Demi menjaga kesehatan, manusia modern menembuh beragam cara, mulai dari mengurangi porsi makan, melakukan food combining, olahraga teratur, hingga mengkonsumsi suplemen makanan atau obat tertentu. Semua itu mereka lakukan agar tubuh tetap prima meskipun kesibukan kian menggunung.

Seperti pepatah sedia payung sebelum hujan, mencegah tentu lebih baik daripada melakukan berbagai cara penanggulangan ketika tubuh mulai terserang beragam penyakit dan gejala penurunan fungsi organ. Selain menurunkan produktivitas, cara-cara yang sifatnya menanggulangi tentu saja bisa menguras biaya, tenaga, bahkan waktu yang tidak sedikit.

Salah satu pola gaya hidup yang tengah menjadi tren saat ini adalah ketogenic atau disebut pula keto. Ketogenic menjadi salah satu metode diet yang cukup diminati. Pola makan ketogenic digagas oleh Gianfranco Capello, seorang profesor dari Italia yang telah melakukan penelitian bertahun-tahun sebelum menemukan formulasi pola makan tinggi lemak.

Yang menarik, kalau berbagai metode diet biasanya menghindari makanan berlemak, metode ketogenic ini sebaliknya: sangat mengandalkan lemak sebagai zat konsumsi utama dan mengurangi bahkan menghilangkan karbohidrat dalam menu makanan. Porsi lemak dalam diet keto bisa mencapai 60-70% sedangkan sisanya adalah karbohidrat dan protein.

Gaya hidup ketogenic mensyaratkan keadaan ketosis sebagai kondisi tubuh paling ideal. Jika selama ini kita mengandalkan karbohidrat sebagai sumber energi, pelaku pola ketogenic menjadikan lemak sebagai bahan bakar utama energi dalam tubuh. Keton–sumber energi yang berasal dari lemak–dapat digunakan di semua sel tubuh kecuali liver. Ini berbeda dengan glukosa, yang dihasilkan oleh karbohidrat, yang setelah dicerna dan diubah menjadi energi hanya akan menumpuk menjadi gula darah.

Perkembangan penganut pola ketogenic ini cukup meningkat, tak terkecuali di Indonesia. Tak sedikit pelaku diet keto juga men-share berbagai menu makan rendah karbo dan tinggi lemak di jejaring media sosial. Banyak akun yang khusus membahas tentang inspirasi menu makanan lezat untuk pelaku ketogenic. Inspirasi diet keto diikuti foto perubahan bentuk tubuh menjadi semakin langsing dari waktu ke waktu membuat semakin banyak orang juga tergiur melakukan diet keto.

Meskipun bagi sebagian orang metode ini ampuh untuk menurunkan berat badan, tetap saja gaya hidup ketogenic memiliki efek samping. Dalam jangka pendek, mengkonsumsi karbohidrat dalam jumlah sedikit bisa menyebabkan gangguan metabolisme tubuh, pingsan dan sebagainya. Konsumsi lemak berlebih juga dapat berisiko meningkatkan kolesterol ataupun trigleserida jika tidak dalam pengawasan atau rekomendasi ahli medis. Ini juga tidak terlepas dari pola makan orang Indonesia pada umumnya, yang bisa mencapai 60-70% karbohidrat. Penurunan asupan karbohidrat secara ekstrim–hingga hanya 10-30%–tanpa pengawasan dokter bisa mengganggu metabolisme tubuh .

Sebagai pertimbangan, metode terbaik dan ideal bagi tubuh tentu saja tetaplah harus menjaga asupan makanan dan olahraga secara seimbang. Yang tidak kalah penting, konsultasikan dengan ahli kesehatan dan cari informasi sebanyak mungkin sebelum memutuskan akan menjalani pola diet tertentu agar sesuai dengan kondisi tubuh.(wf)