Oleh: Narila Mutia Nasir

Ibu hamil merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap infeksi virus dan bakteri selain bayi dan balita Hal tersebut terjadi karena pada saat kehamilan terjadi perubahan dalam sistem ketahanan tubuh terhadap penyakit. Apabila seorang ibu hamil terinfeksi, maka dampaknya tidak hanya pada ibu hamil itu sendiri tetapi juga dapat mempengaruhi kesehatan janin yang dikandungnya.

Secara umum, beberapa penyakit infeksi yang perlu diwaspadai agar tidak ibu hamil tidak tertular adalah Toxoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes, penyakit menular seksual (PMS), Hepatitis B, Hepatitis C, human immunodeficiency virus (HIV), Parvovirus B19, streptococcus grup B, Listeria, dan Cacar. Sebagian dari penyakit tersebut ada yang dapat dicegah dengan pemberian imunisasi sebelum kehamilan dan ada juga yang tidak. Untuk mencegah terjadinya infeksi pada ibu hamil, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dalam website resminya memaparkan beberapa cara, yaitu:

  • Mencuci tangan lebih sering dengan menggunakan sabun dan air. Jika tidak ada air dan sabun, maka alcohol gel bisa digunakan
  • Menghindari penggunaan sendok, garpu, gelas, dan makanan dengan anak kecil karena saliva (air ludah) anak kecil tersebut mungkin saja mengandung virus yang tidak membahayakan bagi anak kecil tersebut tapi justru dapat membahyakan bagi ibu hamil dan janin yang dikandungnya
  • Memasak makanan hingga matang
  • Tidak mengkonsumsi susu yang tidak dipasteurisasi beserta produknya
  • Tidak menyentuh kotoran kucing atau anjing
  • Menjauhi hewan peliharaan dan tikus beserta kotorannya
  • Melakukan tes terhadap penyakit menular seksual termasuk HIV dan Hepatitis B serta melindungi diri dari penyakit tersebut
  • Melakukan imunisasi sesuai waktunya, misalnya sebelum merencanakan kehamilan
  • Menghindari kontak dengan orang yang sedang memiliki infeksi penyakit seperti Cacar atau Rubella, terutama jika belum melakukan imunisasi penyakit tersebut sebelumnya
  • Berkonsultasi kepada dokter mengenai infeksi Streptococcus grup B.

 

Salah satu cara pencegahan yang dipaparkan oleh CDC adalah menghindari kontak dengan penderita penyakit infeksi. Mengingat secara alami banyak agen penyebab penyakit yang berada di lingkungan, maka perlu dilakukan upaya agar ibu hamil tidak mudah terinfeksi oleh virus maupun bakteri. Usaha pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan peringatan kepada ibu hamil jika di suatu tempat sedang terjangkit suatu virus atau bakteri tertentu. Sebagai contoh adalah Parvovirus B19. Virus ini adalah jenis virus yang banyak ditemukan pada anak-anak sekolah yang menyebabkan kemerahan pada wajah. Menurut penelitian Lamont dkk, infeksi Parvovirus B19 pada ibu hamil dapat menyebabkan kelainan kongenital atau anemia pada janin. Jika di suatu sekolah terindikasi banyak anak yang terinfeksi virus ini, maka sebaiknya pihak sekolah memasang informasi di gerbang sekolah mengenai situasi ini.

Jepang merupakan salah satu negara yang bagus dalam pendataan dan usaha pencegahan penyakit infeksi. Berdasarkan pengalaman penulis, setiap kali ada virus yang sedang berjangkit pada anak-anak, terutama anak pra sekolah, dan dapat membahayakn ibu hamil, maka pihak sekolah akan memasang pengumuman di depan pintu gerbang sekolah. Pengumuman itu khusus ditujukan kepada ibu hamil yang menjelaskan bahwa saat ini sedang ada infeksi virus tertentu di sekolah itu, maka ibu hamil dianjurkan tidak masuk ke kawasan sekolah dalam periode tertentu. Apabila dirasa perlu, maka ibu hamil perlu meminta ijin untuk masuk.

peringatan infeksi

Gambar Peringatan Infeksi untuk Ibu Hamil

Tulisan yang dipasang di pagar sekolah seperti terlihat dalam gambar sepintas terlihat tidak penting. Akan tetapi sebetulnya tanda peringatan itu amat berguna sebagai langkah pencegahan penularan infeksi pada ibu hamil. Dari sudut pandang kesehatan masyarakat, peringatan pencegahan infeksi pada ibu hamil tersebut dapat menjadi salah satu upaya preventif yang efektif sesuai dengan cara pencegahan yang disarankan oleh CDC, yaitu menghindari kontak dengan penderita. Upaya ini bisa dicontoh dan dilaksanakan di Indonesia untuk mendukung usaha perbaikan kesehatan ibu dan anak seutuhnya.