Dalam kuliner, tidak lengkap rasanya kalau menikmati kuliner nusantara tanpa di temani seorang sahabat. Istilah dalam resto itu biasanya di sebut dengan dessert (pencuci mulut). Jika keluarga mungkin bisa di bilang dengan main course (menu utama). Memang keluarga adalah menu utama yang tidak akan bisa pernah tergantikan oleh kehadiran menu-menu lainnya.

Berbicara tentang saudara, mungkin bisa diibaratkan dengan appetizers (makanan pembuka). Jadi bisa di ambil kesimpulan saudara (appetizers), keluarga (main course) dan sahabat adalah (dessert). Kenikmatan dalam merasakan menu dessert dengan di temani para sahabat terbaik merupakan sebuah nikmat yang hakiki.

Bersama sahabat terbaik kita bisa bercerita tentang romansa kehidupan, travelling, liburan bareng familly, bercerita tentang dunia ibu dan anak bahkan kita bisa bertukar informasi seputar IPTEK dengan sahabat-sahabat kita. Dessert dan sahabat itu merupakan satu kesatuan yang tidak akan pernah terpisah. Jadi kurang lengkap kalau mrnikmati menu dessert tanpa sahabat.

Dimana pun restonya dan apapun menu dessert yang kita pilih, berapapun mahalnya menu dessert itu jika kita hanya sendirian menikmatinya akan begitu terasa hampa. Namun lain ceritanya jika kita berada di suatu resto, memilih menu dessert dengan harga yang standart, tetapi di temani bareng sahabat, itu sungguh anugrah dan kenikmatan yang luar biasa.

Karena bersama sahabat kita bisa bercanda gurau, ketawa lepas tanpa beban dan bisa berbagi pengalaman tentang apapun yang kita inginkan. Sahabat-sahabat yang saya miliki tidak begitu banyak dan bahkan bisa di hitung dengan jari, namun mereka selalu bersama dengan saya menemani weekend bahkan long weekend dengan saya. Dan di situ saya merasa bersyukur memiliki sahabat-sahabat terbaik seperti mereka.

Iya, kadang tidak dapat ditutupi kalau saya dengan sahabat-sahabat sering bertengkar, tetapi pertengkaran itu bahkan kadang menjadikan kita semua semakin dewasa dan semakin erat rasa silahturahmi di antara kita semua.

Sahabat itu adalah tempat untuk berbagi, membuat kita dapat bangkit dan semangat untuk berjuang kembali saat kita terjatuh dan terpuruk. Sahabat itu merupakan jembatan yang kokoh untuk membawa kita terus melangkah maju. Membuat pundak kembali tegap ketika kita ingin berhenti untuk berlari.

Maka disinilah, saya menulis dan menceritakan bahwa sahabat itu adalah dessert yang sesungguhnya. Sahabat tidak peduli dengan keadaan kita, tetapi sahabat peduli kalau kita menyerah. Sahabat akan terus mendukung kita dalam keadaan apapun dan sesulit apapun masalah yang sedang kita hadapi.

 Semanis-manisnya dessert akan lebih manis bila kita selalu di temani para sahabat-sahabat terbaik yang kita miliki untuk bersama-sama menikmati menu dessertnya. Kebahagiaan yang sejati itu adalah selalu bisa berkumpul dengan keluarga, saudara dan sahabat. Hari di mana bisa berkumpul dengan mereka semua adalah hari yang tidak akan pernah bisa digantikan dengan hari-hari lainnya.

Kuliner yang lezat menurut saya adalah kuliner yang di dalamnya menyediakan menu seafood. Saya suka dengan seafood. Menu seafood adalah menu favorit saya dan sahabat-sahabat saya. Menu seafood itu luas, seluas persahabatan. Ada udang, ikan, kepiting, kerang, cumi-cumi dan masih banyak lagi yang lainnya. Begitu juga sahabat, ada yang periang, pendiam, pemalu, pemamarah dan lain sebagainya. Namun di situlah yang menjadikan menu kuliner itu lezat dan banyak pilihannya.

Budaya kuliner itu wajib untuk dilestarikan, bukan sekedar jadi sumber ladang penghasilan, namun juga bisa menjadi sebuah warisan untuk diturunkan kepada anak sampai cucu kita nanti.(ra)