KPPPA

KEMENTERIAN

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

 

PRESS RELEASE

Menteri PPPA : Membangun Mekanisme Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat

Norway, Oslo, 3 – 4 September 2015

Siaran Pers Nomor : 96/Humas/KemenPPPA/09/2015

Oslo (3/9) – Pemerintah Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki komitmen yang tinggi untuk pemenuhan hak dan perlindungan anak. Dalam konteks penyelenggaraan perlindungan anak, pemerintah melalui Kementerian PP dan PA telah mengkoordinasikan berbagai upaya untuk membangun satu sistem perlindungan anak yang holistik dan integratif yang melibatkan semua pemangku kepentingan terkait anak. Upaya tersebut telah dimulai dari tahapan penyiapan kerangka regulasi dan berbagi kebijakan operasional lainnya di tingkat kementerian, lembaga dan daerah. Upaya lainnya yang juga terus didorong oleh pemerintah adalah pelibatan unsur masyarakat termasuk keluarga dalam rangka perlindungan anak, utamanya perlindungan anak untuk bebas dari segala bentuk kekerasan. Isu inilah yang mendasari pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Menteri PP dan PA untuk menyampaikan berbagai proggress yang sudah dilakukan dalam rangka perlindungan anak di pertemuan International Expert Consultation yang diinisiasi oleh Plan International dan berlangsung di Oslo, Norwegia tanggal 3-4 September. Pertemuan ini dihadiri oleh 28 negara dari Africa, Eropa, Asia dan Amerika yang terdiri dari wakil pemerintah, perwakilan Plan, UNICEF, UN, WHO.

 

“Perlu dibangun mekanisme yang dapat dikelola sendiri oleh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran tentang peran dan tanggung jawab serta kontribusinyadalam pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak, ”ungkap Menteri PP dan PA, Yohana Yembise dalam sambutannya, Kamis (3/9).

 

Hal lainnya yang juga disampaikan oleh Menteri Yohana adalah lahirnya beberapa inisiatif dan program pemerintah, organisasi non pemerintah, dan mitra lainnya untuk memperkuat peran masyarakat dalam mempromosikan perlindungan anak. Mekanisme Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat (MPABM) yang dikembangkan oleh Plan International Indonesia adalah salah bentuk inisiatif tersebut. Saat ini telah tercatat ada 280 MPABM yang didukung oleh Plan International Indonesia yangmelibatkan sekitar 1 juta anak-anak pada 9 wilayah kerja, yang bekerja sama dengan pemerintah setempat, kabupaten hingga kecamatan.

 

Pada tingkat nasional, Kementerian PP dan PA juga tengah menyusun kebijakan teknis yang akan menjadi panduan bagi provinsi dan kabupaten/kota dalam mengembangkan peraturan tentang perlindungan anak, yang mengharuskan setiap desa untuk membangun MPAMB. Di sisi lain, inisiatif Kabupaten/Kota Layak Anak juga akan memperkuat advokasi untuk membangun MPAMBdi wilayah di perkotaan maupun di pinggiran kota.

 

“Pertemuan konsultasi global ini akan memberi kita kesempatan untuk berbagi pengalaman dan menunjukkan bukti efektivitas dan fungsi dari MPAMB di negara-negara yang berbeda. Diskusi antara peserta akan menjadi masukan dari kami untuk LSM Internasional, lembaga PBB, dan pemerintah Indonesia sendiri tentang pentingnya MPAMB dalam sistem perlindungan anak nasional,” tutur Yohana.Pertemuan konsultasi global yang mengangkat tema“Strengthening Communities to Secure Children’s Right to Freedom from Violence” tersebut juga diharapkan dapat membangun komitmen nasional tentang pentingyaperan masyarakat dalam melindungi anak Indonesia.

 

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada hari ini kepada Ibu Solveig Horne, Ministry of Children, Equality and Social Inclusion, Norwegia yang telah mendukung penyelenggaraan pertemuan ini, serta kepada Ibu Marta Santos Pais, Special Representative Sekretaris Jenderal PBB tentang Kekerasan terhadap Anak, dan Plan International, yang telah mengambil inisiatif untuk menyelenggarakan pertemuan penting ini.Saya berharap hasil selama dialog berlangsung akan menjadi kontribusi yang signifikan bagi upaya bersama untuk menciptkan sistem perlindungan anak secara holistik dan terpadu, yang didasari kerjasama dan jejaring yang kuat pemerintah dan masyarakat,”tegas Menteri PP dan PA di akhir sambutannya.

 

 

HUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510,

e-mail : humas.kpppa@gmail.com

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise memberikan Welcoming Remaks pada acara pembukaan Global Konsultasi tentang Strengthening Commuties to Secure Children’s Right to Freedom from Violence. Welcoming remarks juga diberikan oleh Bapak Roland Angerer, Plan Internation dan Ibu Solveig Horne, Ministry of Children, Equality and Social Inclusion, Norwegia. Pembukaan dilanjutkan dengan Keynote Speech oleh Ibu Marta Santos Pais, Special Representative of the United Nation Secretary General on Violence against Children serta presentasi dari Ibu Susan Bissell, Global Child Protection Fund-Partnership to End Violence Against Children, UNICEF.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise memberikan Welcoming Remaks pada acara pembukaan Global Konsultasi tentang Strengthening Commuties to Secure Children’s Right to Freedom from Violence. Welcoming remarks juga diberikan oleh Bapak Roland Angerer, Plan Internation dan Ibu Solveig Horne, Ministry of Children, Equality and Social Inclusion, Norwegia. Pembukaan dilanjutkan dengan Keynote Speech oleh Ibu Marta Santos Pais, Special Representative of the United Nation Secretary General on Violence against Children serta presentasi dari Ibu Susan Bissell, Global Child Protection Fund-Partnership to End Violence Against Children, UNICEF.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise memberikan Welcoming Remaks pada acara pembukaan Global Konsultasi tentang Strengthening Commuties to Secure Children’s Right to Freedom from Violence. Welcoming remarks juga diberikan oleh Bapak Roland Angerer, Plan Internation dan Ibu Solveig Horne, Ministry of Children, Equality and Social Inclusion, Norwegia. Pembukaan dilanjutkan dengan Keynote Speech oleh Ibu Marta Santos Pais, Special Representative of the United Nation Secretary General on Violence against Children serta presentasi dari Ibu Susan Bissell, Global Child Protection Fund-Partnership to End Violence Against Children, UNICEF.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise memberikan Welcoming Remaks pada acara pembukaan Global Konsultasi tentang Strengthening Commuties to Secure Children’s Right to Freedom from Violence. Welcoming remarks juga diberikan oleh Bapak Roland Angerer, Plan Internation dan Ibu Solveig Horne, Ministry of Children, Equality and Social Inclusion, Norwegia. Pembukaan dilanjutkan dengan Keynote Speech oleh Ibu Marta Santos Pais, Special Representative of the United Nation Secretary General on Violence against Children serta presentasi dari Ibu Susan Bissell, Global Child Protection Fund-Partnership to End Violence Against Children, UNICEF.