Setelah kota Pekanbaru dan kota Banjarmasin, Kota Manado menjadi kota ketiga yang menerima kehormatan dikunjungi oleh Roadshow Serempak 2018. Roadshow Serempak di Manado dilangsungkan pada Rabu, 18 Juli 2018 bertempat di Ballroom STIE Pariwisata Manado yang terletak di JL. Maengket Komp. Taman Budaya Wanea, Manado. Roadshow Manado kali  ini mengusung tema: Serempak Mengembangkan Pariwisata Menghadapi Pasar Bebas Dengan Semangat Si Tou Timou Tumou Tou yang mana arti dari Si Tou Timou Tumou Tou adalah manusia hidup untuk menghidupkan manusia lainnya. Tema ini diusung dalam rangka Manado menyambut semangat kebersamaan dan tolong menolong dalam membangun pariwisata, siap menghadapi Pasar Bebas.

Seperti halnya Roadshow Serempak di dua kota sebelumnya, yang menjadi target utama dari acara ini adalah kaum perempuan. Hal ini tercermin dari peserta yang hadir, hampir semua perempuan. Peserta-peserta yang hadir, ada Nasyiatul Aisyiyah SULUT (NA-SULUT), Dinas PPPA Kota Manado, PERSIT (Persatuan Istri Prajurit) Yonif 712 Manado dan para mahasiswa tentunya.

Ada hal menarik di acara Roadshow Serempak kali ini, setelah semua panitia dan peserta mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian tampil sebuah tarian Kabasaran yang dibawakan oleh Sanggar Kabasaran Matuari Waya, yang keseluruhan penarinya adalah perempuan. Mereka menamai timnya Tombarian, tim “wewene” (tim perempuan, red). Seperti diketahui, tarian Kabasaran lazimnya dibawakan oleh kaum pria.

Roadshow Serempak Manado dibuka oleh bapak Micler C. S. Lakat, SH, MH, selaku Asisten Satu Pemkot Manado yang mewakili Walikota Manado. Kemudian sambutan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dibawakan oleh Ibu Niken selaku Asisten. Deputi Kesetaraan Gender, infrastruktur dan Lingkungan yang menyampaikan tentang pentingnya literasi digital dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Indonesia.

Ada empat pembicara yang dihadirkan dalam Roadshow Serempak di Manado. Ada bapak Dr. Dedy Permadi (Ketua Siberkreasi), bapak Stanly Karouw, ST., MTI. (Relawan TIK dan Dosen di Univ. Sam Ratulangi), Ibu Ratna Susianawati, SH. MH Sekretaris Deputi bidang Kesetaraan Gender KemenPPPA, serta ibu Martha Simanjuntak, sebagai Founder IWITA atau Indonesia Women IT Awareness.

Dr. Dedy menyampaikan, ada sekitar 265 juta masyarakat Indonesia pengguna internet yang juga aktif menggunakan media sosial. Di satu sisi itu baik, namun di sisi lainnya kita menghadapi masalah karena belum banyak yang tahu dan paham akan adanya dampak negatif yang dapat muncul dari internet. Dr. Dedy mengatakan bahwa salah satu masalah internet di Indonesia adalah banyaknya konten-konten pornografi yang bisa membahayakan psikologis anak-anak.

Penyebaran berita bohong atau hoax juga menjadi perhatian dari siberkreasi, Dr. Dedy memberikan rumus untuk kita bisa menangkal hoax. “BAPER” itu rumusnya, Baca, Pelajari baru di Respon.

Pembicara lainnya, bapak Stanly Karouw menyampaikan informasi mengenai literasi digital, khususnya untuk memanfaatkannya dalam rangka menunjang industri pariwisata di kota Manado dan Provinsi Sulawesi Utara.

Ibu Ratna Susianawati juga memberikan pengarahan kepada para kaum ibu-ibu yang hadir untuk juga bisa beradaptasi, jangan sampai anak-anak tidak terawasi dalam penggunaan internet, yang akhirnya akan berujung pada hal-hal buruk yang tidak kita inginkan. Mengenai perdagangan manusia juga menjadi perhatian dan harus kita waspadai, terutama kaum perempuan.

Pada bagian akhir Roadshow Serempak di Manado, ibu Martha Simanjuntak kemudian memperkenalkan personal branding kepada para peserta, bagaimana sebagai perempuan bisa melakukan personal branding yang baik untuk bisa memberikan nilai tambah kepada diri dan juga usaha yang dilakukan. Tak kalah penting juga, ibu Martha memaparkan tentang Serempak. Serempak.id sebagai media interaktif dimana masyarakat dapat berkontribusi menyumbangkan aspirasinya dalam bentuk tulisan, video, ide maupun inovasi untuk pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Turut berpartisipasi dalam Serempak.id dapat membantu pengguna memiliki personal brand yang cemerlang, yaitu investasi dalam social networking yang luar biasa.

Sebagai salah satu peserta, saya merasa acara ini sangat bermanfaat. Banyak informasi-informasi baru yang dibagikan, khususnya dalam dunia internet dan yang terpenting, bagaimana menyikapi hal-hal negatif yang juga hadir dalam dunia internet saat ini.

Dengan banyaknya kaum perempuan yang hadir, diharapkan mereka bisa lebih tahu dan well informed  mengenai dunia internet. Karena perlindungan atau filter yang paling awal adalah di dalam keluarga, dan jika seorang ibu mampu melindungi anak-anaknya dengan informasi yang cukup, maka anak-anak kita tidak akan terjerumus pada hal-hal negatif dan membahayakan diri mereka.

Semoga Roadshow Serempak ini akan terus berlanjut ke berbagai kota lagi di Nusantara sehingga semakin banyak ibu-ibu dan masyarakat luas yang bisa menerima informasi ini, dan mereka akan meneruskan informasi baik ini kepada teman, lingkungan, terutama kepada keluarga.(cf)