Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat ternyata membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Hal ini ditandai dengan menjamurnya berbagai sarana teknologi di seluruh lapisan masyarakat yang mengakibatkan menurunnya minat dan gemar baca di kalangan masyarakat. 

Rendahnya minat baca khususnya di kalangan generasi muda merupakan faktor penyebab rendahnya tingkat kualitas sumber daya manusia.  Padahal salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah membaca. Namun mengapa membaca kurang digemari?

Tidak gampang untuk menjawab pertanyaan ini, sebab tidak mudah menumbuhkan gemar membaca pada generasi muda. Walaupun pemerintah telah gencar mensosialisasikan pentingnya minat baca yang ditandai dengan didirikannya perpustakaan di berbagai tempat, misalnya di mal bahkan perpustakaan keliling pun ada yang masuk hingga ke pelosok.

Tetapi kenyataannya minat baca di kalangan masyarakat khususnya generasi muda semakin menurun karena perpustakaan saat ini tersaingi dengan banyaknya tempat-tempat hiburan, sehingga masyarakat lebih banyak yang memilih untuk meluangkan waktunya ke tempat hiburan daripada membaca buku di perpustakaan, di rumah, dan di toko buku.

menumbuhkan-membaca

Generasi muda yang kreatif dapat kita temukan dari berbagai komunitas yang mereka bentuk berdasarkan jiwa kreativitas masing-masing. Salah satu cara menumbuhkan minat baca di kalangan generasi muda adalah menjalin hubungan antar komunitas dalam hal gemar membaca.

Jalinan kerjasama ini dapat mengubah atau mempengaruhi kepercayaan, sikap dan perilaku seseorang sehingga bertindak sesuai dengan apa yang diharapkan. Interaksi antar manusia yang dilakukan oleh seseorang  kepada orang lain secara tatap muka, akan menimbulkan kebahagian dan kepuasan. Berkomunikasi dengan bahasa yang sopan, jelas dan mudah dipahami ditambah dengan ekspresi menyenangkan adalah hal yang harus dimiliki oleh seseorang untuk berinteraksi dengan orang lain.

Perlu kita sadari bahwa gemar membaca bukanlah suatu minat yang terjadi begitu saja, tetapi melalui sebuah proses yang harus dipupuk dan dibina semenjak masih usia dini. Membaca tidak hanya sekadar menjadi kebiasaan akan tetapi dengan banyak membaca seseorang akan mampu mengambil makna dari tulisan yang dibaca dan mampu mengubah tingkah laku, pola pikir ke arah yang lebih baik.

Selain itu, membaca dapat menimbulkan kepercayaan diri untuk mampu tampil di depan orang banyak.  Orang yang sering berinteraksi dengan buku mempunyai tutur kata dan kalimat yang terstruktur dalam berkomunikasi dengan lingkungan masyarakat. Seperti yang diungkapkan oleh Ngainum Na’im dalam bukunya bahwa membaca memang sangat penting artinya bagi manusia.

Makna penting membaca sudah tidak perlu diragukan atau diperdebatkan lagi. Sebab hampir semua orang akan mengiyakan jika ditanya makna penting membaca. Membacalah yang mampu membuat seseorang keluar dari tempurung pengetahuan yang kerdil. Lewat membaca, seseorang mampu menjelajah selaksa wilayah luas kehidupan yang tak bertepi.  Ada banyak hal luar biasa yang bisa diraih dari menjelajah dunia aksara ini.

Karena itulah sebuah komunitas akan meningkatkan sikap intelektual anggotanya, mendatangkan pandangan, sikap, dan tindakan yang positif dari aktivitas membaca.  Hubungan antar komunitas dalam gemar membaca dapat membuka cakrawala pengetahuan menjadi lebih luas, pengetahuan menjadi bertambah banyak sehingga menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya. Generasi muda yang terlibat dalam sebuah komunitas harus mampu mengembangkan potensi dirinya melalui gemar membaca sehingga dapat mewujudkan bangsa yang bermartabat, menjadi manusia yang berilmu, kreatif dan mandiri.

Sumber Bacaan:

  1. Ngainum Naim, The Power Of Reading, Aura Pustaka, 2013
  2. Tuty Bahfiarti, Forum Komunitas Gemar Membaca 2014, Badan Arsif dan Perpustakaan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan(sm)