Gara-gara menulis status di facebook, Yusniar seorang ibu rumah tangga di Makassar terancam hukuman penjara. Bagaimana kisah lengkapnya?
Kemarin, Rabu 9 November 2016 agenda sidang adalah pembacaan surat keberatan di PN Makassar. Selain pembacaan surat keberatan, kuasa hukum juga mengajukan penangguhan penahanan. Pengajuan penangguhan penahanan ini dikarenakan Yusniar merupakan penopang keluarga, Yusniar juga akan bertindak kooporatif. “Yusniar juga berjanji tidak akan melakukan tindak pidana,” kata Siti Nur Farida, kuasa hukum Yusniar dari LBH Apik.
 
Yusniar dijerat dengan pasal 27 ayat 3 UU ITE No 28 Tahun 2008 tentang dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik anggota DPRD Jeneponto. Warga Jalan Sultan Alauddin Kelurahan Pabaeng-baeng, Kecamatan Tamalate, Makassar ini harus berurusan dengan hukum karena tulisannya di media sosial. Kasus ini berawal dari Yusniar menulis status berbunyi “Alhamdulillah akhirnya selesai juga masalahnya, anggota DPR tolom pengacara tolo. Mau nabantu orang yang bersalah, nyata-nyatanya tanahnya ortuku pergiko ganggui poeng”.
 
Tulisan ini merupakan bentuk kekecewaan Yusniar karena SS, anggota dewan yang diduga melakukan tindakan pengrusakan rumah milik Yusniar. Anggota DPRD Jeneponto, SS membawa massa mendatangi rumah Yusniar pada 13 MAret 2016. SS dan massa kemudian melakukan pembongkaran paksa dengan cara merusak atap seng rumah yang saat itu bersengketa. Anggota DPRD yang tak terima dengan tulisan ini lalu melaporkan Yusniar ke Polrestabes Makassar atas tudingan pencemaran nama baik.
 
Saat konferensi pers di kantor LBH Makassar, Rabu, 23 Oktober 2016, Baharuddin Situju, ayah Yusniar mengatakan bahwa anaknya tidak tahu jika SS merupakan anggota dewan. Sedangkan Abdullah Azis Dumpa, anggota LBH Makassa yang ditemui kabarmakassar.com mengatakan bahwa jaksa penuntut umum telah melakukan penahanan terhadap Yusniar. “Penahanan ini sangat tidak cermat dan tanpa pertimbangan yang jelas,” kata Abdullah Azis kepada kabarmakassar.com.
 
Tak hanya Abdullah Azis, Siti Nur Farida juga menyesalkan kasus ini bisa menimpa Yusniar. Kepada Serempak.id, ia mengatakan dakwaan ini tidak tepat dikenakan pada Yusniar. “Yusniar tidak menyebutkan siapa yang menjadi subyek dan tidak jelas apa yang disangkakan pada status facebook itu,” katanya saat dihubungi Serempak.id melalui telepon. Sebelumnya, sidang perdana Yusniar dilakukan Rabu, 2 November 2016 di Pengadilan Negeri Makassar. Sidang selanjutnya akan dilaksanakan Rabu pekan depan di PN Makassar.
 
uu-ite
Kasus Yusniar menambah panjang daftar korban UU ITE. Tiga orang di antaranya yang tercatat menjadi korban UU ITE adalah :
 
Prita Mulyasari
Sama seperti Yusniar, Prita merupakan ibu rumah tangga. Kasus Orita mencuat setelah ia menuis surat elektronik pada tanggal 15 Agustus 2008 di e-mail kepada teman-temannya terkait layanan RS Omni Internasional di Tangerang. Namun e-mail ini kemudian tersebar di sejumlah mailing list di internet. RS Omni keberatan dengan isi e-mail itu dan menjerat Prita dengan pasal 310 dan 311 KUHP tentang pencemaran nama baik serta pasal 27 ayat 3 UU ITE dengan hukuman penjara enam tahun penjara.  Prita bebas setelah Peninjauan Kembali dikabulkan Mahkamah Agung pada 17 September 2012.
 
Muhammad Arsyad
Aktivis mahasiswa Universitas Hasanuddin Makassar ditahan penyidik Polda Sulselbar akibat tuduhan penghinaan pengurus DPP Golkar Nurdin Halid. Tuduhan penghinaan berdasarkan status Blackberry yang diunggah Arsyad.  Setelah ditetapkan sebagai tersangka pada 13 Agustus 2013 dan dipenjara, ia kemudian dapat bernapas lega karena penagguhan penahanannya dikabulkan 16 September 2013.
 
Ervani Handayani
Ibu Rumah Tangga ini harus berurusan dengan hukum setelah ia mengunggah kegelisahannya di lama grup Facebook Jolie Jewellery. Kegelisahaannya bermula saat sang suami yang bekerja di Jolie Jogja Jewellery ini mendadak diberi pilihan mengundurkan diri dari perusahaan atau di mutasi. Padahal, perjanjian kerja tidak mencantumkan soal mutasi pegawai.  Pihak perusahaan melapor ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik. Ia ditetapkan sebagai tersangka pada 9 Juli 2014 dan ditahan karena melanggar UU ITE pasal 27 ayat 1 dan pasal 45. Beruntung, 17 November 2014, permohonan penangguhan penahanannya dikabulkan.(rab)

1 COMMENT