Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) yang berada di ujung barat Pulau Jawa tepatnya di Kabupaten Pandeglang, Banten, Jawa Barat merupakan taman nasional pertama yang diresmikan di Indonesia. Apa saja keseruan yang bisa kamu temukan di sini.
Tahun 1991, Taman Nasional ini masuk dalam warisan budaya dunia oleh UNESCO. Kawasan Ujung Kulon ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli Botani Jerman, F.Junghun pada tahun 1846 ketika sedang menggumpulkan tumbuhan tropis.
Dari Jakarta, pengunjung bisa melewati jalan darat sekitar 6 jam menuju Desa Sumur atau Desa Taman Jaya. Apabila ingin menuju tempat wisata seperti hutan rimba dan lokasi selam bisa menyewa pasar di desa Sumur. Jika memilih menginap ada penginapan yang berkisar Rp 250 ribu – Rp 2,5 juta per malam. Jikalaupun ingin menginap sendiri juga dapat membawa tenda. Ada beberapa obyek wisata yang terdapat di Taman Nasional Ujung Kulon. Serempak.id merangkumnya untuk Anda.
ujung-kulon
 
Pulau Peucang
Pulau seluas 450 ha ini memiliki laut dengan gugusan karang yang indah untuk snorkeling dan diving. Untuk sampai ke Pulau ini harus menggunakan kapal dari Desa Sumur selama tiga jam perjalanan. Di pulau ini pengunjung dapat menemuka rusa dan monyet ekor panjang. Di pulau ini terdapat penginapan yang dikelola oleh pihak swasta dan diawasi oleh pihak TNUK.
 
Padang Penggembalaan Cidaon
Jika tertarik untuk mengunjungi tempat ini bisa melewati dua lokasi yaitu langsung ke Pulau Peucang atau melalui jalan darat ke pantai selatan. Bila melalui Pulang Peucang, pengunjung akan disebrangkan dengan boat ke Cidaon dan dilanjutkan jalan kaki sekitar 250 meter. Untuk menuju lokasi ini pengunjung bisa melakukan hiking sekitar 45 menit dari Cibom. Waktu yang paling baik untuk mengunjungi pagi hari.
 
Pulau Badul dan Pulau Oar
Kedua pulau ini tidak terlalu jauh dari Desa Sumur dan masuk dalam kawasan penyangga TNUK. Pengunjung bisa menikmati pantai yang indah, berenang atau mencoba beberapa permainan air. Untuk ke pulau ini dapat ditempuh dengan perjalanan kurang dari setengah jam dari dermaga Desa Sumur. Pulau Badul ini  mungil namun pemandangannya sangat indah. Pengunjung dapat melakukan diving atau snorkeling serta melihat terumbu karang beserta ikan-ikan di kedalaman sekitar tiga meter.
 
Goa Sanghyangsirah
Goa ini banyak dikunjungi terutama pada bulan Maulid dan Muharram tahun hijriyah. Seperti dikutip dari Tribunnews.com, di luar goa dekat pintu masuk terdapat mata air saman yang dikeramatkan dan sering dipakai untuk air minum dan mandi. Goa ini masih kerap digunakan sebagai tempat bersemedi atau bertapa. Goa yang terletak di bibir pantai Samudera Hindia ini dikenal sebagai salah satu penghasil sarang burung walet di daerah itu.
 
Sudah siap berlibur di Taman Nasional Ujung Kulon? (rab)