Para wisatawan yang berkunjung ke Pulau Lombok kini tidak perlu khawatir atau bingung lagi dalam memilih oleh-oleh makanan yang sehat, aman dan tentunya enak untuk diberikan kepada keluarga ataupun sahabat. Pasalnya, sejak beberapa tahun terakhir ini hadir sebuah produk bernama Nutsafir. Sepintas Nutsafir terlihat seperti kue kering atau kukis pada umumnya, namun siapa sangka bahwa di dalamnya terkandung bahan-bahan dasar yang sehat.

Nutsafir merupakan produk kue kering yang terbuat dari berbagai macam biji-bijian. Total ada 8 (delapan) rasa kue Nutsafir yang terbuat dari 8 jenis biji-bijian yang berbeda, yaitu: kopi, melinjo, lebui, kacang mete, jagung, kedelai, kacang merah, dan kacang hijau. Karena terbuat dari bahan-bahan berkualitas, maka rasa kue Nutsafir pun tidak perlu diragukan lagi. Enak dan pas untuk semua usia.

Hal menarik yang perlu diangkat dari produk yang beberapa waktu lalu mendapatkan penghargaan sebagai Juara 3 Tingkat Nasional untuk Kategori Oleh-Oleh ini, adalah dimiliki oleh seorang perempuan, lebih tepatnya seorang ibu dari 3 orang anak. Hebatnya lagi, produk Nutsafir ini memang memanfaatkan biji-bijian dari Pulau Lombok itu sendiri. Contohnya, untuk memproduksi kue Nutsafir varian Kacang Merah, maka diambil hasil pertanian kacang merah yang berasal dari daerah Sajang, kabupaten Lombok Timur. Lain lagi dengan kebutuhan kue Nutsafir varian Kacang Mete, dimana kacang mete yang digunakan berasal dari hasil pertanian di daerah Kabupaten Lombok Utara.

Lalu, siapa sebenarnya ibu dari 3 orang anak yang berada di balik sehat dan lezatnya produk oleh-oleh khas Pulau Lombok, Nutsafir ini? Beliau adalah Ibu Sayuk Wibawati, seorang perempuan yang rela menggadaikan  sejumlah perhiasannya demi mendapatkan modal untuk dapat memulai usaha kue biji-bijiannya tersebut. Berkat kerja keras dan doa, akhirnya usaha yang dirintisnya tersebut membuahkan hasil. Bukan hanya sejumlah perhiasan yang sempat digadaikannya telah ditebus, bahkan kini sejumlah buah kesuksesannya telah ia raih. Ia sering diundang ke sejumlah Forum Nasional maupun internasional, untuk membagikan cerita sukses di balik usahanya, belum lagi, beberapa industri Pariwisata di Lombok telah menggandeng produknya untuk diajak bekerja sama. Maka, jangan heran jika anda menginap di hotel yang berada di Lombok dan menemukan kue Nutsafir sebagai snack pelengkap kopi maupun teh di sana.

Apa yang telah dikerjakan oleh perempuan yang akrab disapa Sayuk tersebut memang patut diacungi jempol. Usahanya ini bermula dari keprihatinannya akan jajanan anak yang kini cenderung tidak sehat serta tentang bagaimana menciptakan sebuah produk oleh-oleh khas daerahnya yang tidak hanya lezat, tapi juga baik bagi tubuh. Dan terciptalah total sebanyak 8 (delapan) varian kue Nutsafir. Jika diperhatikan, keberadaan produk Nutsafir juga telah ikut membantu pemberdayaan petani lokal di Lombok. Bayangkan saja, dengan semakin tingginya permintaan akan produk Nutsafir, maka tentu akan semakin tinggi pula kebutuhan produk biji-bijian tersebut.

Para petani kini tidak perlu khawatir harus menyalurkan kemana produk biji-bijian hasil pertaniannya itu. Bahkan pernah suatu ketika, Sayuk Wibawati, pemilik usaha kue Nutsafir ini kelimpungan tatkala kehabisan stok kacang merah. Memang, permintaan akan produk Nutsafir varian Kacang Merah saat itu sedang tinggi-tingginya, sementara petani yang biasa menyalurkan kacang merah sudah kehabisan stok, maka tanpa ragu ia mengumumkan di media sosial terkait apa yang ia butuhkan. Siapa sangka, ia kemudian dipertemukan dengan petani kacang merah di daerah lain di Lombok yang siap untuk membantu kebutuhan produk Nutsafir akan bahan dasar kacang merah. (AH)