Kemudahan dalam mengakses  internet dan informasi di media sosial bagai dua sisi mata uang, jika tidak diimbangi dengan aturan dan batasan dalam penggunaannya. Youtube, Ask Fm, Instagram, facebook, dan Twitter merupakan media sosial yang paling sering diakses oleh para remaja serta banyak mengandung konten negatif.

Sekarang ini ada fenomena baru di kalangan remaja yang mengidolakan seorang remaja putri yang berprofesi sebagai selebgram (selebriti instagram), youtuber dan vlogger. Remaja putri ini baru berumur 19 tahun dan berasal dari Riau yang kini tinggal di Jakarta. Sukses sebagai vlogger, selebgram dan memiliki sekitar 150 ribu subscribers pada chanel youtubenya, remaja putri ini bisa mendapatkan penghasilan hingga ribuan dollar.

Kesusksesan remaja putri ini bukan melalui prestasi, namun lebih menjual sensasi seperti umpatan kata-kata kasar dalam setiap videonya, gaya berpacaran yang cenderung menjurus ke arah seks, pesta, dan mengkonsumsi rokok dan alkohol.

Bagi sebagian remaja, perilakunya dianggap keren dan menjadi idola karena pada usianya yang masih belia, bisa menghasilkan pendapatan hingga ribuan dollar, selalu menggunakan produk-produk bermerek dan terlihat keren.

Tentu hal ini mengkhawatirkan bagi orang tua, untuk itu komunikasi orang tua terhadap anak harus semakin ditingkatkan agar tidak tercipta generasi seperti ini berikutnya. Selain meningkatkan komunikasi terhadap anak, hal-hal ini yang bisa dilakukan orang tua dalam mengawasi penggunaan media sosial oleh anak.

 

Untitled
credit : freepik.com

 

Memberikan Pemahaman

Memberikan pemahaman bahwa perilaku seperti remaja putri tersebut tidak dibenarkan. Menjadi terkenal dan menghasilkan uang yang banyak memang menyenangkan. Namun terkenal dan menghasilkan uang dengan cara instan seperti yang dilakukan remaja putri tersebut bisa berdampak buruk untuk jangka panjang.

Hal-hal buruk yang dilakukan akan tetap ada walau akun media sosial telah di non aktifkan, karena bisa dicari melalui situs pencarian seperti google.

Untuk itu orang tua harus memberikan pemahaman, bahwa ada proses dan cara terbaik jika ingin terkenal, yaitu dengan berusaha dan belajar sehingga berprestasi dalam bidang olahraga, seni, film dan pendidikkan.

 

Mengenalkan Idola lain yang memiliki prestasi positif

Indonesia memiliki anak-anak bangsa yang terkenal dan berprestasi dengan cara positif, seperti Rio Haryanto, Maudy Ayunda, Joey Alexander, lilyana Natsir, Merry Riana, dan masih banyak lagi. Mengenalkan mereka kepada anak-anak bisa menghindari anak-anak mengidolakan idola yang salah.

 

Mengarahkan pada kegiatan yang bersifat positif.

Arahkan anak-anak pada kegiatan luar ruangan yang positif agar anak-anak bisa mendapatkan pergaulan yang positif sehingga mempunyai pembanding dalam bersikap dan bersosialisasi.

 

Menggunakan aplikasi parental controlling pada smartphone.

Kini banyak aplikasi-aplikasi parental controlling yang dibuat untuk membantu orang tua mengawasi anak-anak dalam menggunakan smartphone seperti, Norton Online Family dan Phone Controll, sehingga memudahkan orang tua dalam mengawasi penggunaan smartphone.

 

Memfollow akun media sosial anak

Memfollow akun media social anak mungkin kurang disukai, karena anak-anak akan merasa diawasi. Namun hal ini perlu dilakukan agar mengetahui kegiatan apa saja yang telah dilakukan anak-anak.