Pendidikan karakter adalah hal yang utama bagi seorang anak. Tidak peduli ia nantinya berprestasi dalam sekolahnya atau tidak, yang penting benahi akhlaknya dahulu. Salah satu cara agar anak kita memiliki karakter yang baik ialah mengajaknya sadar akan eksistensi dirinya.

Tugas kita sebagai orangtua hanya mengarahkan ia kepada kebaikan. Kita tidak boleh mendiktenya, memaksakan kehendak ia nanti jadi apa. Karena ini merupakan salah satu sebab anak muda zaman sekarang menjadi semakin brutal.

Hal yang perlu pembaca tahu, anak zaman sekarang tidak bisa dipaksa. Dalam diri mereka telah tertanam kehendak yang kuat, dan prinsip hidup era kebebasan. Sudah tidak zamannya untuk menggurui mereka, kita hanya bisa menasehati.

Mengapa Perlu Mendidik Anak Dengan Pendidikan Karakter?

Zaman old mungkin masih berjalan dengan lancar, tetapi itu sejalan dengan orang-orang yang sezaman. Nah di sini kan yang lagi banyak berperan adalah para pemuda nya, tetapi tentu orangtua masih memiliki tugas mengarahkan. Karena tanpa kita arahkan, mereka akan kebablasan.

Yuk, arahkan mereka dengan pendidikan karakter. Pendidikan karakter adalah sebuah pendidikan yang berguna untuk membenahi karakter yang kurang baik, menjadi sebuah karakter yang baik demi masa depan anak bangsa.

Orang-orang di zaman ini lebih viral menyebut dengan zaman millenial, zaman emas yang akan diraih oleh bangsa negara Indonesia. Untuk mendapatkan hasil generasi bangsa yang apik dan generasi yang patut dibanggakan, kita pun punya pendidikan karakter. Membenahi karakter berarti membenahi akhlak sebagai dasar perilaku yang patut dicontoh, di negara yang katanya punya sopan santun yang bagus.

Pena, Salah Satu Media Pembenahan Karakter

Mengapa saya arahkan kepada pena untuk diberi tugas pembenahan karakter bagi bibit unggul Anak Zaman Millenial? Menurut hemat saya, pembenahan karakter harus berasal dari dalam diri anak bangsa. Bukan dari penuturan orangtua saja. Anak zaman sekarang tidak bisa disuruh-suruh, atau bahkan dinasihati, terkadang mereka ngeyel. Untuk itu kita benahi dari dalam saja.
Ajak mereka gemar menulis. Menulis adalah kegiatan refleksi diri yang diarahkan kepada hasil karya, baik itu berasal dari wawasan maupun dari hasil membaca. Yang penting menulis itu pasti hasil dari melihat, lalu apa yang ada di dalam kepala di keluarkan dalam bentuk tulisan.

Seandainya kita dapat mengajak anak-anak senang menulis, suatu saat anak kita dapat merefleksikan dirinya menjadikan tulisan sebagai renungan. Ia akan menulis di saat mereka butuh. Ajari menulis buku diary saja sudah cukup. Nanti ketika mereka suka, akan nulis dengan sendirinya. Biarkan mereka berinteraksi dengan dirinya, hendak jadi apa nanti ketika dewasa.

Masukkan Anak Ke Pondok atau Tempat Belajar yang Jauh

Setelah usaha kita menjadikan anak merenung melalui tulisan, peran orangtua adalah mengarahkan. Mungkin kita sebagai orang terdekat kadangkala menasihati malah tidak digubris, berarti butuh hentakan dari luar. Berikan pendidikan karakter melalui pendidikan agama. Masukkan mereka ke pondok pesantren atau ke tempat yang memiliki naungan agama. Agar mereka dapat terarahkan.

Demikian artikel ini semoga dapat memberikan manfaat bagi para pembaca. Dengan memberikan pendidikan karakter yang baik, bangsa akan semakin menjadi mapan kebaikan dan kesuksesan. (Nur Chafsoh)