Setiap orang pasti mengalami mimpi buruk. Tetapi anak-anak sebenarnya lebih cenderung mengalami mimpi buruk daripada orang dewasa. Sebuah laporan dari studi American Academy of Sleep Medicine (AASM) yang dikutip oleh Medical Daily menyatakan bahwa setidaknya 10 hingga 50 persen anak-anak antara usia 5 dan 12 mengakui bahwa mereka sering mengalami mimpi buruk yang parah dan orang tua mereka. tertekan. Apa yang menyebabkan anak-anak mengalami mimpi buruk?

Mimpi Buruk

Mengapa mimpi buruk bisa terjadi?

Mimpi sebenarnya adalah proses berpikir; Melanjutkan apa yang kita pikirkan dan rasakan selama hari kerja kita. Mimpi buruk adalah ketika kita berpikir tentang masalah yang mengganggu selama REM (Gerakan Mata Cepat) dan mencoba untuk membersihkannya. Kita sering mencoba mengabaikan masalah sulit yang mengganggu kita di siang hari, tetapi ketika kita tidur dan dipaksa untuk menyendiri dalam pikiran kita sendiri, otak akan membahas masalah yang sulit ini. Mimpi buruk juga bisa muncul karena rasa takut dalam diri Anda.

Anak-anak sering mengalami mimpi buruk, tetapi paling sering dialami oleh anak-anak berusia 3-6 tahun. Beberapa penelitian memperkirakan bahwa 50% anak-anak dalam kelompok usia ini sering mengalami arti mimpi buruk. Anak-anak dapat mengalami mimpi yang berbeda. Misalnya monster, hantu, binatang buas dan orang jahat. Pada usia ini, imajinasi anak-anak benar-benar tumbuh “subur” dan dalam fase paling aktif, sehingga rasa takut yang normal dapat tenang dan menjadi mimpi buruk.

Perlu dicatat bahwa tidur itu sendiri dibagi menjadi dua fase: gerakan mata cepat (REM) dan gerakan mata tidak cepat (non-REM). Tidur REM dan non-REM terjadi setiap 90-100 menit sekali selama Anda tidur. Mimpi biasanya terjadi saat tidur REM di tengah malam atau dini hari.

Penyebab anak sering mengalami mimpi buruk

Ketika mimpi buruk pada orang dewasa umumnya dipicu oleh stres atau masalah kesehatan tertentu, penyebab mimpi buruk yang sering terjadi adalah:

  • Kelelahan dan kurang tidur. Kelelahan yang berlebihan dan kurang tidur dapat menyebabkan mimpi buruk pada anak Anda.
  • Dia sakit dan demam. Jika anak Anda demam tinggi karena sakit, mimpi buruk dapat terjadi.
  • Sedang dirawat sekarang. Obat-obatan yang diambil untuk menyembuhkan penyakit ini dapat menyebabkan anak Anda mengalami mimpi buruk. Ini disebabkan oleh obat-obatan kimiawi seperti antidepresan. Selain itu, penghentian penggunaan obat secara tiba-tiba juga bisa menjadi penyebab mimpi buruk anak Anda.
  • Mengalami hal yang menakutkan. Kisah-kisah horor atau film yang “menelan” anak-anak selama kegiatan mereka dapat memengaruhi konten impian anak ketika tidur di malam hari. Selain itu, trauma pengalaman buruk, seperti kematian anggota keluarga, perceraian orang tua, perselisihan orang tuanya, atau bahkan kecelakaan bermotor, juga dapat menyebabkan anak-anak mengalami mimpi buruk.
  • Takut akan perubahan hidup baru. Perubahan dalam hidup adalah alami. Namun, rasa takut yang dirasakan anak Anda dapat menyebabkan anak Anda mengalami mimpi buruk. Misalnya, mengganti rumah atau pindah sekolah atau memiliki anggota keluarga baru.
  • Genetika. Faktor genetik juga tampaknya berperan dalam menyebabkan mimpi buruk pada anak-anak. Sekitar 7% anak-anak yang memiliki mimpi buruk memiliki riwayat keluarga yang juga termasuk mimpi buruk. Misalnya, seorang saudara lelaki atau orang tua juga memiliki riwayat mimpi buruk yang sering. (Muhammad Ahsani)