sumber gambar: babyologist

Setiap orang pasti memiliki yang namanya Kolesterol di dalam tubuhnya. Namun, gejala penyakit kolesterol ini semakin merebak di masyarakat. Kadar Kolesterol yang tinggilah yang menjadi penyebab rasa sakit bagi masyarakat. Namun jika kadar kolesterol masih berada di ambang batas normal kolesterol tidak akan membahayakan tubuh.

Pencegahan kolesterol sebenarnya menjadi suatu masalah. Karena tubuh perlu asupan energi salah satunya kolesterol. Jika kolesterol berlebihan inilah penyakit yang semakin melanda dan merebak di Indonesia.

Jenis kolesterol dalam tubuh itu ada dua yaitu kolesterol HDL dan kolesterol LDL. Kolesterol HDL adalah kolesterol baik yang membantu melarutkan kolesterol jahat dalam tubuh. Sedangkan kolesterol LDL adalah kolesterol jahat yang bisa merugikan dan membahayakan bagi tubuh. Batas normal kolesterol yang baik untuk tubuh yaitu sekitar 160–200 mg saja. Untuk kolesterol yang diambang batas sebesar 200–239 mg, sedangkan besar dari 240 mg resiko kolesterol tinggi yang berbahaya.

Kadar kolesterol awalnya berasal dari makanan yang mengandung lemak, seperti gorengan, daging kambing, susu dan masih banyak lagi.Terlebih minyak saat menggoreng makanan digunakan lebih dari dua kali dengan suhu yang sangat tinggi. Ini berpotensi kepada kolesterol. Lemak yang dimakan tubuh tersebut sangat berpotensi memperbesar kadar kolesterol.

Kadar kolesterol yang semakin tinggi akan memperkeruh tubuh dan sangat berpotensi menjadi penyakit. Kadar kolesterol yang tinggi bukan saja terjadi pada orang yang gemuk atau obesitas (bertubuh besar) namun bisa juga terjadi pada orang yang kurus (bertubuh kecil). Memang timbunan lemak biasanya pada orang yang gemuk. Oleh sebab itu, asupan makanan yang masuk dalam tubuh perlu dijaga dengan baik agar asupan kolesterol bisa terjaga dengan baik pula.

Kadar kolesterol jahat (LDL) yang tinggi akan menimbulkan penyumbatan aliran darah pada arteri yang dikenal dengan Arteriosklerosis. Timbunan lemak jahat juga akan mengganggu suplai makanan menuju jantung. Penyuplaian makanan yang tersumbat tersebut akan berdampak kepada resiko penyakit stroke atau penyakit jantung.

Ada beberapa ciri untuk menandakan bahwa kolesterol dalam tubuh sudah tinggi dan membahayakan tubuh:

  1. Tubuh yang sangat lelah dikarenakan pasokan oksigen yang masuk ke darah berkurang begitupun dengan adanya alirah darah yang tidak lancar.
  2. Sering merasakan Kesemutan pada tubuh hal ini dikarenakan pergerakan aliran darah yang tidak lancar karena sumbatan kolesterol.
  3. Sering terasa mual dan muntah
  4. Hilangnya keseimbangan disebabkan perasaan yang tidak nyaman dan kondisi ini terjadi karena otot-otot menjadi lemah.
  5. Adanya sakit nyeri leher dan punggung serta sakit kaki dan tangan.
  6. Terasa sakit kepala yang berlebihan juga dikarenakan dari adanya penyumbatan dari aliran darah.
  7. Wajah menjadi berwarna merah karena membesarnya pembuluh darah diakibatkan penyumbatan dari aliran darah yang tidak lancar.
  8. Emosi yang tidak stabil, yaitu terlalu sering marah tanpa sebab.
  9. Sulit bernapas juga harus diwaspadai jika memang sebelumnya tidak pernah mempunyai sakit asma.
  10. Nyeri dada

sumber: hellosehat.com

Jika terjadi kesepuluh penyebab tersebut maka perlu diwaspadai karena ada kemungkinan sudah mulai terjangkiti kolesterol jahat yang tinggi.

Tingginya kadar kolesterol yang berbahaya tersebut bisa dihindari dengan pola hidup sehat yang perlu dilakukan, diantaranya:

  1. Berhenti atau kurangi mengkonsumsi makanan yang berkolesterol tinggi seperti jeroan ayam/sapi/kambing, sosis, kuning telur ayam, serta makanan seafood seperti cumi-cumi, kerang, udang, dll. Jika ingin juga minum susu maka sebaiknya meminum susu sapi tanpa lemak. Jika ingin mengkonsumsi telur maka konsumsilah putih telur nya saja tanpa kuning telur.
  2. Tingkatkan konsumsi sayuran, karbohidrat kompleks dan buah. Sayuran yang dianjurkan untuk dimakan oleh penderita kolesterol yang tinggi ini yaitu oatmeal, bekatul, biji-bijian yang utuh serta brokoli. Untuk buah-buahan yang bisa bermanfaat menurunkan kadar kolesterl jahat yang tinggi yaitu meminum air jeruk nipis setiap pagi dan malam, meminum jus anggur minimal sekali sehari, minum jus jambu merah, serta minum jus kulit buah manggis yang diekstrak.
  3. Berolahraga dengan jalan sehat, jogging, bersepeda, maupun berenang. Hal ini bisa menambah kolesterol baik dalam tubuh dan menurunkan kolesterol jahat yang tinggi.
  4. Lakukan gaya hidup sehat dan diet rendah kolesterol dan lemak jenuh.

Kolesterol memang sangat diperlukan untuk tubuh dengan kadar normalnya. Oleh sebab itu penjagaan agar kolesterol berada pada kadar normal sangat diperlukan sehingga kolesterol jahat tidak menyerang tubuh dan memberikan rasa sakit pada tubuh.(sae)

1 COMMENT