Siapkah Usaha Anda Menjadi e-commerce?

0
12

Mau mengembangkan usaha Anda menjadi e-commerce? Apa saja yang perlu dipersiapkan? Yuk, cari tahu di sini. 

Bila Anda sudah memiliki usaha tertentu atau masih berencana membangun satu usaha, wajar bila saat ini memikirkan e-commerce bagi usaha tersebut. E-commerce yang begitu banyak dibicarakan orang memang banyak membuat perubahan di berbagai bidang usaha di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Sebelum kita bahas lebih lanjut, mungkin kita perlu bahas sedikit apa sebenarnya e-commerce itu? Situs internet wikipedia.org secara sederhana mengartikan e-commerce sebagai “transaksi penjualan dan pembelian yang dilakukan secara online”. Memang demikian, secara prinsip definisi itu benar.

Tentunya istilah secara online memiliki makna yang cukup kompleks karena dapat meliputi peraturan, mekanisme kerja, teknologi, pengetahuan dan ketrampilan baru yang perlu dimiliki semua pihak yang terlibat dalam proses online dimaksud.

Marilah kita lupakan sejenak masalah online tersebut. Apakah prinsip prinsip dasar pengembangan usaha berubah dengan adanya e-commerce tersebut? Menurut penulis tidak demikian dan bahkan prinsip dasar tersebut menjadi semakin penting dipahami dan diterapkan sebelum sebuah usaha menerapkan e-commerce secara luas.

Salah satu prinsip usaha yang penulis ingin acu adalah prinsip 4P yang berasal dari singkatan 4 aspek dalam bahasa Inggris yaitu Product, Place, Price dan Promotion. Marilah kita bahas keempat aspek tersebut dalam kerangka kesiapan usaha kita untuk bertransaksi secara online.

Produk

Produk disini bermakna satu barang tertentu berwujud maupun tidak berwujud seperti piranti lunak atau karya cipta tertentu lainnya yang dapat diperjualbelikan. Di samping barang produk juga dapat berupa jasa atau layanan yang memenuhi kebutuhan tertentu pada pelanggan sehingga memiliki satu nilai. Sudahlah kita persiapkan produk kita tersebut dan bagaimana mengukur kesiapan produk kita?

Ada beberapa pertanyaan yang dapat kita jawab untuk mengujinya di antaranya:

  1. Apakah kita sudah merumuskan dengan baik produk kita sehingga mudah dipahami oleh orang? Apakah ada tulisan, gambar atau bentuk informasi lain yang dapat membantu kita menjelaskan produk kita kepada pasar yang menjadi sasaran kita?
  2. Bagaimana produk kita akan dimanfaatkan oleh pelanggan dan keuntungan apa yang akan didapat daripadanya? Kebutuhan apa yang akan dipenuhi produk kita?
  3. Bagaimana perbandingan produk kita dengan produk lain yang juga dapat memenuhi kebutuhan yang sama? Apakah pembedanya dan apa keunggulannya bila ada? Mengapa produk Anda harus dipilih?
  4. Apakah produk Anda sudah memiliki ciri dan tanda pengenal tertentu yang unik (misalnya merek) sehingga mudah dikenali dan dipasarkan secara luas? Apakah produk Anda mudah ditiru oleh orang lain dari segi fitur, fungsi dan kualitas?
  5. Apakah Anda siap menyediakan produk dalam jumlah besar bila ada permintaan / kebutuhan dari pasar? Apakah kendala kendala untuk itu, bila ada, dapat diatasi?

Tempat

E-commerce membawa perubahan besar pada aspek “tempat” karena pelanggan dapat berada dimana saja untuk bertransaksi secara online. Meskipun demikian dunia online sendiri juga merupakan satu “tempat” yang sangat luas dimana berbagai pelaku usaha bersaing keras untuk mendapatkan perhatian dan melayani kebutuhan pasar.

Dalam aspek tempat beberapa pertanyaan untuk menguji kesiapan kita membangun usaha dengan e-commerce tetap relevan di antaranya:

  1. Di mana, termasuk di dunia online, calon pembeli mencari dan dapat menemukan produk Anda?
  2. Apakah ada saluran distribusi tertentu yang dapat/perlu digunakan?
  3. Apakah ada wilayah geografis tertentu yang menjadi sasaran utama produk anda? Bagaimana cara anda melayani wilayah geografis yang jauh?

Harga

E-commerce membawa perubahan besar pada aspek “harga” karena pelanggan dapat semakin mudah membandingkan harga produk anda karena tersedianya informasi secara online. Berbagai pelaku usaha bersaing keras untuk menekan biaya produksi untuk dapat bersaing dengan memberikan harga yang terbaik. Memberikan harga yang tinggi dapat dilakukan bila pelanggan dapat menghargai nilai produk Anda karena layanan yang baik atau fitur lain yang unggul dibandingkan produk pesaing.

Dalam aspek harga beberapa pertanyaan untuk menguji kesiapan kita di antaranya:

  1. Apa nilai dari produk bagi pembeli? Keuntungan apa yang didapat? Berapa penting hal itu?
  2. Apakah harga menjadi hal yang sensitif dalam pemilihan produk? Apakah perbedaan kecil dalam harga akan meningkatkan pangsa pasar tambahan?
  3. Apakah Anda memiliki cukup informasi tentang harga dari pesaing dan harga yang diharapkan calon pembeli? Apakah Anda siap menentukan harga dan strategi diskon yang memastikan kelangsungan usaha Anda?

Promosi

E-commerce juga membawa perubahan besar pada aspek “promosi” karena disamping cara promosi yang tradisional sekarang juga diperlukan promosi di dunia online. Meskipun demikian aspek-aspek mendasar promosi tidak berubah, di antaranya perlu kita uji dengan pertanyaan berikut:

  1. Apakah kita sudah merumuskan dengan baik pesan promosi kita? Apakah pesannya berbeda beda sesuai dengan sasaran penjualan atau segmen pasar?
  2. Sesuai dengan karakter produk dan atau pasar, apakah promosi perlu memperhatikan waktu dan jadwal tertentu sehingga lebih efektif?
  3. Apakah ada masalah-masalah tertentu (peraturan, sosial budaya) yang perlu diperhatikan dalam melakukan promosi?
  4. Apakah kita dapat menyiapkan materi promosi yang berkualitas sehingga memberi kesan yang sesuai kepada calon pembeli?

Menilai Kesiapan

Setelah mencermati uraian di atas kita perlu melakukan penilaian terhadap usaha kita berdasarkan masing masing aspek produk, tempat, harga dan promosi. Untuk memudahkan penilaian, Anda dapat menggunakan alat bantu dalam tabel berikut ini. Silakan perhatikan pula panduan penilaian di bawah.

Tabel Alat Bantu Penilaian

Isilah kolom kolom dengan informasi faktual dengan jujur untuk mendapatkan hasil yang akurat dan bermanfaat.

Panduan penilaian

 

Langkah langkah perbaikan penting untuk dilakukan karena akan menentukan kesiapan usaha Anda menerapkan e-commerce. Investasi teknologi dan memilih mitra usaha e-commerce yang paling baik tidak akan terlalu efektif bila masalah masalah mendasar pengembangan usaha belum terpenuhi, terutama dalam kemampuan kita untuk mempersiapkan produk dan layanan yang baik.

Menerapkan e-commerce sebelum ada kesiapan yang memadai dapat berdampak pada terbentuknya citra negatif produk Anda. Bahkan mungkin juga nama baik Anda menjadi terancam sehingga sulit untuk dipulihkan. Hasil evaluasi yang kita lakukan sendiri atau dibantu oleh pihak lain ini dapat dilengkapi diagram berikut ini. Semakin besar permukaan biru semakin baik peluang Anda untuk mengembangkan usaha secara tradisional dan/atau dengan e-commerce.(Teddy Sukardi)