Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan serius di DKI Jakarta. Berdasarkan hasil survei prevalensi TB 2013/2014 dari Kementerian Kesehatan RI, terdapat 1 juta kasus TB baru setiap tahun, dengan angka kematian mencapai 100.000 orang per tahun. Sebagian besar pasien TB adalah kelompok usia produktif, yaitu di rentang usia 15 – 55 tahun.
Pada peringatan Hari TB Sedunia bulan Maret 2016 lalu, telah dicanangkan Gerakan Nasional melalui ‘Temukan TB Obati Sampai Sembuh’ (TOSS TB) yang berupaya mengajak semua pihak untuk meningkatkan kepedulian pencegahan dan pengendalian TB.
“Pasien TB dapat sembuh jika melaksanakan pengobatan sampai tuntas, maka semua pasien TB harus ditemukan dan diobati sampai sembuh. Saya berharap transportasi publik dapat menjadi media saluran informasi yang tepat dan benar tentang TB, sehingga target eliminasi TB tahun 2035 dapat tercapai,” kata dr. Asik Surya, MPPM, Kepala Sub Direktorat Tuberkulosis, Direktorat Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Kementerian Kesehatan RI kepada Serempak.id.
 
Pada 7 Desember 2016, 100 relawan kegiatan kolaborasi lintas sektor untuk wujudkan Indonesia bebas TB melakukan edukasi tuberkulosis (TB) di transportasi publik Jakarta. Para relawan, termasuk karyawan Johnson & Johnson Indonesia dan kader LKNU, turun langsung ke lapangan untuk mencari tahu seberapa jauh pemahaman masyarakat tentang Tuberkulosis (TB), sekaligus memberikan informasi dasar seputar penyakit.
“Penanggulangan TB yang dilakukan pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah dengan menemukan kasus hingga pengobatan. Kami mendukung upaya edukasi di transportasi publik ini sebagai langkah cerdas untuk mendukung upaya Indonesia menuju bebas TB,” tutur Soni Sumarsono, Plt Gubernur DKI Jakarta. 
Sementara itu dr. Koesmedi Priharto, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menegaskan, “Kami selaku penyelenggara fasilitas layanan kesehatan di Jakarta selalu meningkatkan kapasitas para tenaga kesehatan di berbagai pusat layanan kesehatan secara berkala,” katanya. Jika ini dilakukan, penyebarluasan TB dapat dibatasi dengan deteksi yang tepat dari para petugas.
Banyak pihak mengharapkan agar edukasi TB rutin selalu dilakukan di tengah masyarakat agar mereka juga bisa ikut menjaga kesehatan diri, keluarga dan lingkungannya dengan baik. Budi Kaliwono, Direktur Utama Trans Jakarta menyatakan saat ini armada Transjakarta berjumlah 1.300-an unit dan mengangkut sekitar 450.000-an pelanggan setiap harinya. “Kami sangat mendukung edukasi TB di Trans Jakarta,” katanya. (rab)