Pertarungan sengit terjadi antara games, tayangan visual dan buku, baik buku cetak maupun e-book. Meski informasi dapat didigitalisasi menjadi konten gambar, video, dll., namun tidak dapat mengganti kedalaman buku. Minat membaca tetap menjadi kunci untuk menghindari kedangkalan berpikir. Kebiasaan membaca akan lebih mudah ditanamkan dari usia dini anak-anak dan kebiasaan ini harusnya dimulai dari rumah. Bahkan, kebiasaan membaca bukanlah sesuatu yang bisa dititipkan begitu saja di institusi pendidikan maupun di lingkungan pergaulan anak di luar rumah.

Berikut ini adalah beberapa tips untuk mewujudkan rumah ramah buku:

1. Mengenalkan Kegiatan Membaca Sedari Dini

Pembiasaan membaca sudah bisa dimulai dari anak usia 0, yaitu dengan mengenalkan sejak anak. Usia 4-6 bulan anak sudah bisa dikenalkan dengan buku yang terbuat dari kain lembut (cloth book, atau biasa juga disebut busy book, buku yang memuat edukasi untuk merangsang motorik anak. Jika cukup kreatif dan dapat meluangkan waktu, cloth book maupun busy book dapat dibuat sendiri sesuai kebutuhan edukasi anak. Usia 6-9 tahun buku berbahan karton sudah dapat dikenalkan (board books) untuk memudahkan anak membuka-tutup buku. Memasuki usia 9-12 bulan anak sudah aktif bergerak, pengenalan buku dapat dilanjutkan dengan pengenalan gambar-gambar, dan buku yang disertai bunyi-bunyian sehingga anak tidak mudah jenuh. Melewati usia di atas 1 tahun, anak sudah menemukan kemandiriannya untuk memegang buku sendiri, jadwalkan membacakan buku secara rutin.

2. Mencontohkan Membaca

Sebaik-baiknya nasihat adalah mencontohkannya. Dan kecenderungan anak adalah meniru apa yang dicontohkan. Maka, sebaik-baiknya pembiasaan membaca adalah memcontohkan membaca di rumah. Orang tua yang ingin membentuk anak yang memiliki kebiasaan membaca, maka harus terlebih dulu menjadi orang tua yang suka membaca. Jadi, mulailah dengan membaca buku di teras rumah, ruang keluarga, dan di kamar, dan di tempat-tempat yang dapat dilihat anak.

 3. Menyediakan Pojok Buku

Menyediakan pojok buku di tempat strategis di dalam rumah, misalnya di ruang keluarga atau di ruang tamu. Tidak perlu menunggu memiliki koleksi buku yang banyak, tetapi desain rak bisa dimodifikasi sedemikian rupa agar buku-buku yang ada terlihat banyak. Rak buku juga tidak mesti mahal. Inspirasi untuk membuat rak buku unik dapat dicari di internet, bahkan bisa dibuat dari barang-barang bekas dipoles sedemikan rupa. Rak buku yang unik di ruang tengah dapat menjadi pusat perhatian bagi anggota keluarga maupun tamu. Dengan adanya pojok baca, maka dalam rumah tersebut buku bukanlah benda asing, buku menjadi benda yang akrab dengan kehidupan sehari-hari.

4. Rak Buku di Setiap Kamar

Selain pojok buku di ruang tengah, tempatkan pula rak buku di setiap kamar untuk menempatkan koleksi buku-buku kesayangan pemilik kamar. Menempatkan rak buku di kamar dimaksudkan agar lebih mendekatkan buku kepada anggota keluarga di ruang privasinya.

5. Obrolan Tentang Buku

Akan sering terjadi obrolan tentang acara televisi (cerita tentang episode kartun, sinetron, dll.) di rumah yang cenderung ramah dengan televisi. Untuk mewujudkan rumah yang lebih ramah terhadap buku ketimbang terhadap televisi, maka mulailah dengan membuka obralan tentang  buku di ruang keluarga. Ajak anggota keluarga menceritakan buku yang sudah dibacanya dalam satu pekan. Kemudian ajak berdiskusi ringan mengenai isi buku. Minat baca tidaklah berhenti pada kegiatan membaca, namun berlanjut pada kegiatan-kegiatan yang membicarakan buku. Membawa pembicaraan tentang buku yang dalam suasana santai keluarga adalah cara mereproduksi  generasi yang mencintai ilmu dan menempatkan buku sebagai primadona peradaban. (ey)