Menteri PPPA Turunkan Tim untuk Identifikasi Permasalahan dan Kebutuhan Korban

12

KPPPA

KEMENTERIAN

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

 

PRESS RELEASE

Bencana Kabut Asap

Menteri PPPA Turunkan Tim untuk Identifikasi

Permasalahan dan Kebutuhan Korban

Siaran Pers Nomor : 118/Humas/KemenPPPA/10/2015

Jakarta (9/10) – Tiga (3) bulan sudah bencana kabut asap dirasakan oleh masyarakat di beberapa daerah di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Selama tiga (3) bulan itu juga berbagai upaya sudah dilakukan, baik oleh masyarakat, pemerintah daerah, maupun pemerintah pusat, termasuk Kementerian PP dan PA. Sebagai kementerian yang bertanggung jawab atas kualitas hidup perempuan dan anak, Kementerian PP dan PA pun turut berupaya konkret dalam menyelesaikan usaha bersama dalam mengatasi bencana kabut asap. Salah satunya yakni dengan mengirimkan tim yang terjun langsung ke lapangan untuk mengidentifikasi permasalahan, kondisi, dan kebutuhan korban asap, terutama dari kalangan anak-anak.

“Anak-anak sebagai kelompok yang paling rentan terkena dampak negatif dari kabut asap ini harus dijadikan fokus perhatian kita bersama. Karena sekolah diliburkan, maka saya meminta kepada orangtua untuk memastikan anaknya tetap berkegiatan dan mendapatkan hak pendidikan di rumah, dan sebisa mungkin meminimalisasikan waktu mereka untuk keluar rumah agar tidak banyak terpapar asap yang membahayakan kesehatan mereka,”kata Menteri PP dan PA, Yohana Yembise. Yohana kemudian menyampaikan bahwa dirinya sangat terpukul melihat korban yang berjatuhan dari kalangan anak-anak. Untuk itu, Yohana menuturkan bahwa kondisi rumah harus betul-betul diperhatikan agar cukup aman bagi kesehatan keluarga, terutama anak-anak.

“Bagi anak-anak dan balita yang sekiranya membutuhkan perhatian khusus, saya minta kepada pemerintah daerah setempat untuk mengevakuasi mereka ke tempat penampungan anak-anak dan balita yang disiapkan berikut sarana (oksigen dan masker) dengan tenaga medisnya. Ini tentu hanya sementara, sembari terus berupaya mengatasi asap, kita harus tetap memastikan bahwa anak-anak berada dalam lingkungan yang sehat dan aman. Termasuk juga anak-anak yang masih dalam kandungan, sang ibu pun harus dipastikan mendapat fasilitas kesehatan yang memadai agar tumbuh kembang janin bisa optimal,”tutur Yohana. Yohana menegaskan bahwa keberadaan sarana prasarana kesehatan amat berperan penting dalam upaya mengatasi dampak negatif asap. Keterjangkauan fasilitas kesehatan, baik dari sisi tempat ataupun waktu perlu mendapat perhatian khusus, agar kapanpun masyarakat membutuhkan, tenaga medis tersedia dan siaga membantu.

“Saya terus memantau tim di lapangan untuk mengidentifikasikan permasalahan juga kebutuhan korban, sambil juga terus berkoordinasi dan berjejaring dengan Badan PP dan Pemerintah setempat untuk selalu mengupayakan yang terbaik bagi semua korban asap, utamanya bagi perempuan dan anak. Saya juga sangat mengapresiasi berbagai gerakan masyarakat yang timbul untuk bersama mengatasi asap ini. Bencana kabut asap ini harus menjadi momentum kebersamaan masyarakat untuk saling berempati dengan saudara-saudara kita di sana. Semua demi masa depan anak-anak di sana sebagai investasi berharga bagi bangsa Indonesia ke depan,”tegas Menteri asal Papua tersbeut.

                                                        HUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510, e-mail : humas.kpppa@gmail.com