Oleh:  Abby Onety

Tidak ada bukti bahwa kualitas otak perempuan itu kurang dari kualitas otak laki-laki, atau ketajaman otak perempuan kalah dengan ketajaman otak laki-laki. Kualitasnya sama, ketajamannya sama. Hanya kesempatan yang tidak sama, kesempatan berkembangnya yang tidak sama. Justru kurang dikasihnya kesempatan oleh system itulah, kita wajib berikhtiar membongkar ketidakadilan masyarakat terhadap kaum perempuan. (Bung Karno, 1963).

Merujuk dari kalimat di atas, jelas sekali terlihat bahwa perempuan mempunyai peluang yang sama dengan laki-laki dalam mengisi reformasi pembangunan dalam meningkatkan kualitas bangsa, bahkan mampu bersaing dengan dunia maju dalam era globalisasi tanpa menanggalkan adat dan norma keperempuanan.

Perempuan tidak hanya sebagai istri atau ibu dalam keluarga tetapi juga sebagai anggota masyarakat yang harus mampu mengeksplorasi diri dengan sumberdaya manusia yang dimilikinya sebagai aset bangsa. Perempuan punya banyak potensi dan siap mengisi kemerdekaan Indonesia.

Untuk itu, seorang perempuan harus berwawasan luas agar dalam prosesnya akan menciptakan perempuan yang terampil, elegan dan berkarakter. Perempuan yang berwawasan harus bisa menginspirasi perempuan-perempuan lainnya, sebab negara membutuhkan perempuan tangguh, cerdas, dan visioner.

Perempuan adalah tiang negara, bila perempuan baik maka baiklah negara dan bila perempuan rusak maka rusaklah negara. Untuk itu, perempuan layak mendapat pendidikan pada segala bidang, termasuk bidang IT. Perempuan yang terdidik akan menciptakan keluarga yang sejahtera karena perempuan bertanggungjawab terhadap lahirnya generasi terdidik yang akan meneruskan perjuangan bangsa.

Lantas, apa yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan? Banyak hal yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam mendukung pemberdayaan perempuan.
Salah satunya adalah Kementerian pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI menggandeng IWITA (Indonesian Woman IT Awareness) untuk bekerjasama menggelar Roadshow SEREMPAK 2016 (Seputar Perempuan dan Anak) di beberapa kota di Indonesia. Untuk Kota Makassar sendiri, Serempak mengangkat tema “Perempuan-Perempuan Penggerak E-Commerce”.

 

13814620_120300000042641598_932893312_n-1

 

Perempuan adalah pengguna IT tertinggi dengan sumber data sebanyak 51% pengguna internet di Indonesia. Sementara perempuan Makassar adalah pelaku E-commerce tertinggi. Oleh karena itu, Makassar menjadi kota pertama yang dipilih untuk sosialisasi ini.

Roadshow SEREMPAK 2016 dilaksanakan di Four Point by Sheraton Hotel Makassar pada tanggal 18 Juli 2016. Acara ini dimulai dari pukul 08.30 sampai pukul 13.00 yang ditutup dengan makan siang. Peserta yang hadir adalah perempuan pelaku UKM, beberapa organisasi perempuan, 7 orang perwakilan sekolah, 4 orang dari perguruan tinggi yaitu Unhas, UIN, UMI dan Politeknik negeri, serta Komunitas Blogger.

Bapak Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Agus Arifin Nu’mang, hadir untuk membuka acara roadshow. Dalam sambutannya, Agus Arifin Nu’mang mengapresiasi kegiatan yang selalu mendukung pemberdayaan perempuan. Persoalan kedepannya adalah bagaimana menghadapi IT dalam menunjang pemerintah kota dalam program Smart City.

 

13728476_120300000042795055_1436656301_o-1

 

Menurutnya, semakin canggih kota, semakin canggih juga kejahatan. Oleh karena itu, perlu dukungan dari semua pihak untuk penggunaan IT secara positif. Sapaannya terhadap Komunitas Blogger Perempuan Makassar, Agus Arifin Nu’mang sangat berharap agar para blogger perempuan Makassar bisa berbagi informasi positif kepada khalayak umum terkhusus kepada para perempuan.

Masyarakat Makassar identik dengan pedagang, dalam darahnya telah mengalir jiwa pedagang. Oleh karena itu, perempuan Makassar harus dibantu untuk mendapatkan informasi terbaik dalam mengakses model-model perdagangan. Diharapkan SEREMPAK bisa menjadi ruang pastisipasi antara pemerintah dan komunitas.

Empat narasumber yang diundang dalam kegiatan ini adalah Ratna Susianawati selaku Asisten Deputi Kesetaraan Gender Bidang Infrastruktur dan Lingkungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. Ratna Susianawati dalam paparannya sangat berharap semakin banyak perempuan yang terlibat sebagai pelaku e-commerce sehingga dapat mengangkat derajat ekonomi keluarga.

Martha Simanjuntak (Ketua Pokja Serempak) turut hadir sebagai narasumber yang dalam paparannya mengatakan bahwa kedudukan perempuan dalam pembangunan Indonesia modern perlu terus ditingkatkan serta diarahkan sesuai kodrat, harkat, dan martabat perempuan.

Untuk itu, perempuan perlu mempertebal kepercayaan dirinya dengan meningkatkan pengetahuan, teknologi dan agama. Kaum perempuan harus bisa menemukan konsep diri serta mengidentifikasi diri.

Hadir pula anak muda pelaku bisnis asal Makassar, Rahmiana Rahman selaku Founder CV. SOULMAKS Creative dan co-founder bacaan bisnis.com yang dalam materinya mengatakan bahwa beberapa amazing facts yang diharapkan bisa menginspirasi perempuan untuk terlibat aktif di e-commerce, bukan sebagai konsumen tetapi sebagai produsen.

Beberapa contoh amazing facts tersebut adalah 56% PDB Indonesia berasal dari uasaha kecil dan 23% dari usaha kecil ini dimiliki oleh perempuan (disadur dari data UN:2015).

Sementara Aresdi Mahdi Asyathry selaku Komisaris Kreasi LOGUE International, mengungkap perkembangan jasa pengiriman barang pada tahun 2013 meningkat diatas 100%. Ini menandakan bahwa e-commerce semakin hari semakin diminati oleh masyarakat.

Bertindak sebagai moderator adalah seorang perempuan yang semangatnya selalu berapi-api membakar semangat peserta, siapa lagi kalau bukan Luna Vidya Matulessy. Seorang Independent Communication Consultant yang akrab disapa Mbak Luna.

 

14139085_120300000082553063_1942878568_o

 

Manfaat perempuan menguasai teknologi dan informasi sangat banyak, di antaranya:
1. Akan mudah mengakses informasi, baik untuk kepentingan pribadi maupun kepentingan umum. Misalnya, informasi olahraga dan kesehatan serta ilmu pengetahuan lainnya.
2. Untuk bidang ekonomi sekarang sedang maraknya berjualan online sehingga ibu-ibu/kaum perempuan dapat memasarkan produknya tanpa keluar rumah, dan segi positifnya dapat intens mengasuh anak-anaknya di rumah.
3. Apabila ibu-ibu menguasai teknologi akan mudah untuk melindungi anak dengan selalu memantau dan mengontrol penggunaan hp anak-anaknya.

Dari berbagai hasil penelitian tentang perempuan Indonesia banyak dijumpai masalah. Padahal peranan perempuan sama pentingnya bagi pembangunan nasional disamping laki-laki.

Bahkan, dapat dikatakan sebagai ciri khas perempuan Indonesia adalah pedagang di pasar yang didominasi oleh perempuan. Hambatan yang dijumpai oleh perempuan adalah banyak perempuan yang kurang terampil untuk masalah-masalah tertentu, terutama dalam hal teknologi.

Untuk itu, di era informasi ini perempuan digoda untuk hanyut dalam dunia globalisasi. Perempuan yang mau maju adalah perempuan yang bersedia mengakses peluang, termasuk mempersiapkan diri untuk memasuki dunia Pasar Bebas Asean (MEA).

Oleh karena itu, perempuan harus mampu mengembangkan dirinya untuk berperan aktif dalam segala bidang setara dengan laki-laki sebagai mitra yang harmonis dalam mengisi kemerdekaan menuju Indonesia modern.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba menulis Serempak

Sumber Bacaan :
http://www.ekonomidigital.id/2016/07/27/serempak-2016-demi-kesetaraan-gender-di-bidang-tik/

http://www.antaranews.com/berita/576288/serempakid-tingkatkan-pemahaman-perempuan-melalui-ti