Masih dalam rangka merayakan hari kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2016, kita flashback yuk mengingat perjuangan para perempuan tangguh yang membantu tercapainya kemerdekaan Republik Indonesia.

Adalah Soerasti Karma Trimurti atau yang dikenal sebagai S.K. Trimurti, kelahiran 11 Mei 1912 merupakan istri dari Sayuti Melik, yang bertanggung jawab dalam mengetik naskah deklarasi kemerdekaan Republik Indonesia.

Beliau ikut ambil bagian dalam gerakan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1930 dan resmi bergabung di Partai Indonesia pada tahun 1933.

Memulai karir sebagai guru di sekolah-sekolah dasar di daerah Bandung, Surakarta, dan Banyumas pada tahun 1936. Beliau pernah dipenjarakan selama 9 bulan di Penjara Bulu Semarang karena mendistribusikan leaflet yang berisi anti kolonial Belanda.

Kemudian beliau beralih karir menjadi seorang jurnalis yang sangat kritis terhadap kolonial Belanda. Tulisan-tulisan beliau terekam di surat kabar seperti Pikiran Rakyat, Genderang, Pesar dan Bedung.

Dan untuk menghindari penangkapan oleh kolonial Belanda, beliau selalu memakai nama pena seperti Trimurti atau Karma secara bergantian.

 

Sk_trimurti
Sumber : kepustakaan-presiden.pnri.go.id

 

Pasca Kemerdekaan

Pasca kemerdekaan, beliau yang memahami dengan baik tentang hak-hak pekerja, kemudian diangkat menjadi Menteri Tenaga Kerja di bawah Perdana Menteri Amir Sjarifuddin. Beliau bertugas selama 1 tahun, yaitu dari tahun 1947-1948.

Karya-karyanya

Beliau selalu aktif di gerakan-gerakan pemberdayaan perempuan pada saat itu. Pada tahun 1956, beliau memimpin Gerakan Wanita Sedar (Gerwis) yang merupakan cikal-bakal Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani).

Pada usia 41 tahun, beliau melanjutkan pendidikan ekonomi ke Universitas Indonesia. Beliau salah satu wanita yang menanda tangani petisi 50 dan menolak penyalahgunaan Pancasila pada tahun 1980.

Tutup Usia

Beliau meninggal pada pukul 06.20 tanggal 20 Mei 2008 pada usia 96 tahun di Rumah Sakit Angkatan Darat Gatot Subroto. Penyebab meninggalnya, pembuluh darah vena yang rusak dan tekanan darah tinggi.

S.K. Trimurti dimakamkan sebagai “Pahlawan untuk kemerdekaan Indonesia” di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Inilah sosok yang kurang terangkat namun besar kontribusinya dalam mengisi kemerdekaan Indonesia.

1 COMMENT