. Orang tua suka tidak suka harus terus mengikuti perkembangan teknologi, meski bukan sebagai ahli tetapi hanya cukup dengan memahami teknologi apa yang tersedia.

 

Data pribadi kita dan anak anak perlu dijaga.

Sebagaimana kita tidak sembarang memberikan informasi pribadi kita kepada semua orang yang kita temui. Dalam pemanfaatan internet sekarang dikenal istilah daring singkatan dari “dalam jaringan” sebelumnya kita kenal dengan istilah online. Pada saat ini banyak aktivitas sehari hari anak anak kita terjadi secara daring. Ini termasuk berkomunikasi, bermain, belajar, mengunduh film/musik, mencari informasi untuk tugas sekolah dan lain lain. Kegiatan daring ini seringkali memerlukan anak anak kita berbagi informasi pribadi dengan orang orang yang ditemui secara daring. Orang orang atau komunitas ini seringkali tidak kita kenal secara langsung karena hanya melalui media elektronik saja. Ini menimbulkan potensi masalah bila informasi pribadi anak anak kita jatuh ke tangan orang orang yang memiliki tujuan tidak baik sehingga dapat disalahgunakan.

Banyak orang dewasa yang belum cukup menyadari pentingnya menjaga informasi pribadinya, apalagi anak anak. Sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada anak anak kita untuk tidak memberikan informasi pribadi seperti alamat rumah, nama sekolah, nama orang tua, keadaan rumah, foto foto dan lain lain kepada orang yang tidak dikenal atau dengan cara dimana orang bisa ikut membaca/melihatnya secara daring. Anak anak harus berhati hati tidak terpancing memberikan data yang diminta oleh situs situs tertentu dengan berbagai dalih. Carilah cara agar anak anak leluasa bertanya kepada anda bila mereka ragu tentang data pribadi yang diminta atau tentang identitas orang yang berkomunikasi dengan mereka secara daring. Upayakan agar anda menjaga komunikasi dengan anak tentang kegiatan daring mereka, siapa saja yang mereka temui, apa saja yang lucu, menyenangkan dan apa yang kurang mereka sukai.

 

Ancaman “Virus”

Meskipun virus adalah satu dari bermacam ancaman yang kita temui pada waktu peralatan kita terhubung dengan jaringan internet, penulis senang menggunakan judul topik ini dengan “virus” karena memudahkan pemahaman. Dalam kehidupan sehari hari “virus” ada dimana mana, di udara, dalam makanan/minuman yang tercemar. Virus juga menyebar dengan berbagai cara melalui makanan, kontak fisik atau udara. Cara terbaik menghindari virus adalah dengan menjaga kebersihan dan meningkatkan daya tahan tubuh dengan pola hidup yang sehat. Sama halnya dengan virus di kehidupan sehari hari, virus komputer dapat kita atas dengan menjaga kebersihan dan meningkatkan daya tahan perangkat yang kita gunakan dan cara kita memakai internet. Virus dan peranti lunak jahat lain yang ada di internet menyebar dan ditularkan melalui jaringan internet dan juga melalui media yang kita gunakan seperti keping CD/DVD dan flash disk. Bisa saja satu flash disk orang yang kita masukan ke komputer kita untuk keperluan tertentu sudah tertular virus yang selanjutnya masuk dan menulari komputer kita. Virus dapat digunakan orang orang untuk mengambil data data pribadi dari komputer atau perangkat lain yang kita gunakan. Melalui jaringan tanpa kita ketahui data data tersebut dikirim dan dikumpulkan. Virus dapat juga menyebabkan perangkat kita menjadi alat dari orang jahat yang menggunakan komputer kita tanpa kita ketahui untuk ikut menyebarkan informasi komersial seperti iklan dan bahkan untuk melakukan serangan serangan yang dikenal sebagai “cyber attack”. Bila perangkat kita mulai bekerja dengan sangat lambat, tempat penyimpanan menjadi penuh dan banyak hal yang kurang biasa timbul mungkin kita sudah terserang virus.

Lalu bagaimana menghindari dan mengatasi masalah virus? Perangkat yang kita gunakan dapat dilengkapi dengan perangkat anti virus yang akan membantu kita menjaga agar virus dapat dikenali dan dihapus. Namun banyak tawaran anti virus yang kita dapatkan di internet yang sebenarnya adalah virus juga, oleh karenanya kita harus waspada juga tidak terburu-buru dan  terpancing untuk mengunduhnya begitu saja. Banyak virus menyebar melalui program dan materi lain yang kita akses melalui internet. Sebuah program permainan bisa saja didalamnya ada virus-nya. Di media sosial banyak materi yang menarik dan penuh sensasi ternyata berisi virus yang kemudian merugikan kita karena yang mencuri data pribadi kita.

Sebagaimana kita juga berjaga dari virus dalam kehidupan sehari hari, kita harus menjaga kebersihan dalam kegiatan di internet kita dan anak anak kita. Bagaimana caranya? Pertama, tidak menggunakan peranti lunak bajakan dengan alasan apapun. Membeli peranti lunak yang asli mungkin memerlukan biaya, bila kita ingin berhemat dan lebih leluasa maka disarankan menggunakan peranti lunak yang dikenal sebagai “open source” atau berkode sumber terbuka. Ajari anak anak untuk mengenal dan menggunakan peranti lunak “open source” yang akan membuat mereka lebih mandiri dan menghargai norma dan etika dalam berinternet.

Yang kedua, adalah dengan berhati hati memakai dan mengunduh materi materi yang tidak jelas sumbernya meskipun dikemas dengan menarik dan mengundang rasa ingin tahu.

 

Cyber Bullying

Mungkin pembaca sudah pernah mendengar sedikit tentang apa yang dikenal sebagai “cyber bullying”. Cyber bullying adalah bentuk kekerasan yang terjadi pada orang secara daring. Bentuk bentuknya sangat beragam dari penghinaan, pelecehan sampai dengan ancaman yang membuat korbannya sangat tertekan. Bila terjadi pada anak anak dampaknya tidak boleh disepelekan karena dapat membuat anak anak mengalami depresi yang dapat terus meningkat hingga berdampak kejiwaan yang berbahaya. Cyber bullying pada anak anak dapat dimulai dari perbuatan iseng dari satu atau sekelompok anak kepada satu anak yang menjadi sasarannya. Hal ini bisa segera meningkat dan akumulasinya bisa menjadi serius.

Bagaimana kita menghindari dan mengatasinya? Penulis menggunakan istilah membimbing anak dalam judul tulisan karena membimbing berarti menjalin komunikasi dengan anak. Jelaskan kepada anak kita bahwa di internet ada perilaku yang kurang baik, tanpa menakut-nakutinya. Yakinkan anak bahwa anda selalu siap untuk mendengarkan dia bercerita kepada anda bila dia menemukan hal hal yang tidak menyenangkan dalam kegiatan daring. Ancaman cyber bullying harus dianggap serius dan dilaporkan kepada pihak pihak yang kompeten seperto orang tua pelaku, guru dan bila diperlukan penegak hukum. Pahami bahwa etika dan norma kehidupan baik secara fisik maupun daring adalah sama adanya. Tidak ada perbuatan yang di internet boleh sedangkan dalam kehidupan tatap muka dilarang.

 

Konten Negatif 

Topik ini biasanya membahas materi materi yang tergolong dalam pornografi. Meskipun materi dengan unsur pornografi berpotensi buruk pada pertumbuhan jiwa anak namun masih banyak materi lain yang juga perlu diwaspadai seperti materi kekerasan, propaganda ajaran ajaran berbahaya baik yang eksplisit maupun terselubung. Untuk konten negatif para penyelenggara akses internet umumnya sudah berupaya melakukan penapisan atau “filtering” konten negatif, sering dikenal sebagai “pemblokiran situs porno”. Hal ini tidak menjamin anak anak kita pasti terhindari dari mendapat akses pada  konten negatif ini. Bagaimana kita menyikapinya? Beberapa pakar pendidikan menyarankan orang tua berperan aktif dalam berkomunikasi secara terbuka mengenai hal hal yang terkait seks dengan anak. Komunikasi ini sangat penting termasuk dalam membahas materi yang tersedia di internet. Hindari sikap kita yang membuat anak anak ragu atau takut membahas apa saja yang mereka lihat dan rasakan dalam kegiatan internet mereka. Upayakan mereka nyaman bercerita tentang hal hal itu dengan anda. Meski mudah untuk dikatakan dan mungkin sulit dilakukan bila kita upayakan dengan sungguh sungguh hal itu sebenarnya tidak terlalu sulit. Untuk dapat berkomunikasi secara efektif seperti diharapkan ini tentu orang tua harus memahami bagaimana anak anak menggunakan internet. Cara memahami yang mudah adalah dengan juga menggunakannya dalam batas batas yang praktis dan wajar.

Internet telah membawa banyak peluang peluang baru bagi manusia untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kehidupannya. Hal yang sama juga berlaku bagi anak anak kita. Semakin banyak manfaat yang mereka dapatkan dan semakin sedikit dampak buruk bagi mereka, maka semakin baik internet untuk mereka. Ini menyebabkan membimbing aktivitas internet anak menjadi sangat penting dalam peran orang tua mendidik anaknya. Marilah kita berikan upaya kita yang terbaik bagi masa depan mereka.

 

 

Teddy Sukardi

Ketua Umum – Ikatan Konsultan Teknologi Informasi Indonesia