Berkunjung ke kawasan Jepara, tak ada salahnya menyempatkan diri berlayar ke Karimunjawa. Karimun Jawa adalah kepulauan di Laut Jawa yang masuk wilayah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Kawasan ini ditetapkan oleh pemerintah sebagai Taman Nasional pada 15 Maret 2001. Memiliki luas daratan sekitar 1500 hektar dan perairan 110.000 hektare, Karimunjawa dikembangkan menjadi kawasan wisata yang digemari pengunjung lokal maupun mancanegara.

Seperti dikutip dari karimunjawa.com, legenda mengisahkan kepulauan Karimunjawa ditemukan oleh Sunan Muria. Konon, Sunan Muria prihatin atas kenakalan putranya, Amir Hasan. Sunan kemudian memerintahkan putranya untuk pergi ke sebuah pulau yang tampak “kremun-kremun” (kabur, Jw.) dari puncak Gunung Muria agar si anak dapat memperdalam dan mengembangkan ilmu agamanya. Karena terlihat ‘kremun-kremun’, pulau tersebut dinamakan Pulau Karimun.

 
Taman Nasional Karimunjawa terdiri atas gugusan 27 buah pulau kecil. Namun, hanya lima pulau yang ada penduduknya, yaitu Pulau Karimunjawa, Genting, Kemujan, Nyamuk, dan Parang. Ada lebih dari 400 spesies fauna tinggal di kepulauan ini. Kekayaan biota laut di mencapai ± 51 jenis, dengan lebih dari 90 jenis karang keras dan 242 jenis ikan hias.
Pulau yang tak berpenghuni pun memiliki pemandangan yang menakjubkan. Wisatawan yang datang banyak yang melakukan aktifitas snorkling untuk melihat kekayaan laut yang sangat menyenangkan.
Bupati Jepara Ahmad Marzuki menyebutkan jumlah wisatawan yang mengunjungi kepulauan Karimun Jawa mencapai 2000 orang setiap minggu.
Mencapai Karimunjawa dapat dilakukan melalui udara dan laut. Jika menggunakan jalur udara, maka harus menggunakan pesawat kecil yang mendarat di Bandara Dewandaru. Selain dari pelabuhan Jepara, jalur laut juga dapat ditempuh melalui pelabuhan Tanjung Kendal atau Tanjung Mas Semarang. Jika dari Kendal, pengunjung yang akan berlayar menuju Karimunjawa bisa menggunakan kapal Express Bahari.
Kepala Dinas Perhubungan Kendal, Subarso, mengatakan, kapal Express Bahari melayani rute Kendal-Karimunjawa sebanyak 2 kali dalam seminggu, yaitu Selasa dan Jumat. Tarif kapal untuk kelas Eksekutif Rp 230.000 per orang, kelas VIP sebesar Rp 260.000 per orang. “Selasa berangkat jam 10.00 dan Jumat jam 09.00. Waktu tempuh dari Kendal ke Karimunjawa sekitar 3 jam. Penumpang di atas usia 3 tahun, bayar penuh,” kata Subarso seperti dikutip dari Kompas.com.
Saat ini, Karimunjawa menjadi salah satu target pengembangan kawasan wisata dunia oleh Pemerintah Jawa Tengah. Tiga kawasan lainnya yaitu Dieng (Wonosobo-Banjarnegara), Sangiran (Sragen) dan Borobudur (Magelang). Kajian pengembangan tempat wisata ini telah selesai dan penataan besar-besaran dilaksanakan selama tahun 2017. (rab)