Doyan makan tahu jeletot? Nah, siapa sangka, makanan sederhana ini berhasil membuat Rosie Pakpahan jadi pengusaha beromzet miliaran rupiah. Bagaimana awal mula ia membangun usahanya?

Di tangan Rosie Pakpahan, tahu goreng berisi sayuran dan cabe dengan citarasa pedas bukan lagi menjadi jajanan pinggir jalan yang dianggap sebelah mata. Perempuan kelahiran 4 September 1977 ini berhasil mengangkat gengsi tahu isi lewat bendera Tahu Jeletot Taisi.

Berkat kerja kerasnya, omzet miliaran rupiah setiap bulan berhasil diraupnya. Bagaimana perjuangan ibu tiga anak ini menjalankan usahanya hingga saat ini telah berkembang menjadi 176 outlet? Semua dimulai pada 29 Februari 2012 menjadi momen tak terlupakan bagi Rosie Pakpahan. Hari itu, dia memulai usaha tahu jeletot di teras rumahnya yang berukuran 3×3 meter. Tentu saja saat itu, ia tak pernah membayangkan sedikitpun bisa meraih sukses seperti sekarang.

Untuk menjalankan usahanya, Rosie bekerja sama dengan sang suami, Rudi Sinurat. Keduanya bahu-membahu menjalankan roda usaha ini. Mulai dari berbelanja bahan baku, mengolah bahkan hingga menggoreng tahu dan menjualnya, semua dilakukannya sendiri.

Namun, Rosie percaya, tak ada hasil yang mengkhianati usaha. Di tahun pertama, usaha tahu jeletotnya mulai menampakkan hasil, hingga berkembang menjadi lima outlet. Perlahan namun pasti, cabang tahu jeletot yang dimiliki dengan sistem kemitraan ini berkembang dengan pesat. Saat ini, Tahu Jeletot Taisi berkembang hingga 176 outlet yang tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Cilegon hingga Yogya, sembilan di antaranya adalah milik sendiri.

Tekad kuat Rosie untuk membangun usaha kuliner ini sesungguhnya berasal dari dilema sebagai seorang ibu, yang dialaminya ketika menjalani karier di sebuah bank pemerintah terbesar di Indonesia. Kala itu, saat masih bekerja, anaknya jatuh sakit, sehingga bolak-balik meneleponnya dan memintanya untuk segera pulang ke rumah. Keinginan anak untuk minta didampingi saat sakit ini membuat Rosie merasa sedih, dan bertekad untuk segera keluar dari pekerjaannya walau karier tengah menjulang.

Maka, ketika memulai usaha ini, Rosie pun dengan berani dan mantap keluar dari pekerjaannya, walau harus memulai semua dari awal. Perjuangannya membangun usaha Tahu Jeletot Taisi ini diwarnai dengan keringat dan air mata. Bolak-balik Rosie mencari supplier bahan baku tahu yang tepat, dan tentu saja pekerjaan rumah yang terberat adalah mengembangkan merk produknya agar dikenal dan disukai oleh masyarakat. Dari perjuangannya membangun usaha ini, Rosie akhirnya sadar benar bahwa niat membangun usaha adalah yang harus selalu diingat ketika menemui rintangan apapun.

rosie-tahu-jeletot-taisi

Menjalankan usaha dengan omzet miliaran rupiah tentu membuat Rosie Pakpahan harus serius dan selalu berinovasi untuk mengembangkan produk. Salah satu sosok yang menjadi idola sekaligus tempatnya belajar adalah Nilamsari, pemilik Kebab Baba Rafi. Dari sosok Nilamsari, Rosie belajar bahwa sebesar apapun usaha, tak boleh melupakan kewajiban sebagai istri sekaligus ibu bagi anak-anak.

Maka, jam kerja Rosie untuk bisnis Tahu Jeletot Taisi, baru dimulai ketika ketiga anaknya sudah berangkat sekolah.
Setiap hari, mulai jam lima pagi, Rosie menyiapkan sarapan dan perlengkapan untuk anak-anaknya sekolah. Rosie pun mengajarkan kemandirian pada anak-anaknya sejak dini, bahkan si sulung yang kini duduk di kelas lima SD sudah bisa menjaga adik-adiknya tanpa bantuan pekerja rumah tangga. Ya, hingga kini Rosie tidak mempekerjakan pekerja rumah tangga di rumahnya.

Usai mengurus keperluan anak-anaknya, Rosie bersama sang suami baru memulai jam kerjanya, di sebuah workshop yang terletak tak jauh dari rumahnya. Di workshop seluas 400 meter persegi ini, Rosie mempekerjakan hampir 50 karyawan yang terbagi dalam divisi administrasi, produksi dan distribusi. Dalam mengembangkan usahanya, Rosie mengaku tak punya tips khusus untuk merekrut karyawannya. Baginya, keinginan kuat untuk bekerja dari calon karyawan lebih penting ketimbang latar belakang pendidikan dan keluarganya. Rosie pun menerapkan keharusan sense of belonging dari seluruh karyawan untuk bisnis Tahu Jeletot Taisi ini. Tujuannya, tentu saja agar karyawan menjalankan pekerjaan bukan karena sekadar kewajiban, tapi karena memang perasaan memiliki usaha tersebut.

rosie-tahu-jeletot-taisi-bersama-karyawan

Dalam menjalankan usahanya, Rosie berbagi tugas dengan sang suami, Rudi Sinurat. Jika suaminya fokus pada bagian produksi, Rosie kebagian tugas pada bagian pemasaran dan pengembangan produk. Maka, Rosie akan sangat paham tentang lokasi yang tepat untuk dijadikan tempat berjualan. Kini, setiap hari hampir 100 ribu potong tahu yang dibanderol dengan harga Rp 2.500,- per buah ini terjual dari sekitar 176 outlet Tahu Jeletot Taisi. Hitung saja keuntungan bersih yang diperoleh Rosie Pakpahan setiap hari, bahkan setiap bulannya….

Rosie pun mengembangkan usaha ini dengan sistem kemitraan. Setiap mitra yang bergabung dikenakan modal awal sebesar Rp 15 juta. Lalu, setiap mitra akan mendapat gerobak, kompor gas, hingga peralatan pelengkap untuk memulai usaha. Untuk bahan baku seperti tahu isi siap goreng akan dipasok setiap hari sesuai kebutuhan.
Berkat kesungguhannya menjalankan roda usaha Tahu Jeletot Taisi, Rosie pun mendapat sejumlah penghargaan. Salah satu penghargaan yang baru saja didapatnya adalah Franchise & Startup Business Market Leader Awards 2016. Bahkan, di pertengahan 2016, Tahu Jeletot Taisi menjadi perwakilan kota Depok untuk berpameran di makanan halal di Kuala Lumpur, Malaysia, yang mendapat respon positif.

Menjalani usaha kuliner diakui Rosie bukan hal yang mudah. Namun, bagi perempuan lulusan Sastra Jepang Universitas Darma Persada ini, semua kesulitan pasti akan bisa diatasi dengan langkah yang sungguh-sungguh. Maka, bagi setiap perempuan yang berkeinginan membuka usaha, menurut Rosie modal adalah urusan kesekian, Karena dari pengalamannya, niat adalah hal yang utama. “Zaman sekarang, siapapun bisa memulai usaha, bahkan dengan menjadi reseller. Maka, bulatkan niat untuk memulai usaha, jangan selalu terpaku dengan modal ketika membuka usaha,” tutup Rosie Pakpahan. Nah, bagaimana Ladies, apakah tertarik untuk menjadi salah satu mitra Tahu Jeletot Taisi? Kamu bisa langsung kontak ke:

Rosie Pakpahan
Graha Taisi, Jl. Raya Sawangan No. 8
Kp. Kekupu RT.04 RW.04
Rangkapan Jaya, Pancoran Mas
Depok, Jawa Barat – INDONESIA
Telp.: 021-77888899
Fax : 021-77206825
HP : 081283614690 & 0812 1996 4195  (mhp)