Oleh: Mugniar

http://www.mugniar.com

Pada tulisan berjudul Mari SEREMPAK Bergerak untuk Perempuan dan Anak Indonesia, saya menceritakan mengenai bagian awal sosialisasi Serempak di Makassar. Kelanjutannya, bahasan materi dari tiga narasumber, saya sampaikan di tulisan ini. Selamat membaca.

Mbak Martha Simanjuntak (founder IWITA sekaligus bertindak sebagai ketua Pokja Serempak) menceritakan bahwa Serempak ini sudah digagas sejak 5 tahun yang lalu. Menurut Mbak Martha, pelaksana Serempak berasal dari bermacam-macam komunitas, bukan hanya dari IWITA (Indonesian Women IT Awareness). Serempak milik masyarakat Indonesia. Mengapa Makassar dipilih sebagai kota pertama pelaksanaan roadshow Serempak, alasannya adalah karena data menunjukkan, untuk saat ini Makassar adalah kota yang tertinggi E-commerce-nya.

Ibu Ratna Susianawati (Asisten Deputi Kesetaraan Gender Bidang Infrastruktur dan Lingkungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) mengatakan bahwa KPPPA bertugas memberi akses kepada perempuan dan anak untuk bisa punya posisi tawar yang sama agar melek media.

Rahmiana Rahman yang biasa disapa Ammy (founder CV Soulmaks Creative dan co founder bacaanbisnis.com mengatakan, “Persamaan perempuan dan E-commerce adalah sama-sama menarik. Kapan perempuan tidak berkembang, ketinggalan, deh!”

Aresdi Mahdi Asyathry (Komisaris LOGUE Internasional) yang minta disapa “Bro” mengatakan, kini perempuan harus “bergerak” (melalui E-commerce). Menurutnya, “entrepreneur is ability.” Dengan memiliki passion dalam entrepreneurship, maka passion bisa diubah menjadi uang.

Narsum-roadshow-Serempak-Makassar-2

Bro Ares mengatakan, di zaman ini, banyak peran distributor yang hilang, peran itu berpindah menjadi pekerjaan kurir. Kini banyak online shop. Sejak tahun 2013, jumlah pengiriman barang di perusahaannya selalu meningkat di atas 100% setiap tahunnya karena pertumbuhan online shop. Begitu pun dengan perusahaan jasa kurir lainnya, sumbangsih terbesarnya berasal dari online shop.

Banyaknya perusahaan jasa kurir baru berbanding lurus dengan tingginya transaksi online. Perdagangan bebas menyebabkan makin banyaknya varian baru yang muncul di pasaran. Namun demikian, potensi terbesar pengiriman barang masih di/dari pulau Jawa.

Bro Ares mengemukakan bahwa, di antara sekian banyak tempat berjualan online (website/blog, Facebook, BBM, Twitter, Instagram, Line, dan marketplace), pada perusahaannya, permintaan yang paling besar adalah yang berasal dari marketplace. Begitu pun pada perusahaan jasa kurir lainnya (maka, bergabunglan dengan marketplace).

Dalam memilih barang apa yang akan dijual, Bro Ares menyarankan untuk memilih kategori fast moving atau slow moving, dengan memperhatikan karakteristik masing-masing. Untuk barang fast moving, harus diingat hal-hal berikut: perputaran barangnya cepat, margin tidak bisa besar dan harga bersaing, saingannya banyak, dan harus hati-hati dalam menentukan harga. Contoh barang-barang fast moving: asesoris HP, fashion wanita, perlengkapan bayi, kosmetik, HP, dan camilan.

Sementara untuk barang slow moving, hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut, seperti perputarannya lambat, margin bisa besar dan harga tidak bersaing, dan saingannya sedikit. Contoh barang-barang slow moving, yaitu drone, kamera, buku, boneka, dan keperluan dapur.

Bro Ares kemudian memaparkan kendala-kendala yang biasa dihadapi oleh pelaku E-commerce, yaitu pasif, tidak fokus, dan tidak kreatif. Khusus untuk pedagang online yang berasal dari luar pulau Jawa, Bro Ares memberi catatan kekurangannya adalah menampilkan foto yang seadanya. Padahal, foto merupakan hal penting dalam berdagang online. Selain itu, kendala lain bagi pelaku E-commerce di luar Jawa adalah koneksi internet yang belum merata dan sarana distribusi yang belum maksimal.

Bro Ares menutup presentasinya dengan quote dari pengusaha Bob Sadino, “Bisnis yang bagus adalah bisnis yang dimulai, bukan yang ditanya terus!

Peserta-roadshow-Serempak-Makassar-1

Selanjutnya, pada sesi tanya-jawab, diskusi yang dipandu apik oleh Kak Luna Vidya Matulessy (Independent Communication Consultant) ini berlangsung seru. Semua narasumber menjawab dengan baik pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta sosialisasi Serempak.

Ammy

Perhatikan prime time dalam menggunakan media sosial. Manfaatkan waktu, meski disela-sela jam kuliah bagi mahasiswa. Selama berbisnis, pengalamannya menunjukkan dalam 3 kesuksesan, ada 30 kegagalan. Ia sudah jatuh-bangun dalam beberapa bisnis tetapi setiap jatuh, ia bangkit lagi. Ammy menekankan dalam berbisnis, “Persoalan konsistensi. Saya tidak takut memiliki impian dan tidak takut membangun impian!”

Bro Aresdi

Pelayanan jasa kurir di pelosok Indonesia memang masih sulit, masih tergantung oleh perusahaan milik pemerintah. Berita baiknya, akan di-launching aplikasi untuk mempermudah komplain.

Ibu Ratna Susianawati

Peluang yang dibuka sekarang, bukan hanya domain perempuan saja. Laki-laki pun diharapkan berperan. Target soal kesetaraan gender adalah peluang juga bagi kelompok-kelompok masyarakat lain. Dua persoalan besar negara kita saat ini adalah MEA dan pornografi.

Penduduk Indonesia, sebanyak 44,9% adalah perempuan. Kira-kira 30-an persen anak-anak. Kalau digabungkan sekira 80-an persen. Dengan jumlah sebanyak ini, perlu dipersiapkan dan dipenuhi hak-haknya. Namun kekuatan pemerintah terbatas. Itulah perlunya berjejaring. Kalau tak punya jejaring yang baik, program pemerintah tidak akan sampai kepada semuanya.

Ada 3 ukuran IPM (Indeks Pembangunan Manusia), yaitu pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Diharapkan perempuan bisa didorong untuk mandiri secara ekonomi dan sosial. Serempak digagas untuk mendidik perempuan melalui IT. Hal-hal yang mendasarinya adalah arus dinamika informasi besar-besaran dan bahwa kita harus mampu bersaing pada era perdagangan bebas. Perempuan Indonesia harus bisa menggunakan komputer dan berusaha mengangkat kekuatan-kekuatan yang ada di wilayahnya. Untuk Makassar, saat ini – Makassar adalah kekuatan E-commerce tertinggi di Indonesia. Sementara itu, di Indonesia 60% pelaku industri kecil dan menengah adalah perempuan. Terbukti, krisis tidak menggoyahkan para pelaku industri kecil dan menengah itu.

Sementara itu, pemerintah Indonesia berkomitmen melaksanakan rekomendasi internasional untuk kesejahteraan masyarakat. Salah satunya adalah pentingnya literasi digital. Tujuannya adalah untuk memberi ruang dan akses kepada perempuan supaya bisa terlibat dalam pengambilan keputusan supaya bisa memenuhi kebutuhannya.

Mbak Martha

Sehubungan dengan hal-hal yang dipaparkan oleh Ibu Ratna maka website Serempak.id diluncurkan. Website ini mudah diakses, mendukung berbagai format media, ada struktur organisasinya (makanya ada Pokja), dan siapa pun bisa menjadi kontributornya.

Diharapkan Serempak bisa menyebarluaskan informasi dari pemerintah dan non pemerintah kepada masyarakat umum, khusus untuk perempuan dan anak, serta mempercepat pengembangan edukasi untuk perempuan. Serempak ini efektif, efisien, kreatif, dan mudah digunakan.

Pada website Serempak ada fitur jurnalisme warga, E-learning (tersertifikasi dan bisa di-down load gratis, ada berita, live chat, forum, dan E-market.

***

Usai sosialisasi Serempak, diumumkan pengumuman pemenang livetweet, dan ternyata pemenangnya adalah saya. Alhamdulillah dapat hadiah berupa kain selendang cantik (terima kasih ya, IWITA dan KPPPA). Tidak sampai di situ saja, usai foto-foto bersama, acara ditutup dengan makan siang bersama. Semoga setelah ini, semua yang hadir memanfaatkan website Serempak untuk menyampaikan kabar dari wilayahnya masing-masing.

Peserta-roadshow-Serempak-Makassar-2

Makassar, 16 Agustus 2016

Artikel ini merupakan artikel kedua oleh si penulis yang diikutsertakan dalam lomba menulis serempak.