Kita, perempuan ternyata rentan mengalami gangguan makan Bulimia dan Anoreksia. Apakah ini? Yuk, kita cari tahu bersama di sini. 

Makan adalah kebutuhan paling utama bagi manusia, karena dengan makanlah manusia bisa menjalani dan melanjutkan hidupnya. Makan menjadi sebuah keharusan bagi manusia, akan tetapi makan bisa menjadi gangguan pada manusia di saat tertentu.

Kaum perempuan lebih sering mengalami gangguan makan karena berbagai penyebab. Termasuk gangguan makan berikut ini juga lebih banyak dialami oleh perempuan.

Ada berbagai jenis gangguan makan, namun yang lebih banyak dikenal adalah gangguan makan yang disebut dengan Bulimia dan Anoreksia. Apakah itu?

  1. Bulimia/ atau Bulimia Nervosa
    Sebuah kondisi kelainan, dimana seseorang mengonsumsi makanan secara berlebihan, lalu berusaha mengeluarkan kembali apa yang telah dimakan sebelumnya.

 Kelainan tersebut biasanya merupakan suatu bentuk penyiksaan terhadap diri sendiri. Aksi yang paling sering dilakukan oleh penderita bulimia nervosa adalah membuat dirinya muntah. Proses ini biasanya berlangsung cepat, yaitu setelah selesai makan, langsung makanan dimuntahkan.

Selain makan berlebih, para pengidap Bulimia ini memberlakukan diet yang sangat ketat dan olahraga yang berlebihan pada diri mereka.

Dengan memuntahkan makanan adalah bentuk obsesi mereka untuk membersihkan makanan, sehingga nutrisi dan gizi makanan tidak tercerap ke dalam tubuh.

Bulimia adalah sebuah kontrol pada diet makan yang berlebihan, dimana mereka menjaga berat badan pada titik yang stabil.

Beberapa hal yang menjadi penyebab dari gangguan Bulimia Nervosa

  • Paradigma di masyarakat tentang konsep bentuk tubuh yang bagus.
  • Profesi yang menuntut agar bentuk tubuh ideal
  • Perubahan kehidupan
  • Pernah mengalami masa lalu yang buruk sehingga merasa trauma
  • Mengalami rasa rendah diri berlebihan

Dampak Bulimia terhadap kesehatan

  1. Kelenjar ludah di pipi yang membengkak
  2. Buku jari tangan yang sering digunakan untuk menyentuh tenggorokan, mengalami parut pada jaringan.
  3. Gigi yang sensitif terhadap panas atau dingin.
  4. Pengikisan email gigi, karena sering muntah yang mengeluarkan asam lambung.
  5. Asam lambung yang terpapar pada kerongkongan, bisa menyebabkan pecah jaringannya atau penyempitan.
  6. Obat pencahar yang sering masuk ke pencernaan, bisa mengakibatkan gangguan serius pada pencernaan.
  7. Gangguan makan Anoreksia Nervosa.
    Gangguan makan Anoreksia Nervosa adalah gangguan yang banyak mengidap pada orang-orang yang memiliki obsesi agar badan mereka kurus.
    Mereka berusaha keras untuk menjadi kurus, untuk tampak kurus, dan memiliki rasa takut yang tak masuk akal terhadap kemungkinan bertambahnya berat badan.
    Tidak masuk akal di sini adalah, sekalipun tubuh mereka kurus, tapi tetap saja mereka manganggap diri mereka masih bertubuh gemuk.

Ciri-ciri Anoreksia Nervosa:

  • Ketakutan yang sangat, bahwa berat badan akan naik.
  • Sering melaparkan diri sendiri agar berat badan berkurang.
  • Melawan rasa lapar dan sering menolak makan
  • Rambut rontok
  • Mudah terpengaruh pada cuaca yang dingin
  • Biasanya tidak mengalami menstruasi
  • Ciri paling dominan adalah bahwa menganggap diri mereka gemuk, meskipuns esungguhnya mereka itu kurus sekali.

Pertanyaanya, apakah penderita Anoreksia tidak pernah merasa lapar? Tentu saja mereka merasa lapar, namun rasa lapar itu dilawan, hal ini tentu saja merupakan kontrol diri yang berlebihan dan tidak  masuk akal.
Namun bagi mereka, itu hanyalah sebuah usaha untuk tidak menambah berat badan mereka.

Bulimia Nervosa maupun Anoreksia adalah persoalan persepsi atau paradigma tentang konsep perempuan. Banyak perempuan masih terjebak pada konsep tubuh kurus itu cantik, maka Bulimia maupun Anoreksia dianggap sebagai sebuah usaha untuk mempertahankan berat badan.

Berbagai macam penyakit serius yang pasti akan muncul tentu tidak merubah persepsi mereka yang sudah mengidap Bulimia maupun Anoreksia.

Bahkan bukan tidak mungkin penyakit yang mengikuti pengidap Bulimia maupun Anoreksia ini, akan berujung pada kematian, disebabkan rasa lapar.(nf)