Teknologi baru membawa jenis pekerjaan baru. Mulai dari penulis artikel di berbagai macam website, pedagang di Instagram, sampai dengan fotografer khusus makanan. Belum lagi profesi social media analis. Terbayang tidak bila kita harus menjelaskan profesi baru tersebut kepada kakek nenek di kampung halaman?

Banyak pekerjaan yang kini bisa kita kerjakan dari kamar kos atau rumah. Tak butuh kantor, jika pun harus bertemu karena rapat. Rapatnya di kafe asal ada koneksi internet kencang. Tak perlu jadi karyawan, selama ada jaringan pertemanan yang bagus, proyek berdatangan. Pendapatan tak tentu, kadang bokek kadang kaya raya, tergantung gaji dan lancar tidaknya pendapatan yang cair.

Begitulah profesi menjadi pekerja lepas alias freelancer. Dari luar tampak seperti penggangguran namun sesungguhnya punya tenggat waktu pekerjaan. Menggiurkan ya bisa bekerja sesuka hati tanpa ada bos yang mengawasi. Betapa mengasyikkannya bekerja tanpa waktu kantor jam 08.00 sampai jam 17.00. Tidak usah bangun pagi-pagi, tak terkena macet menuju kantor bersama ribuan pegawai lainnya, dan kreativitas yang tak dibatasi.

Apa iya menjadi freelancer seenak itu? Ayo dibaca dulu modal-modal yang kamu perlukan bila berniat jadi freelancer.

Siapkan Modal Biaya Hidup

Sebelum terjun jadi freelancer, coba cek isi rekening tabungan. Masih ada uangnya? Berapa banyak sisanya bila kita menempuh resiko menjadi freelancer? Berapa lama pendapatan yang baru akan masuk? Bekerja lepas waktu artinya kita dituntut makin jeli terhadap pengeluaran. Ayo dihitung lagi berapa pengeluaran kita selama perbulan. Siapkan dana cadangan, berjaga-jaga bila kita mengganggur.

Buat Rekening Tabungan Berbeda

Jangan satukan rekening pengeluaran dengan tabungan. Buat pos-pos pengeluaran dan pemasukan. Bila perlu buat pos tabungan dan jangan membuat kartu ATM atau mobile banking, khawatirnya uang tabungan malah terpakai. Buat juga pos pengeluaran senang-senang, misalnya pos jalan-jalan. Anggap sebagai pos motivasi. Bila sudah mencapai limitnya, kita gunakan untuk berlibur. Senang kan bisa liburan dari hasil jerih payah sendiri sebagai freelancer.

Atur Gaya Hidup

Dengan pendapatan yang tak tentu, saatnya mengatur gaya hidup. Kabar baiknya gaya hidup kita bisa disesuaikan pos-pos pengeluaran. Bila pos pengeluaran menunjukkan angka positif untuk nongkrong di kafe-kafe instagram, kenapa tidak. Jika waktunya makan nasi dan telor ceplok hasil masak sendiri, ya masaklah. Belajar menahan diri termasuk modal jadi freelancer. Hidup kita bergantung pada baik tidaknya kita mengatur keuangan sendiri. Oleh karenanya siapkan mental agar tahan menahan hawa nafsu untuk belanja, nongkrong, dan jalan-jalan!

Berteman dengan Banyak Orang

Freelancer bisa mencari kerja kok di lowongan pekerjaan. Tinggal cari di mana informasi lowongannya. Lalu kirimi mereka email berisi surat pengantar dan CV. Namun teman yang ‘berpotensi’ akan berkali-kali memberi kita pekerjaan lo. Karena itu berteman baiklah dengan banyak orang dan ambil peluang di sana. Teman membawa jaringan pekerjaan yang  kita butuhkan.

Jaga Perilaku, Pekerjaan Lancar

Menjaga nama baik sendiri mutlak hukumnya. Bila ada undangan rapat, datanglah lebih awal. Jika invoice telat cair, tidak perlu membuat status menyindir di media sosial. Ketika ada masalah pribadi, tak usah mengungkit atau memperlihatkannya di hadapan klien. Tetap profesional dan jaga reputasi. Klien senang lo dengan pekerja yang tidak banyak tingkah, tahu-tahu pekerjaan beres sesuai (atau malah sebelum) tenggat waktu.

Memulai Hidup Sehat

Pekerjaan kita berhasil tidaknya ada pada diri sendiri. Bila kita sakit, lantas siapa dong yang mengerjakan? Tidak perlu memulai pola hidup sehat secara signifikan. Pelan-pelan saja dimulai dengan rutin berolahraga dan menyantap makanan yang banyak serat. Memperhatikan kesehatan sendiri termasuk modal bagi pekerja lepas waktu, karena tidak ada kawan ‘sekantor’ yang bisa menggantikan kita bukan?(nw)