Sebelum mengetahui pola dasar dari food combining alangkah lebih baik jika kita terlebih dahulu punya pemahaman yang tepat tentang apa sih food combining? Mengapa?

Meski pola food combining mulai trend belakangan ini, ternyata banyak yang masih kurang tepat mempersepsikannya.

pola-makan

Untuk pemula yang belum mengetahui seluk beluk food combining, Buku karya Erikar Lebang yang berjudul “Food Combining itu Gampang” kiranya akan memudahkan pemahaman tentang pola makan sehat yang satu ini. Penjelasan yang lugas membuat kita lebih mudah memahaminya.

Jadi, apa sih food combining itu? Food combining merupakan pengaturan pola makan yang mengacu kepada sistem cerna tubuh. Dalam teorinya jika sistem cerna kita sehat maka tubuh akan menyembuhkan dirinya sendiri dan mencari berat idealnya sendiri.

Menarik bukan? Self-healing itu tujuan utama dari pola makan food combining ini, sedangkan turunnya berat badan untuk yang kelebihan berat badan atau naiknya berat badan untuk mereka yang kurang berat badan merupakan bonus dan efek  positif yang pasti akan diperolah dari pola makan ini.  Jadi tujuan para pelaku food combining memang SEHAT bukan KURUS.

Food combining is not a diet, It is healthy eating. Masih menurut Erikar Lebang, Food Combining is not the name of another  ‘make you slim’  diet nor the name of eating art method .

Jadi Food Combining yang sering disingkat sebagai FC merupakan pola makan dengan tujuan mencari keseimbangan di dalam tubuh di mana orientasinya adalah mencapai pH darah yang netral cenderung basa. Kondisi ini disebut Homeostasis. Homeostasis adalah kondisi ideal dalam tubuh saat seluruh fungsi berjalan dengan sempurna di mana tubuh berada pada pH Netral cenderung basa

Mengapa kita perlu menjaga pH tubuh tetap netral cenderung basa? Karena tubuh yang pH cenderung asam sangat mudah dimasuki penyakit atau mudah sakit. Sebaliknya tubuh dengan pH yang netral cenderung basa, lebih kuat melawan penyakit dan dengan sendirinya dapat memulihkan diri dari penyakit tertentu.

Berdasarkan pola makan ini, sakit yang diderita oleh tubuh dapat dipastikan disebbkan oleh pola makan yang salah. Karenanya untuk mengobati dan memulihkan diri yang harus dilakukan adalah melakukan perbaikan pola makan sesuai dengan ritme sistem cerna tubuh yang disebut Ritme Sirkadian.

Dalam pola makan sehat Food Combining yang diperhatikan bukan hanya jenis asupan yang kita makan, namun cara makan, padu padan makanan yang kita makan, serta waktu makan. Keempat hal ini merupakan pola dasar yang harus diketahui untuk mereka yang ingin mencoba mempraktikkan pola makan food combining.

Pola dasar sederhana dari food combining bagi para pemula adalah sebagai berikut:

  1. Pagi Hari

a. Konsumsi air hangat yang dicampur perasan jeruk nipis atau lemon setelah bangun tidur dan belum mengonsumsi makanan atau minuman apapun termasuk mencuci mulut atau berwudlu (mulut dalam kondisi masih kering). Ingat cara membuat jeruk nipis peras ini adalah dengan menyiapkan segelas air hangat lalu masukkan perasan jeruk nipis ke dalam air tersebut. Bukan perasan jeruk nipis yang disiram air panas ya. Minum selagi hangat.

Fungsi air hangat dan perasan jeruk nipis ini antara lain untuk membersihkan sisa-sisa metabolisme saluran cerna, sebagai tonik untuk menguatkan jaringan liver, dan mengaktifkan berbagai enzim

jeruk-nipis

Sumber gambar: https://www.facebook.com/groups/FoodCombiningIndonesia/

b. Konsumsi buah yang manis, berair, dan matang sebagai sarapan pagi secara ekslusif.

Layaknya sarapan pagi, konsumsi buah secara ekslusif ini menggantikan sarapan pagi. Dari pagi hingga jam makan siang kita hanya boleh mengonsumsi beragam jenis buah-buahan diutamakan yang manis, matang, dan berair. Berapa banyak buah yang kita konsumsi untuk sarapan ini? Sekenyangnya. Jika kita masih merasa lapar berarti asupan buah sebagai sarapan masih belum cukup. Jadi sarapan buah ini bisa dilakukan dalam beberapa “ronde” sepanjang pagi hingga jam makan siang.

Dalam pola makan food combining, memakan buah harus dalam kondisi perut kosong. Sifat dasar buah kaya akan enzim, mineral, koenzim, air serta serat, juga dipenuhi oleh fruktosa, gula buah. Sifat dasar gula adalah mengganggu kerja sistem cerna bila ia dalam jumlah banyak tercampur dengan makanan lain. Jadi cukup sarapan buah secara ekslusif tanpa tambahan makanan dan minuman lain kecuali air putih hingga jam makan siang atau biasanya pukul 11.30 WIB.

  1. Siang dan Malam Hari

Untuk Makan siang sudah bisa dimulai sejak pukul 11.00 WIB atau 11.30 WIB. Sedangkan makan malam sudah bisa dilakukan 4 jam sesudahnya.  Apa yang kita makan? Layaknya makanan yang biasa kita makan hanya saja dalam pola Food Combining harus diperhatikan padu padan makanan yang kita asup. Pilihannya sebagai berikut:

  • Karbohidrat + Protein Nabati + sayuran (diutamakan yang segar ) atau
  • Protein Hewani + (Protein Nabati – pilihan) + sayuran sayuran (diutamakan yang segar )

Intinya padu-padan makanan yang kita makan adalah menghindari kombinasi karbohidrat dan protein hewani dalam satu waktu makan.

Jika kita ingin makan siang dengan versi karbohidrat kita bisa memilih menu misalnya nasi merah + oreg tempe + semur tahu + kentang + urab + sambal + lalapan. Saat kita ingin makan siang versi protein hewani kita bisa memilih menu ikan bakar + tahu + tempe + sambal + sayuran + lalap segar.

Jadi dalam satu waktu makan kita tidak boleh mengonsumsi karbohidrat dan protein hewani secara bersamaan. Mengapa? Karena enzim pencerna makanan yang mencerna karbohidrat dan protein hewani merupakan enzim yang berbeda dan masing-masing tidak bisa bekerja bersama. Saat dikonsumsi bersama salah satu enzim tidak dapat bekerja dan berfungsi sebagaimana mestinya sehinga pola cerna tidak bekerja sempurna dan mengakibatkan asupan gizi tidak dapat terserap sebagaimana mestinya.

Sebaiknya dalam satu hari kita memvariasikan asupan makanan yang kita makan. Jika siang hari kita menggunakan padu pada versi protein hewani maka makan malam kita memilih versi karbohidrat. Pola ini lebih disarankan mengingat alat kerja sistem cerna lebih lama bekerja untuk mencerna protein hewani ketimbang karbohidrat sedangkan di malam hari alat cerna juga membutuhkan istirahat.

Selain itu hal yang perlu diperhatikan dalam menjalankan pola food combining adalah porsi asupan sayuran segar atau raw veggies yang cukup. Dalam satu kali porsi makan jumlah sayuran segar yang dikonsumsi idealnya mencapai 70% dari seluruh makanan. Sebagai pemula tentu hal ini dapat dilakukan secara bertahap

  1. Hindari makanan dan minuman pabrikan

Pola makan food combining menekankan pada asupan yang alami dan natural. Semakin dekat dengan kondisi alamiahnya semakin baik. Makanan dan minuman yang telah melalui proses pengolahan (apalagi yang panjang) seperti makanan-makanan instan harus dihindari demikian pula pemanis buatan, garam, makanan yang mengandung gluten seperti tepung termasuk olahannya.

Demikian pola dasar dari food combining, selamat mencoba. Mari makan sehat untuk hidup sehat.(oz)