Terkadang saat anak mengalami gangguan keterlambatan bicara orang tua sering mengabaikannya dengan menganggap sebagai hal yang biasa, “Nanti juga bisa sendiri”. Demikian pula saat anak hiperaktif tidak bisa diam dan selalu bergerak kesana kemari atau sebaliknya sangat tenang dan tak terlalu banyak bergerak, orang tua menganggapnya, “Kalau sudah besar juga akan berubah sendiri”. Benarkah?

Tumbuh kembang setiap anak memang berbeda-beda, namun tetap ada beberapa indikasi yang dapat dijadikan acuan bahwa anak dalam tahap pertumbuhan yang seusia dengan usianya, baik secara fisiologis maupun psikologis. Jika ada keterlambatan dalam beberapa fase pertumbuhan sebaiknya dikonsultasikan kepada ahlinya. Agar jika ada hal yang perlu mendapat perhatian dapat lebih cepat ditangani.

Autisme (Autism Spectrum Disorder) adalah gangguan perkembangan kompleks yang gejalanya sudah muncul sebelum anak berusia 3 tahun. Gangguan neurologi pervasif ini terjadi pada aspek neurobiologis otak dan mempengaruhi proses perkembangan anak. Anak mengalami masalah dalam interaksi sosial, bahasa, rentang emosi, kognitif, kemampuan motorik dan sensorik. Sehingga anak tidak dapat secara otomatis berinteraksi dengan lingkungan seperti kebanyakan orang, dan seolah-olah hidup dalam dunianya sendiri.

Tidak semua keterlambatan bicara merupakan indikasi autisme, namun jika diikuti oleh beberapa indikasi lain maka sebaiknya orang tua segera mencari cara untuk melakukan intervensi dini. Agar masalah-masalah yang timbul akibat autisme pada anak dapat diminimalisir hingga tidak lagi terindikasi sebagai anak dengan autisme. Orang tua dapat melihat beberapa tanda pada anak secara teliti dan jujur. Penyangkalan justru menghambat kesembuhan anak.

Beberapa tanda yang dapat dilihat adalah sebagai berikut:

  1. Tanda Autisme pada bayi (0 – 12 bulan)
  • Tidak ada kontak mata saat diajak bicara
  • Tidak merespon terhadap suara
  • Tidak menoleh saat dipanggil namanya
  • Tidak membalas senyum anda
  • Tidak berminat untuk bermain bersama orang lain, atau lebih suka asyik sendiri.
  1. . Tanda Autisme pada anak (12-24 bulan)
  • Menghindari kontak mata.
  • Mengalami masalah dengan motoriknya, belum dapat menggunakan peralatan sehari-hari seperti sendok, sikat gigi, dan lain-lain
  • Tidak mampu mengikuti perintah bahkan yang paling sederhana sekalipun.
  • Tidak verbal, tidak dapat berkomunikasi dengan kata-kata. Seharusnya pada usia 16 bulan anak sudah dapat mengucapkan satu kata dan pada usia 24 bulan sudah dapat mengucapkan dua kata yang bermakna seusai kata tersebut.
  • Menyukai benda-benda yang berputar seperti kipas angin, roda pada mobil-mobilan dan betah berlama-lama hanya memandanginya berputar-putar saja bukan memainkannya seperti anak-anak lain seusianya.
  1. Tanda Autisme pada anak diatas 24 bulan
  • Menghindari kontak mata
  • Belum bisa berkomunikasi secara verbal. Ada yang kemampuan bahasanya seperti anak usia 16 bulan hanya satu patah kata saja bahkan ada yang tidak bicara sama sekali sehingga anak sulit untuk menyampaikan maksudnya pada orang lain.
  • Anak menggunakan bahasa “planet” atau mengucapkan kata-kata tidak bermakna (bubling).
  • Tidak tertarik untuk bermain dengan anak lain.
  • Mengalami masalah dengan tingkah laku, agresif, hiperaktif/hipoaktif, tantrum, obsesif terhadap suatu benda dan lain-lain.
  • Melakukan gerakan yang sama berulang-ulang seperti mengepak-kepakan tangan, memutar-mutar tubuh, atau menggeleng-gelengkan kepala.

Selain gejala di atas masih ada beberapa tanda lain yang seringkali tidak dipahami oleh orang tua. Seperti anak yang sensitif terhadap kegelapan atau justru saat terkena cahaya yang menyilaukan. Menjerit tiba-tiba mendengar suara motor, mobil atau mesin pesawat.

Jika menemukan beberapa tanda tersebut pada anak sebaiknya orang tua segera membawanya ke dokter anak atau psikiater. Diagnosa autisme dapat ditegakkan oleh dokter anak maupun prsikiater setelah melakukan serangkaian tes adanya berbagai tanda/gejala yang sesuai dengan kriteria internasional.

  1. International Classification of Diseases (ICD-10R; World Health Organization 2015).
  2. The Diagnostic and Statistical Manual (DSM-5; American Psychiatric Association 2013)

Jika ditemukan tanda/gejala autisme pada anak maka orang tua harus segera melakukan intervensi dini, melakukan terapi secara konsisten agar tanda-tanda autisme pada anak dapat diminimalisir dan anak dapat berperilaku serta tumbuh seperti anak-anak lain pada umumnya.

Jangan bersedih atau justru saling menyalahkan, karena sikap ini sama sekali tidak membantu kesembuhan anak. Sebaiknya kedua orang tua dan seluruh keluarga bergandengan tangan dalam menyelesaikan masalah autisme pada anak. Hingga anak dapat bertumbuh dalam keluarga yang penuh cinta kasih dan penerimaan. Seorang anak autis mampu merasakan kasih sayang dari orang sekitarnya. Jangan sia-siakan waktu, sejak awal bersama-sama menghadapi autisme hingga anak dapat tumbuh menjadi manusia yang mandiri dan bahagia.(em)

2 COMMENTS