Kasus bullying tak henti-hentinya terjadi di sekitar kita. Beberapa hari lalu, ramai diberitakan bullying yang dilakukan oleh mahasiswa, yang sudah berusia tidak remaja lagi. Yang marak terjadi saat ini adalah cyber bullying, tindak perisakan yang dilakukan di internet.

Menurut Wikipedia, pengertian bullying adalah penggunaan kekerasan, ancaman atau paksaan untuk mengintimidasi orang lain.  Lalu disebutkan juga bahwa tindakan bullying atau penindasan ini bisa empat jenis, yaitu secara emosional, fisik, verbal dan cyber.

Cyber bullying berbahaya karena sebagian besar terjadi tanpa bisa diketahui orang selain pelaku dan korban. Cyber bullying banyak menimpa anak-anak usia remaja, baik laki-laki maupun perempuan.

Jenis-jenis cyber bullying berbagai macam, mulai dari mempermalukan korbannya dengan cara mengunggah foto-foto yang direkayasa sedemikian rupa hingga melakukan pemalsuan akun menggunakan nama orang lain untuk melakukan intimidasi pada korban bully.

Efek cyber bullying tak jauh beda dengan bullying di dunia nyata. Tindakan perisakan lewat dunia maya mengakibatkan dampak psikologis pada korban, seperti kehilangan kepercayaan diri, ketakutan untuk bersekolah atau keluar rumah, semangat belajar menurun, bahkan tak jarang mengakibatkan depresi.

Melihat bahaya cyber bullying yang tidak kalah besarnya, sebaiknya orang tua juga tahu caranya mendampingi anak-anak sebagai antisipasi dini menghadapi cyber bullying yang sewaktu-waktu mengancam buah hati kita.

  1. Perkuat komunikasi dengan anak
    Perkuat hubungan orang tua dengan anak, sehingga anak merasakan nyaman dengan orang tua. Jika anak merasa nyaman, mereka tidak akan segan untuk terbuka membicarakan masalah-masalah mereka dengan orang tuanya. Hal ini penting, karena keterbukaan anak akan membuat orang tua lebih memahami situasi dan kondisi anaknya.
  2. Melek internet
    Orang tua perlu mempelajari dan memahami internet dan media sosial agar bisa mendiskusikan manfaat dan dampaknya dengan anak. Baik juga jika orang tua juga membuat akun di media sosial, sehingga tetap bisa berinteraksi dengan anaknya, sekaligus mendapat gambaran seputar pergaulan anaknya di media sosial.
  3. Mendiskusikan perkembangan media sosial
    Dengan memiliki cukup pengetahuan tentang internet dan media sosial, orang tua akan lebih mudah berdiskusi seputar media sosial bersama anak-anak mereka. Diskusikan bersama tentang kelebihan, manfaat, sekaligus sisi negatif internet dan media sosial. Kenyamanan yang dirasakan anak saat orang tuanya “nyambung” ketika diajak berdiskusi akan meningkatkan rasa percaya diri, yang akan menjadi pertahanan pertama mereka jika sewaktu-waktu mereka menghadapi bullying.
  4. Tingkatkan kepekaan
    Kepekaan seperti apa yang perlu ditingkatkan? Orang tua tentu hafal karakter dan perangai anak-anaknya–bagaimana sikapnya saat sedihtau gusar, seperti apa ekspresi kegembiraannya, dan sebagainya. Orang tua perlu mengamati ekspresi perasaan anak dalam kaitan interaksi mereka dengan internet dan media sosial.
  5. Perbaharui pengetahuan secara kontinyu
    Teknologi begitu cepat berkembang. Sebagai orang tua, sudah selayaknya kita terus mengupdate pengetahuan agar tidak ketinggalan info, terlebih seputar perkembangan teknologi yang mengandung potensi kejahatan dan cyber bullying. Sekarang sudah banyak lembaga pemerhati anak dan teknologi yang rajin memberikan info seputar kejahatan di internet melalui berbagai diskusi, seminar, atau selebaran online. Dengan begitu orang tua akan mengetahui perkembangan yang sedang terjadi.
  6. Bagikan pengetahuan pada anak
    Bagikan pengetahuan, dan beritahu pada anak mengenai seluk beluk cyber bullying, seperti apa jenisnya, bagaimana cara menghadapi dan mengatasinya, apa bahayanya cyber bullying dan sebagainya. Memberi tahu cara menghadapi cyber bullying akan memperkecil risiko anak akan merasa terintimidasi oleh kejahatan maya tersebut. Ajarkan keberanian, ketegasan pada anak untuk tidak takut, dan percaya diri saat menghadapi cyber bullying.
  7. Ajari anak menyimpan bukti
    Bila memang terjadi mengalami cyber bullying, ajarkan pada anak untuk menyimpan bukti bullying itu. Bukti-bukti itu akan berguna jika tingkat bullying sudah membutuhkan penanganan yang lebih serius.(nf)