Oleh : Helena Safitri

Di era digital ini masih saja ada stigma teknologi identik dengan kaum laki-laki. Contoh nyata dapat dijumpai di SMK dan sekolah tinggi/universitas dengan jurusan IT (information technology) yang mayoritas siswanya laki-laki. Dalam keluarga, anak perempuan pun cenderung diarahkan untuk pekerjaan non-IT. Apakah perempuan tidak perlu memahami teknologi informasi? Dalam budaya Jawa ada istilah masak, macak, lan manak (memasak, berdandan, dan melahirkan) bagi kaum perempuan. Lalu apa pentingnya IT bagi kaum perempuan?

 

Perempuan-melek-IT-Serempak-Jakarta-Helenamantra-8

 

Ada hal menarik mengenai fenomena online shop. Kalau urusan IT diserahkan ke laki-laki, mengapa penjual dan pembeli online shop didominasi perempuan? Coba tengok online shop yang jumlahnya semakin berkembang dari hari ke hari di Instagram. Produk yang dijual kebanyakan adalah kebutuhan wanita, mulai dari pakaian, kosmetik, hingga kebutuhan rumah tangga. 53% konsumen online shop adalah perempuan (sumber: Majalah MIX 02/XII/17 Feb – 17 Mar 2015).

Permasalahan mengenai kesetaraan gender dalam IT ini dibahas pada Roadshow Serempak awal Agustus lalu di Jakarta. Menghadirkan para narasumber yang terdiri dari perempuan-perempuan berprestasi yang tentunya melek IT. Mereka membawa perubahan ke arah positif bagi keluarga maupun bangsa.

Roadshow Serempak

Seputar Perempuan dan Anak (SEREMPAK) di bawah naungan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) mengadakan Roadshow Serempak 2016 untuk mengedukasi pentingnya penguasaan IT. Bertempat di Hotel Sari Pan Pasific, acara ini mengambil judul “Pendayagunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pemberdayaan Perempuan”.

 

Perempuan-melek-IT-Serempak-Jakarta-Helenamantra-6

 

Pada 2016, KPPPA telah menetapkan program unggulan yang disebut Three Ends, yaitu:

  1. End Violence Against Women and Children (akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak)
  2. End Human Trafficking (akhiri perdagangan manusia)
  3. End Barriers To Economic Justice (akhiri kesenjangan ekonomi)

 

Dalam sambutannya, Ratna Susianawati, SH, MH, selaku Kepala Biro Hukum dan Humas Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menekankan pentingnya memahami IT untuk meningkatkan kualitas hidup. Adanya Roadshow Serempak ini bertujuan memperkenalkan kembali Serempak pada masyarakat supaya semakin banyak yang peduli dan berpartisipasi dalam peningkatan jumlah perempuan melek IT untuk menyukseskan Three Ends tersebut.

 

Tahun 2014, pengguna internet di Indonesia lebih didominasi oleh perempuan sebanyak 51% (sumber: hasil riset nasional oleh Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) dan Pusat Kajian Komunikasi Universtas Indonesia). Perempuan menggunakan internet untuk berinteraksi di media sosial, mencari informasi, juga membaca berita. Beda usia dan pendidikan, beda pula informasi yang dicari melalui internet.

Penyalahgunaan IT

Teknologi informasi dan komunikasi semakin mudah dengan internet yang memberi dampak positif bagi kemajuan suatu bangsa. Di sisi lain, ada efek buruk yang merusak moral bila tidak digunakan dengan tepat. Contohnya pengguna mengakses konten negatif atau pornografi melalui warung internet (warnet), termasuk anak-anak. Ir. Agustina Erni, M.Sc, Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat KPPPA, mengusulkan membuat program “WARNET SEHAT & AMAN” supaya pengguna tidak dapat mengakses konten negatif tersebut. Dengan demikian orang tua tidak perlu khawatir bila anaknya pergi ke warnet yang berpredikat sehat dan aman.

Mariam F. Barata, Plt. Direktur Jendral Aptika Kementerian Komunikasi dan Informasi RI, menambahkan dampak negatif internet yaitu malas berkomunikasi di dunia nyata, cenderung egois, ejaan dan tata bahasa yang tidak baku, juga kejahatan dan penipuan melalui internet. Untuk menangkal dampak negatif tersebut dapat dilakukan beberapa cara, antara lain:

  • Orang tua terlibat dalam pengawasan anak saat menggunakan gadget. Orang tua juga mengingatkan agar anak bijak mengunggah data pribadi melalui internet karena dapat disalahgunakan oleh orang lain.
  • Orang tua memberi batasan dan mendorong keseimbangan supaya anak tidak hanya bermain dengan gadget hingga keranjingan dan melupakan kewajibannya.
  • Orang tua memberikan contoh nilai-nilai positif dalam keluarga melalui sikap sehingga anak dapat meneladaninya.

 

Perempuan-melek-IT-Serempak-Jakarta-Helenamantra-9

 

Sebelum update status atau menyebarkan berita di media sosial sebaiknya pikir kembali. Kalau ada masalah, lebih baik lapor polisi daripada menyebarkannya di media sosial. Bila ada yang tersinggung, Anda dapat dikenai UU pencemaran nama baik. Perhatikan UU ITE No. 11 Tahun 2008 pasal 27 ayat 1-4 dan pasal 45 ayat 1 supaya terhindar dari pelanggaran Undang-Undang.

“Indonesia The Digital Energy of Asia”

Visi ekonomi Indonesia ke depan yaitu Indonesia sebagai digital ekonomi terbesar tahun 2020. Untuk mewujudkannya dilaksanakan program Palapa Link 2019 yaitu pada tahun 2019 tidak ada blank spot di Indonesia. Ada pula program 1000 technopreneur untuk mendukung startup lokal, dan 1juta nama domain gratis untuk UKM, sekolah, pesantren, dan komunitas.

Berbagai program dari Kemenkominfo ini patut diapresiasi dan didukung supaya akses informasi semakin mudah menjangkau hingga pelosok nusantara. Masyarakat Indonesia makin melek IT sehingga taraf hidupnya lebih baik. Hal ini pun berdampak positif pada perekonomian Indonesia yang semakin maju.

Manfaatkan IT untuk Kemajuan Masyarakat

Dalam Roadshow kali ini hadir seorang blogger sekaligus founder komunitas Startup Lokal, Nuniek Tirta Ardianto. Beliau bukan seorang lulusan IT namun mendapat manfaat yang luar biasa banyak karena melek IT. Bagi Nuniek, media sosial adalah jembatan untuk berinteraksi dengan dunia luar. Komunitas yang ia dirikan rutin mengadakan Meetup dengan menghadirkan narasumber untuk berbagi pengalaman seputar bisnis.

Hadir pula Nova Eliza sebagai founder Yayasan Suara Hati Perempuan. Artis cantik ini mendirikan Suara Hati untuk mengedukasi penolakan kekerasan pada perempuan dan anak.  Motivasinya menjadi sociopreneur dilatarbelakangi keluarganya yang menjadi korban kekerasan dan penyiksaan GAM, Aceh. Dalam kampanyenya di media sosial, Suara Hati melibatkan 60 public figure di Indonesia. Untuk tahun 2016, yayasan ini melakukan fund raising dan menarget dapat membuat rumah singgah di Aceh Pidie.

Kedua narasumber ini menunjukkan manfaat penguasaan teknologi untuk menyelesaikan permasalahan. Bagaimana dengan peran perempuan untuk masak, macak, lan manak? Mencari resep masakan semakin mudah dengan browsing di dunia maya. Inspirasi tutorial make-up dari yang natural sampai yang unik ada di YouTube. Berbagai parenting tips mudah didapatkan lewat media sosial maupun blog. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk perempuan tidak memahami teknologi informasi dan komunikasi.

Mari Berkontribusi

Pada sesi terakhir, Martha Simanjuntak, SE, MM, Ketua Pokja Serempak dan founder IWITA, menjelaskan Serempak dengan lebih detail. Info mengenai Serempak bisa diakses di www.Serempak.id, twitter: SerempakID, Facebook: Serempak Indonesia, dan Instagram: Serempak.

Siapa saja bisa bergabung menjadi kontributor di Serempak.id, baik perempuan maupun laki-laki, dengan mengirim artikel mengenai:

  • Kesehatan & kecantikan
  • Hukum & kebijakan
  • IPTEK
  • Ibu & anak
  • Karir & usaha
  • Wisata, budaya, & kuliner

Di samping itu, ada fitur e-learning sebagai wadah pembelajaran secara online. Ada pula “Laman UKM” guna mempromosikan hasil UKM asli Indonesia. Fitur yang satu ini menarik dan patut dicoba bagi para pelaku UKM supaya semakin dikenal luas.

@helenamantra

Artikel ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis SEREMPAK

Referensi:

Pengguna internet di Indonesia didominasi remaja dan wanita. Diakses tanggal 19 Agustus 2016.http://tekno.liputan6.com/read/2197439/pengguna-internet-indonesia-didominasi-remaja-amp-wanita

 

 

 

 

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba menulis serempak