Gejala Awal Mielopathy

Mielopathy bukan penyakit yang menyerang secara tiba-tiba, ia bergerak lambat sehingga penderitanya kadang tidak menyadari. Namun ketika sudah sampai pada titik sakit maka tubuh bisa mengalami kelumpuhan. Saya masih ingat seminggu sebelum mielopathy menyerang secara serius gejala yang dialami adalah nyeri pinggang yang tidak kunjung sembuh meski sudah diobati. Rasa sakit pada pinggang ini kemudian meramat ke otot bagian bokong sehingga menyebabkan suami saya tidak bisa berjalan dengan benar. Secara tiba-tiba kaki menjadi pincang sebelah.

Kemudian disusul dengan rasa sakit pada kedua belah kaki seperti kram otot yang tidak tertahankan. Saya panik sebab kaki beliau tidak bisa disentuh sama sekali. Kondisi ini kemudian diperparah dengan hilangnya fungsi kantung kemih sehingga  tidak bisa mengontrol air seni. Akibatnya tanpa disadari suami buang air kecil begitu saja. Ditengah kepanikan saya mencoba tenang dan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang apa nama penyakit suami melihat dari gejalanya.

Mielopathy menurut Wikipedia adalah hilangnya secara bertahap fungsi saraf yang disebabkan oleh gangguan pada tulang belakang. Mielopaty dapat disebabkan karena cedera tulang belakang yang mengakibatkan berkurangnya sensasi sentuhan atau kelumpuhan.

Sedangkan menurut DR. Dr. Ridha DharmajayaSpBS mielopathy berasal dari medulla spinalis yang merupakan saraf pusat lanjutan dari saraf pusat otak. Bentuknya seperti lorong yang berjalan dan terbentuk dari sekumpulan tulang yang saling berhubungan. Medulla spinalis ini berfungsi antara lain memberi kekuatan, kemampuan merasa pada tangan dan kaki dan berperan dalam kemampuan mengontrol kantung kemih serta buang air besar.

Itulah definisi singkat dari mielopathy dan jika dilihat dari pengertian serta gejalanya suami mengalami hampir 80 persen dari itu. Ketika itu kami tidak langsung ke dokter, kami memilih  berobat ke shin she dan dari sana diberi beberapa ramuan obat dari China dan ginseng Korea.

Namun kecurigaan saya tidak berkurang apalagi melihat ternyata suami buang air kecil di celana tanpa disadari lebih dari 24 jam.  Dan yang paling parah kedua belah kaki sama sekali tidak bisa digerakkan. Kemudian kami membawanya ke Rumah sakit dari hasil diaknosis sementara suami hanya terkena kram kaki kronik namun belum dibolehkan pulang sebab akan ada observasi lanjutan dari penyakitnya. Setelah di rawat  beberapa hari baru dokter mengeluarkan keputusan bahwa suami terkena mielopathy melihat dari gejala yang dialami.

Fisioterapi untuk penderita mielopathy

Sebagai langkah pertama dari pengobatan terhadap penyakit ini dokter menyarankan untuk konsultasi dengan spesialis fisioterapi untuk mencegah terjadinya kelumpuhan permanent. Oleh ahli fisioterapi penderita mielopathy diberi serangkaian latihan untuk menggerakkan kembali saraf yang lumpuh. Mengingat penderita mielopathy berbeda dari stroke yang umumnya menyerang sebagian tubuh saja. Namun secara kasat mata antara stroke dan mielopathy memang memiliki banyak kesamaan itulah mengapa banyak orang mengatakan bahwa suami menderita stroke.

Sehari setelah mendapat penanganan dari spesialis fisioterapi suami akhirnya bisa berdiri namun tetap dibantu. Jika tadinya kedua kaki terasa lemas dan mati rasa kini mengalami sedikit kemajuan. Meskipun sewaktu berdiri hanya sanggup 3 menit namun setidaknya kedua kaki sudah bisa menopang tubuhnya.

Terapi mielopathy dengan obat-obatan medis

Karena masih ditangani oleh dokter spesialis saraf penggunaan obat-obatan medis tentu dilaksanakan. Obat pertama yang diberikan untuk mengurangi rasa sakit dan mengurangi keluhan dari gejala lainnya. Obat-obatan seperti anti peradangan seperti kortikosteroid adalah obat anti inflamasi yang kuat. Obat ini  menjadi pilihan mengingat kondisi suami yang tergolong kronik. Namun sebelum memberikannya dokter sudah lebih dulu berpesan bahwa efek samping dari obat ini lebih berat apalagi jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama.

Pernyataan dokter tersebut bisa jadi benar karena setelah menderita penyakit ini pasien jadi kesulitan buang air besar. Hilangnya fungsi saraf pada otot bagian anus menyebabkan fases tidak bisa keluar dengan baik. Selain itu tidak bisa menahan buang angin dan urine dapat keluar sewaktu-waktu tanpa bisa ditahan. Untuk menanggulanginya pasien sebaiknya menggunakan diapers. Dan sementara waktu menggunakan kateter urin. Kondisi ini berlangsung lebih kurang  satu bulan.

Untuk pengobatan secara lanjutan dari penyakit ini dokter menyarankan untuk melakukan tindakan operasi yang bertujuan untuk menghilangkan penekanan terhadap saraf yang terjepit serta menjaga stabilitas dari daerah tubuh yang terganggu. Pemasangan implant pada tulang belakang diharapkan dapat mempercepat penyembuhan. Dan setelah operasi dokter menyarankan untuk meggunakan penyangga leher dalam waktu antara satu hingga tiga bulan. Mengingat penyakit mielopathy ini memang menyerang tulang belakang yang berpangkal pada leher namun tinggal di bagian tubuh mana yang akan mengalami kelumpuhan.

Mengingat pengobatan secara medis dapat menimbulkan banyak efek samping terhadap fungsi saraf lainnya kami sepakat melanjutkan pengobatan dengan jalur terapi non operasi.

Menangani mielopathy dengan terapi non operasi

Terapi ini bertujuan untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi kerja saraf yang terganggu. Meskipun memakan waktu yang lama untuk memperbaikinya namun setidaknya efek samping dari terapi ini bisa dibilang tidak ada karena melepaskan diri dari penggunaan obat-obatan medis. Terapi mielopathy yang dijalani antara lain pemijatan pada saraf dari mulai kepala hingga ujung kaki. Pemijatan dilakukan untuk membangunkan kembali saraf yang terganggu dan memperbaiki kerja jantung.

Selain itu melakukan aktifitas fisik yang ringan dapat dilakukan mengingat kebiasaan penderita mielopathy akan mengurangi aktifitas fisik dengan alasan lemah pada otot. Padahal terapi fisik yang dimulai dengan lahitan stretching dapat mengembalikan fleksibilitas kekencangan otot leher, pundak, kedua lengan dan kaki. Melakukan stretching setidaknya 2-3 kali seminggu dapat menjaga flesibilitas kesimbangan tubuh.

Untuk meningkatkan kerja jantung pasien dapat menggunakan sepeda statis dan tredmill dengan kecepatan rendah. Sebab lemahnya salah satu otot pada tubuh secara tidak langsung tentu  berpengaruh pada kerja jantung. Berenang juga bisa menjadi pilihan yang baik karena dengan berenang akan menggerakkan saraf, otot dan jantung secara bersamaan.

Dengan melakukan terapi non operasi ini diharapkan pasien dapat melepaskan diri dari mielopathy secara bertahap. Dimulai dari kerja fungsi kaki yang membaik kemudian disusul dengan otot pada anus, kantung kemih. Yang perlu diingat adalah bahwa kesabaran menjadi kunci yang utama karena penyembuhan secara terapi non operasi tentu akan memakan waktu lebih lama dibanding jika pengobatan dilakukan dengan operasi.(wa)