Penyakit hepatitis hingga kini masih dianggap kurang dipedulikan oleh kalangan awam. Masyarakat lebih waspada terhadap kanker atau sakit jantung, padahal kasus infeksi hepatitis virus cukup tinggi di masyarakat. Saat ini, 1 dari 2 penduduk dunia mengidap hepatitis B atau C. “Penyakit ini menjadi penyebab seseorang mengalami penyakit kronis dan kematian lebih parah dari TBC, HIV, atau Malaria,” ungkap Dr Ari Fahrial Syam, dokter penyakit dalam RS Cipto Mangunkusumo. 
Sejauh ini, dunia medis mengenali beberapa jenis virus yang bisa menyebabkan radang hati atau hepatitis. Virus hepatitis yang ada antara lain Hepatitis virus A,B,C,D dan E. Terakhir, dilaporkan ditemukannya virus hepatitis G. Dari semua jenis virus hepatitis, hepatitis B dan C merupakan dua virus yang memang bisa menyebabakan penderitanya mengalami hepatitis kronis, berlanjut menjadi sirosis hati bahkan sampai kanker hati sampai menyebabkan terjadinya kematian  seperti yang terjadi pada almarhum tokoh nasional Adi Sasono.
Sumber Foto :webmd.com
 
Pasien dengan hepatitis B atau hepatitis C kronis  biasanya tidak mengalami gejala akut. “Pasien tidak menyadari bahwa dalam dirinya terdapat infeksi hepatitis B atau C,” kata dokter Ari lagi. Perlahan tapi pasti pasien yang sudah terkena infeksi virus hepatitis mengalami kerusakan pada hatinya sampai terjadi penciutan hati atau sirosis hati. 
 
Perjalanan mulai dari  infeksi virus sampai sirosis hati bisa berlangsung selama 5 tahun. Kondisi liver yang sudah mengalami sirosis dengan jumlah virus dalam tubuh yang masih tinggi akan menyebabkan virus menjadi ganas dan terjadi kanker hati. Hakekatnya infeksi virus hepatitis dengan perjalanan waktu dapat menyebabkan kanker hati. Vaksinasi akan menyebabkan seseorang terhindar dari infeksi virus hepatitis B dan terhindar dari kanker hati. “Tapi untuk hepatitis C sampai saat ini belum ada antivirusnya,” tambahnya.
Setiap tahun 3-4 juta penduduk dunia menjadi penderita baru hepatitis C. Kalau sudah mengalami  gejala sepeti perut bengkak, kaki bengkak bahkan terjadi muntah darah, maka sebenarnya infeksi hepatitis yang dialami seseorang tersebut sudah tingkat lanjut. Virus ini menular melalui transfusi darah, pengunaan jarum suntik, penggunaan benda tajam bersama serta hubungan seksual. Hal ini bisa menjadi penyebab berpindahnya virus dari satu orang kepada orang lain. Selain faktor tadi, virus hepatitis B dan C bisa diturunkan dari ibu hamil kepada bayi yang masih berada di dalam kandungan.
Secara khusus yang perlu diperhatikan oleh masyarakat adalah penggunaan alat pribadi secara bersama misal sikat gigi, pisau cukur, jarum suntik termasuk gunting kuku. Termasuk juga penggunaan jarum atau benda tajam yang digunakan secara bersama seperti proses pembuatan tato atau perawatan jari tangan dan kaki.
 
Bagaimana kalau kita sudah diketahui terinfeksi menderita hepatitis kronis? Ari mengatakan saat ini sudah ada obat antivirus baik untuk hepatitis B maupun C walau biaya pengobatannya masih mahal. Termasuk juga untuk pemeriksaan jumlah virus baik untuk hepatitis virus B atau C juga masih mahal. Untuk pasien yang sudah diketahui hepatitis B atau C yang karena berbagai alasan tidak diobati, harus melakukan kontrol teratur untuk melihat progresifitas dari perjalanan penyakitnya. Apalagi jika sudah mengalami sirosis hati, maka harus dilakukan pemeriksaan USG rutin untuk  mengetahui apakah sudah terbentuk kanker hati pada pasien yang mengalami sirosis hati. (rab