Oleh Uli Hartati

Perempuan Masa Lalu

Tanpa huruf

Tanpa angka

Ya..hanya sebatas Perempuan
Menikah,

Melahirkan,

Memasak,

Menjaga Keluarga

13895510_10206388688779394_4061899795826392360_n

Bisa jadi dahulu perempuan itu adalah kata lain dari kebodohan. Perempuan tak layak sekolah, perempuan hanya harus menjaga keluarganya. Kemiskinan, keadaan negara yang kacau balau membuat perempuan lama terjajah. Namun di saat aku lahir, beruntung aku sudah bisa menikmati sekolah, aku sudah bisa menjadi Ketua Kelas, bahkan kini aku menjadi seorang istri yang bahu membahu bersama suami untuk bisa menafkahi keluarga kecil kami.

Meski saat ini masih ada diskriminasi terhadap perempuan, tapi paling tidak hanya beberapa poin, sedikit lagi saja. Aku yakin dengan meningkatkan kualitas, maka perempuan Indonesia bisa sejajar dengan kaum Adam. Awal Agustus 2016, bersama beberapa rekan blogger aku berkesempatan hadir di sebuah acara yang benar-benar support keberadaan kaum Hawa di negeri ini. Bisa jadi tidak semua kaum Hawa menyadari bahwa dirinya begitu diperhatikan oleh pemerintah, bahkan negara pun peduli, apa alasan Anda untuk tidak bangkit ?

Adalah Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Republik Indonesia, saat ini merupakan lembaga negara yang peduli terhadap segala persoalan menyangkut perempuan, dan tentunya perempuan tak bisa dipisahkan dengan anak. Pada kesempatan ini KPPPA mengajak para blogger untuk menghadiri seminar dalam rangka roadshow Serempak di kota Jakarta. Apakah teman-teman sudah tahu apa itu Serempak ? Jujur aku baru mengetahui keberadaan Serempak ya saat acara ini, awalnya aku pikir itu hanya kata lain dari “bersamaan, bareng-bareng” akan tetapi aku salah! Nanti kita bahas ya apa sih Serempak itu ?

13884453_10208634543413522_172117155_n
Tema yang dibahas KPPPA dan Serempak adalah “Pendayagunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pemberdayaan Perempuan. Roadshow Serempak di Jakarta merupakan rangkaian roadshow yang sudah diadakan sejak Juli lalu, sebelumnya Serempak telah mengadakan acara serupa di kota Makasar dan Surabaya, Jakarta adalah kota ketiga. Acara ini masih akan terus berlangsung di kota lainnya sampai November tahun ini. Acara dibuka dengan sebuah tarian “kipas” persembahan remaja SMA.

Kenapa KPPPA dan Serempak begitu concern dengan masalah Teknologi? Secanggih itukah perempuan ? NO! Karena di era internet ini berdasarkan survey ternyata pengguna internet terbesar adalah perempuan, nyaris menyentuh 52% dan sisanya adalah kaum pria. Pemerintah merasa mempunyai kewajiban untuk memberi alert terhadap kaum Hawa, jangan sampai salah langkah. Masih ingatkah dengan kasus Prita ? Seorang perempuan dengan niat curhat berujung jeruji besi? Salahnya dimana ? Hanya karena curhatan di sosial media, hanya karena update status kok bisa sih sampai ke penjara? Thats why ladies! Kita harus hati-hati, sebagai perempuan harus paham undang-undang teknologi sehingga apa yang kita lakukan di internet bisa mempunyai dasar hukum dan mematuhi perundang-undangan yang berlaku dan bila kita terkena masalah kita tahu langkah apa yang harus kita ambil.

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) semakin mengalami peningkatan yang cukup siginifikan, bahkan untuk pesan jajanan saja kita sudah pakai internet bukan? Di Indonesia sendiri belum semua wilayah bisa merasakan akses jaringan internet, namun di kota-kota besar Indonesia sebagian besar perempuan sudah melek TIK, dan menggunakan TIK sebagai

13933064_10208634540453448_1366676003_n

peluang untuk mengembangkan diri, memanfaatkan TIK untuk bisa memulai bisnis dalam mengahadapi persaingan global pada era MEA menuju masyarakat mandiri dan maju.

Roadshow Serempak Jakarta diselenggarakan di Hotel Sari Pan Pacific, dengan host Mbak Nurul Musyafirah yang juga seorang blogger ditemani oleh Founder IWITA (Indonesian Women IT Awareness) Mbak Martha Simanjuntak yang sekaligus merupakan Ketua Pokja Serempak dan ada 3 pemateri yang hadir yaitu Ir. Agustina Erni (Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat KPPPA), Ibu Mariam F Barata (Plt Dirjen Aptika, Kominfo) dan public figure Nova Eliza selaku Founder dari Yayasan Suara Hati Perempuan.

Pada kesempatan ini Ibu Erni berharap agar perempuan bisa bersaing di era MEA, perempuan harus meningkatkan kapasitas dan daya saingnya. Keberadaan TIK saat ini sudah tak bisa dipisahkan lagi dalam kehidupan, mungkin kita bisa melihat diri sendiri, bangun tidur buka gadget, mau tidur lihat gadget. Bahkan, ketika hendak memasak pun bisa jadi lihat gadget dulu hanya sekedar mencari ide menu masakan. Artinya, perempuan Indonesia sudah melek teknologi. Karena itu Ibu Erni sangat menyambut baik keberadaan Serempak yang hadir melalui websitenya untuk kemajuan perempuan.

Serempak sebagai website “seputar perempuan dan anak” berupaya meningkatkan akses perempuan di pemerintah, jasa, pendidikan, pengetahuan dan mengakomodir kebutuhan perempuan. Serempak hadir untuk perempuan dengan tujuan perempuan bisa mengoptimalkan pemanfaatan internet untuk produktivitas pribadi, pembelajaran, peningkatan ekonomi keluarga dan meminimalisasi dampak negatif yang bisa ditimbulkan kepada kaum perempuan, dan diharapkan dengan adanya roadshow ini maka kaum perempuan bisa menjadikan Serempak sebagai referensi dan media informasi bagi kaum perempuan.

Ibu Mariam F Barata selaku plt Ditjen Aplikasi Informatika Kominfo juga berharap agar penggunaan internet bisa diarahkan menuju internet sehat dan aman. Peranan perempuan sangat penting karena berdasarkan fakta saat ini perempuan adalah pengakses internet terbesar, Ngapain saja sih ibu-ibu? tanya beliau diiringi tawa kami para perempuan. Yes, memang sudah terjadi transformasi dalam pendidikan dan budaya, sudah zaman canggih, apa-apa cara solusi lewat internet. Bahkan, banyak juga masyarakat yang sudah bisa melaporkan berbagai kejadian di daerah melalui citizen jurnalism.

Kominfo melalui Aplikasi Informatika juga sering melakukan workshop untuk perempuan berupa pengajaran tentang teknologi sehingga kedepannya perempuan itu setara dengan pria untuk bidang IT. Tak semua di internet itu negatif, buktinya banyak orang sukses lewat internet, seperti Raditya Radika yang dianggap sebagai pemuda kreatif , memanfaatkan internet untuk ngeblog, membuat novel eh tau-tau jadi ngetop, bahkan akhir-akhir ini banyak pelajar Indonesia yang menciptakan aplikasi berbasis android. Sedangkan dampak negatifnya pun ada, maraknya cyber crime di dunia maya yang membahayakan kehidupan nyata, karenanya Ibu Mariam mengajak kita untuk bijak menggunakan internet serta mengetahui perundang-undangan yang berlaku sehingga bisa meminimalisir tindakan kekerasan yang terjadi khususnya bagi kaum perempuan.

Selain itu, Kominfo juga mempunyai program pemberian domain dan hosting bagi 1 juta UKM secara gratis. Sekarang banyak pelaku usaha di daerah yang bingung memasarkan produknya, selain keterbatasan akses tentu modal juga menjadi penghalang mereka untuk memasarkan produk secara online. Karena itu, pemerintah merasa harus ambil bagian untuk menyongsong MEA sehingga pelaku UKM bisa bersaing di era globalisasi.

Pemerintah dalam hal ini Kominfo terus bergerak untuk mengawasi dan banyak website dengan konten tak layak sudah diblokir namun sangat susah untuk langsung mebersihkannya , ternyata setelah sebuah website diblock akan muncul duplikatnya, berganti nama namun isinya sama. Karenanya ibu Mariam tak memungkiri Kominfo tetap memerlukan peran aktif masyarakat dalam menuju penggunaan internet sehat dan aman. Dan bila ada konten negatif kita bis segera melaporkannya melalu email berikut : aduankonten@mail.kominfo.go.id dan info@nawala.org.

Sesi kedua diisi oleh Mbak Nunik Tirta Ardianto, rasanya blogger pasti sudah mengenal beliaukan? Blogger famous hehe dan ini adalah kali pertama aku menyaksikan sharing Mbak Nunik, betapa Mbak Nunik bisa menggunakan internet sebagai sarana untuk pengembangan dirinya, dari sekedar membentuk sebuah komunitas, mengupgrade ilmunya bahkan pada akhirnya saat ini Mbak Nunik menghasilkan rupiah dari internet. Lewat internet Mbak Nunik sudah diundang ke berbagai event international bersama sang suami yang memang ahli IT Mbak Nunik membangun start up lokal yang mendunia. IT adalah komunikasi yang menjembatani hubungannya dengan suami, lewat IT mereka serasi dalam rumah tangga dan dunia bisnis, great couple right!

Selanjutnya kehadiran Nova Eliza juga memberi aura positif bagi keberadaan perempuan. Ternyata artis ini sudah menyibukkan diri dengan kegiatan sosial. Maraknya kekerasan terhadap perempuan dan anak membuatnya bersama 60 orang public figure bergabung pada sebuah Yayasan Suara Hati, berharap lewat yayasan ini Nova bisa membantu perempuan yang mengalami kekerasan. Saat ini Nova bersama Yayasan sedang menggalang dana untuk membangun rumah singgah yang layak bagi perempuan yang mengalami tindak kekerasan.

Well, bagian akhir sesuai janji kita akan bahas Serempak. Kehadiran Mbak Martha Simanjuntak selaku Ketua Pokja Serempak cukup menjelaskan keberadaan Serempak dan peranannya bagi kaum perempuan.

Serempak adalah salah satu portal di bawah naungan KPPPA. Kepanjangan dari serempak adalah “Seputar Perempuan dan Anak”. Ternyata, selama ini ada loh website yang bisa menampung segala persoalan perempuan lengkap dengan solusinya. Kita bisa mengakses portal serempak dengan alamat https://serempak.id. Mbak Martha berharap keberadaan serempak bisa menjadikan jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Pada portal ini kita bisa mendapatkan berbagai informasi tentang perempuan dan anak, ada artikel menarik terkait perempuan dan anak, tentang budaya, teknologi bahkan persoalan kekerasan bisa mendapatkan solusi di sini. Untuk yang ingin mengaktualisasikan diri juga bisa diwadahi portal ini, blogger mungkin bisa menjadi kontributor di website serempak, bahkan para narasumber yang dihadirkan adalah orang-orang yang ahli di bidangnya.

Visi Serempak adalah mengoperasikan portal IT untuk perempuan dengan fasilitas informasi dan berita tentang kegiatan terkait, artikel tentang TIK dan topik lainnya terkait perempuan, materi ajar yang dapat diakses secara online, dan forum sebagai sarana diskusi yang dimoderatori oleh para pakar pada topik masing-masing melalui media sosial. Sedangkan misinya adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan memanfaatkan TIK untuk perempuan sehingga dapat lebih produktif dalam semua sisi kehidupan sehari-harinya. Ehem, sepertinya aku harus sering akses deh website ini, beruntung bisa hadir pada seminar kali ini sehingga paham bahwa melek internet bukan hanya sekedar bisa menggunakan kuota tetapi kita harus bisa mengupgrade diri bahkan jika perlu menjadi pengaruh positif bagi perempuan lain disekitar kita.

Menghadapi MEA yang sedang berjalan selayaknya perempuan harus semakin cerdas, memahami dunia TIK dengan penuh tanggung jawab, bisa membawa dampak positif kepada diri sendiri bahkan orang lain serta mampu memperbaiki ekonomi dari keberadaan TIK, maka ambil peluang dan jadilah perempuan cerdas bersama Serempak !

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba menulis serempak