Seminar bertajuk “When Idea, Soul and Passion Meet Business” di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan Narasumber Martha Simanjuntak Founder Indonesia Women IT Awareness (IWITA) , Yohannes Mercy (Animator) dan Bagus (Business Development Tokopedia) dihadiri ratusan mahasiswa dari dalam dan luar kota. Seminar yang diinisiasi oleh Fakultas Sains dan Teknologi ini terlihat hidup dan interaktif.

Sesi pertama Martha Simanjuntak memaparkan bahwa entrepreneurship tak hanya identik dengan keterampilan bisnis. Namun lebih luas dari itu, yakni Kreativitas, Inovasi dan keberanian dalam mengambil keputusan untuk maju. Kewirausahaan dapat membuat sesuatu menjadi bernilai ketika difungsikan sebagai karya seni dan keterampilan untuk mengelola berbagai keterbatasan kemampuan dalam penyediaan modal dan fasilitas untuk membuat usaha. Sehingga dapat mengelola keterbatasan menjadi solusi dan potensi.

Banyaknya pengangguran dan sedikitnya lapangan pekerjaan membuat generasi muda termasuk para mahasiswa harus berpikir kreatif. “Sebab ketika pendidikan mumpuni tetapi tak mendapatkan kesempatan bekerja yang layak, wirausaha adalah alternatif yang terbaik.” Ujar Martha.

“Pendidikan saja tidak cukup karena Bangsa Indonesia membutuhkan kreativitas anak bangsa untuk memberikan banyak peluang usaha melalui wirausaha mandiri yang akan mendorong pendapatan daerah serta ekonomi bangsa.” Martha menambahkan.

Pengenalan bisnis serta metode pencapaian melalui pemasaran yang tepat pun dijabarkan oleh Martha dengan detail dalam seminar ini. Persentase pebisnis perempuan dalam era kini lebih mendominasi. Ini berkat kemajuan teknologi yang memberikan fasilitas dalam mencari jaringan luas bagi kalangan pebisnis perempuan yang melek teknologi. Pengalaman Martha bekerja dalam bidang IT selama puluhan tahun, menempa dirinya menjadi entrepreneur sukses dan dibalik organisasi IWITA, Ia adalah penggagas utama dan melahirkan banyak potensi serta kreativitas di dalamnya.

Sesi ke dua diisi oleh Yohannes Mercy, Animator muda berpengalaman ini sekarang bekerja di sebagai animator di salah satu stasiun TV ternama di tanah air. Laki-laki yang biasa dipanggil Mercy ini memberi wawasan tentang Digital Marketing yang sedang melanda era 2.0 yang dominan menggunakan sosial media untuk berinteraksi.

Ukuran dan target marketing yang diulas dari sudut pandang visualisasi yang mudah diingat dan dikenal masyarakat serta memperkenalkan kategori calon konsumen yang hanya sekadar melihat-lihat saja atau yang memang berniat membeli. Semua kategori ini memerlukan strategi agar semuanya tertarik dan membeli. Jadi, visualisasi produk sangat penting untuk menarik perhatian. Mercy memberikan beberapa contoh brand ternama yang sukses diingat dan dikenal oleh masyarakat luas.

Mercy juga mengemukakan bahwa mengemas suatu produk harus praktis, mampu menjelaskan spesifikasinya dan tidak membohongi konsumen. Dalam presentasinya Mercy juga membagikan kiat dan motivasi dalam membangkitkan kreativitas dan inovasi.

Terakhir Bagus Aryo Wijanarko dari Tokopedia memberikan tips dan membuka jalan untuk berwirausaha dengan memanfaatkan sistem marketplace di toko online. Bagus juga mengungkapkan bahwa generasi muda saatnya harus kreatif dan mandiri. Tak tersugesti dengan zona nyaman. Bagus memberikan asupan motivasi bagi para mahasiswa yang hadir.

Dalam kesempatan ini, Serempak juga diperkenalkan kepada peserta. Serempak sebagai media partner pun ikut memberikan motivasi untuk maju dan mandiri kepada seluruh peserta yang hadir. Serta mengajak untuk berpartisipasi dalam memajukan perempuan dan anak Indonesia dengan berbagai kegiatan bermanfaat.

Seminar “When Idea, Soul and Passion Meet Business”