Potensi Kepemimpinan Perempuan di Daerah

0
26

Tingginya populasi perempuan, kedekatan perempuan dengan anak-anak dan masyarakat dapat membantu dalam menentukan kebijakan -kebijakan pro rakyat dan perempuan jika perempuan menjadi seorang pemimpin daerah. Demikian tutur Bapak dr. Heru Prasetyo Kasidi, Deputi Kesetaraan Gender Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

 

cakada-1-copy

 

Hal tersebut Bapak Heru sampaikan pada acara Pelatihan Kepemimpinan Perempuan Potensial Calon Kepala Daerah yang difasilitasi deputi bidang politik Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada tanggal 14 September 2016. Selain Bapak Deputi, acara pelatihan kepemimpinan ini juga dibuka dan dihadiri oleh staf ahli gubernur Jambi Bidang Hukum dan Politik yang mewakili gubernur Jambi, yaitu Bapak Ir. Husni Jamal.

 

cakada-2-copy

 

Bapak Husni Jamal pun berpendapat senada dengan mengungkapkan populasi perempuan memang banyak, namun keterlibatan perempuan di politik dan kepemimpinan masih rendah hanya sekitar 30%. Hal ini disebabkan karena pola pikir yang umumnya ditanamkan pada perempuan yang masih terikat pada adat partiakat.

Beliau mengambil contoh perbedaan perempuan di Indonesia dengan perempuan di Australia, ketika beliau berada di Australia untuk melanjutkan kuliah. Saat berada di pesawat, pramugari yang melayani seorang perempuan lanjut usia. Begitupun ketika berada di bank. Untuk pekerjaan lain seperti engineer, supir taxi, dan beberapa pekerjaan lainnya dilakukan oleh perempuan. Keadaan ini tentu saja disebabkan penerapan kesetaraan gender yang baik di Australia.

cakada

Perempuan Peduli Perubahan

Perempuan peduli perubahan, ujar Ibu Rustiyati, peserta dari Koalisi Perempuan Indonesia. Beliau memaparkan bahwa pelatihan kepemimpinan seperti ini sangat bermanfaat, karena dalam Pelatihan Kepemimpinan Perempuan Potensial Calon Kepala Daerah, kita dibekali semua apa yang menjadi tujuan, perencanaan strategi termasuk penanganan konflik kit. Selain itu, adanya kegiatan ini menjadi wadah dan kesempatan bagi perempuan yang memang peduli pada perubahan, dan memiliki potensi tapi tidak pernah mendapat kesempatan, maka dengan dibekali pelatihan ini, perempuan khususnya daerah Jambi mempunyai kekuatan dalam menyusun dan membangun strategi dalam dunia perpolitikan. Peran perempuan dalam membangun demokrasi mempunyai posisi yang sama artinya dalam berpolitik perempuan juga punya kekuatan yang sama.

Ibu Rustiyati mengajak para perempuan  memberi warna dalam mengisi pembangunan melalui kegiatan yang positif baik itu di politik atau organisasi. Perempuan juga diharapkan aktif mewujudkan kesetaraan gender. Marilah, setiap perempuan memiliki peluang untuk menjadi pemimpin yang amanah, cerdas dan adil gender.

Ibu Rustiyati, perempuan yang sudah berumur tetapi masih semangat dalam menjalankan aktivitas berorganisasi. Beliau utusan dari Koalisi Perempuan Indonesia, salah satu peserta acara Pelatihan Kepemimpinan Perempuan Potensial Calon Kepala Daerah yang berlangsung dari 14 – 17 September 2016 di Swissbell Hotel yang dihadiri oleh 40 peserta.