Pendidikan merupakan hak segala warga masyarakat dan Negara menjamin itu didalam batang tubuh UUD 1945. Pendidikan merupakan hal terpenting dalam sejarah manusia karena dengan pendidikan manusia semakin mengenal dunia dan menjadi mahkluk yang lebih humanis. Pendidikan merupakan sebuah keharusan yang harus ditempuh oleh manusia modern guna meningkatkan derajat hidup, maupun untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Negara Indonesia sendiri telah mewajibkan seluruh masyarakatnya untuk menuntaskan wajib belajar 9 (sembilan) tahun, guna menekan angka kemiskinan dan buta aksara yang masih mendominasi masyarakat Indonesia terutama didaerah pedesaan. Pendidikan yang baik tentunya juga harus didukung oleh semua elemen masyarakat yang ada, masyarakat harus berpartisipasi aktif dalam memajukan pendidikan di negara ini. Akan tetapi masih banyak masalah yang harus diselesaikan dari sistem pendidikan Indonesia, misalnya masalah: Terlalu mahalnya biaya pendidikan, Sarana dan prasarana sekolah yang tidak memadai, dan kebijakan pendidikan nasional yang malah menindas rakyat miskin. Oleh sebab itu masalah pendidikan ini harus ditanggulangi oleh pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama demi kemajuan masyarakat maupun kemajuan perekonomian negara.

Pendidikan yang baik juga harus melibatkan lingkungan keluarga, karena keluarga merupakan lingkup terkecil dimasyarakat dan anak-anak tumbuh berkembang juga didalam keluarga. Pentingnya memahami pola asuh anak didalam memajukan pendidikan tak lepas dari peran orang tua dalam membimbing anak-anaknya untuk menggapai cita-cita anak setinggi mungkin. Orang tua juga harus mendukung anak ketika si anak sedang mengalami masalah pribadi maupun masalah dengan teman-temannya. Orang tua wajib tahu apa masalah anak-anaknya dan tetap membimbingnya agar kelak mereka menjadi masa depan negara ini. Bahkan sejak zaman dahulu pendidikan telah menjadi motor penggerak masyarakat dan kemajuan bagi suatu umat, karena dengan pendidikan menuntun mereka menjadi masyarakat yang beradab.

Bahkan Ali Bin Abu Thalib pemimpin Khalifah Ke empat Islam, pernah mengatakan bahwa “ Kebahagiaan terbaik adalah mencari ilmu dan membagikan ilmu, karena warisan terbaik adalah ilmu, warisan harta akan mudah habis apabila tak bisa dikelola. Tetapi kalau ilmu akan bermanfaat sepanjang hayat manusia”. Memang tak dapat disangkal pentingnya ilmu bagi kehidupan beragama maupun kehidupan bermasyarakat.

Pola asuh anak merupakan hal terpenting demi masa depan anak yang lebih cerah, orang tua seharusnya sadar bertul arti pendidikan agar seorang anak benar-benar berhasil kelak ketika ia dewasa. Orang tua haruslah mengetahui segala sesuatu tentang permasalahan anaknya agar anak merasa bahwa orang tuanya sangat peduli akan dirinya. Ketika belajar dirumah maupun hari libur orang tua harus menemani si anak agar anakpun juga merasa nyaman ketika berada dirumah. Pada malam hari merupakan waktu yang tepat bagi orang tua untuk bersendagurau maupun saling bercerita tentang kehidupan anak maupun kehidupan disekolahnya.

Menurut ahli Sosio-Psikologi, George Herbert Mead masa anak-anak dibagi menjadi empat tahap :

  1. Tahap Play Stage (Tahap Mengenal Dunia)

Pada tahap ini dimulai dari umur 0-3 tahun, pada tahap  ini anak mulai berlatih berbicara dan menirukan hal-hal yang dibicarakan orangtua maupun teman-temannya. Oleh sebab itu, pada tahap ini orangtua harus benar-benar mengajarkan perkataan yang baik dan cara berperilaku yang baik agar sang anak tidak membicarakan hal-hal yang buruk.

2. Tahap Game Stage (Tahap Melakukan Permainan)

Pada tahap ini dimulai dari umur 4-7 tahun, pada tahap ini anak-anak mulai melakukan kegiatan permainan dan mulai bersekolah, disini mereka dilatih untuk belajar dan membaca, agar nantinya mereka bisa lebih tahu tentang dunia dan masyrakat yang ia tempati. Mereka leluasa untuk bermain karena dengan bermain mereka sedikit demi sedikit mulai mencari tahu apapun yang ingin mereka tanyakan.

3. Tahap Generalized Stage (Tahap Mengenal Aturan-Aturan Masyarakat)

Pada tahap ini dimulai dari umur 7-14 tahun, pada tahap ini mereka mulai mengenali atauran-aturan dimasyarakat dan mengetahui hal-hal yang tidak boleh dilakukan serta hal-hal yang boleh dilakukan. Mereka belajar mengenali norma-norma yang ada agar mereka bisa hidup bermasyarakat dengan baik.

4. Tahap Prepatory Stage (Tahap Terjun di Masyarakat)

Pada tahap ini dimulai dari umur 14-19 tahun, pada tahap ini mereka mulai belajar bermasyarakat dan mulai mentaati aturan-aturan yang ada dimasyarakat, mereka harus menaati aturan karena itu adalah hal yang tidak bisa ditawar maupun dilanggar. Apabila mereka melanggar aturan pastinya ada hukuman yang harus mereka terima. Oleh sebab itu pada tahap ini merupakan hal terpenting ketika seorang anak akan mandiri didalam masyarakat.

      Dari penjelasan diatas sebenarnya berhasil atau tidaknya seorang anak mengenali dunia tergantung pada pola asuh orang tua ketika mensosialisasikan nilai-nilai yang ada dimasyarakat. Orang tua dan keluarga menjadi kunci keberhasilan bagi seorang anak yang ingin terjun langsung didalam masyarakat. pendidiikan merupakan hal yang paling penting karena disini moral keperibadian anak juga dibentuk disekolahan walaupun didalam keluarga mereka sudah menerimanya. Sekolah dan lingkungan keluarga sudah saatnya bersama-sama untuk bergandengan tangan untuk mensukseskan anak-anak menjadi anak-anak yang tumbuh dewasa dan menjadi anak-anak yang sukses menurut keinginan mereka masing-masing, sudah seharusnya orangtua tidak memaksakan kehendaknya kepada si anak bila si anak tidak menyukai hal yang diperintahkan, orangtua yang baik adalah orang tua yang mengerti keadaan dan keinginan anaknya menuju kesukseskan yang ia cita-citakan dan yang mereka impikan.

Presiden pertama Indonesia Ir.Soekarno mengatakan bahwa “Bangsa ini akan maju apabila pemuda-pemudanya rajin belajar dan selalu menuntut ilmu, bangsa Indonesia akan maju apabila anak-anak Indonesia mau belajar lebih keras untuk masa depan dan keinginan untuk menjadi yang lebih baik”. Memang benar apa yang dikatakan oleh Presiden Soekarno bahwa maju tidaknya sebuah bangsa dapat diukur dari tingkat pendidikannya dan sistem pendidikan yang membuat anak mampu mengeksplorasi bakatnya. Sudah selayaknya untuk masyarakat lebih peduli tentang pola asuh anak dan pendidikan, demi kemajuan bangsa dan demi kemajuan suatu masyarakat maka pendidikan adalah sebuah kunci kesuksesan yang harus dipertahankan serta layak untuk dilestarikan.(Danang Pamungkas)