Generasi muda Indonesia berkontribusi dalam perubahan bangsa ini untuk kemajuan bersama. Dalam menghadapi era modern ini, generasi muda Indonesia harus mampu menjaga nilai-nilai dalam Pancasila. Mengapa? 

Dalam pelestarian Pancasila banyak hal yang bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya adalah  pelestarian budaya lokal yang memiliki peranan penting dalam membentuk karakter generasi muda.

Generasi muda harus mampu mempertahankan dan melestarikan  budaya lokal agar tidak terkikis oleh budaya asing yang masuk ke Indonesia.  Karena hal ini akan menyebabkan terjadinya krisis moral khususnya pada generasi muda sebagai generasi masa depan.

Secara umum, kebudayaan didefenisikan sebagai hasil karya manusia yang diciptakan guna mempertahankan kelangsungan kehidupan manusia.  Kebudayaan penting bagi kehidupan manusia untuk digunakan sebagai alat beradaptasi dengan lingkungan social dan alam.

Hasil karya manusia yang berwujud kebudayaan itu menonjolkan unsur estetika, pengetahuan maupun yang berkait dengan peristiwa kehidupan manusia itu sendiri.  Wujud kebudayaan itu dapat berupa nilai-nilai yang diwarisi secara turun temurun, yang dipergunakan sebagai acuan dalam bertindak dan bertingkah laku dalam komunitasnya, maupun berhubungan dengan masyarakat lain di luar kelompok mereka.  Wujud kebudayaan itu dapat pula berwujud kesenian, bahasa, dan struktur masyarakat yang berlaku pada komunitas mereka masing-masing.

Kebudayaan daerah di Indonesia sangatlah beragam.  Menurut Koentjaraningrat, kebudayaan daerah sama dengan konsep suku bangsa.  Suatu kebudayaan tidak terlepas dari pola kegiatan masyarakat.  Keragaman budaya daerah bergantung pada faktor geografis.  Semakin besar wilayahnya, maka makin kompleks perbedaan kebudayaan satu dengan yang lain.  Jika kita melihat dari ujung Pulau Sumatera sampai ke Pulau Irian tercatat sekitar 300 suku bangsa dengan bahasa, adat istiadat, dan agama yang berbeda.

img-20161028-wa0011

Generasi muda adalah kelompok kaum muda atau generasi yang melanjutkan generasi sebelumnya sebagai generasi harapan setiap bangsa atau benih yang akan tumbuh untuk mengembangkan masa depan suatu bangsa agar tetap utuh, berkembang dan maju. Juga sebagai calon terkuat untuk menggantikan peran dalam sebuah perjalanan suatu bangsa kedepannya.

Generasi muda sangat rentan dengan perubahan, baik itu keburukan ataupun kebaikan, Pengaruh kebudayaan luar merupakan ancaman bagi mereka. Oleh karena itu, mereka harus ditantang untuk segera mencintai budaya sendiri dan menerima perkembangan budaya luar hanya yang sesuai dengan norma dan budaya kita, karena hal ini sangat mengkhawatirkan dan siap menerkam para generasi muda.  Seperti pergaulan bebas tanpa batas, narkoba, minuman keras dan hal lain yang sangat merugikan para generasi muda tersebut.

Dalam konteks keberlanjutan budaya apabila generasi muda sudah tidak lagi peduli terhadap budaya daerahnya maka budaya tersebut akan mati. Namun jika generasi mudanya memiliki kecintaan dan mau ikut serta dalam melestarikan budaya daerahnya maka budaya tersebut akan tetap ada di setiap generasi.  Demikian juga dengan jatidiri, bila sudah tidak memiliki jatidiri yang kuat maka budaya asing pun akan mudah dengan leluasanya menggeser budaya suatu daerah.  Sebaliknya, jika suatu daerah memiliki jati diri yang kuat maka akan sangat sulit budaya asing untuk bisa masuk, apalagi menggantikan budaya daerah tersebut.  Maka dari itu generasi muda seharusnya lebih menguatkan jati diri, menumbuhkan jiwa patriotisme dan kecintaanya pada suatu budaya yang akan mereka warisi nantinya.

Generasi muda harus mampu mengambil peranan dalam mempertahankan ciri khas kebudayaan dan kearifan lokal yang dimiliki.  Budaya lokal memiliki banyak keunggulan dibanding beberapa budaya asing yang bersifat destruktif karena kearifan lokal mampu membina persatuan dan kesatuan ditengah-tengah kemajuan bangsa. (sm)