Salah satu oleh-oleh khas kota Yogya adalah buah salak. Kini, kita bisa menemukan beragam olahan salak, mulai dari kripik, dodol, bakpia hingga minuman seperti kopi. Sri Sujarwati adalah sang kreator di balik produk inovatif tersebut. Yuk, kenalan! 

Salak, buah berduri yang menjadi salah satu oleh-oleh khas Yogyakarta kini tampil dalam berbagai bentuk. Tak hanya nikmat disantap saat masih berbentuk buah, Salak kini diolah menjadi kripik, dodol, bakpia hingga minuman seperti kopi. Salah satu orang yang giat mengolah salak dalam berbagai bentuk yang bisa dibilang inovatif ini adalah Sri Sujarwati, yang dikenal sebagai Srikandi salak dari Sleman. Yuk, kenalan!

produk-salak-kristal

Tak pernah terbayang dalam benak Sri ketika harus kembali ke kampung halamannya di Sleman, Yogyakarta dan menekuni usaha pengolahan salak. Perempuan yang memiliki banyak anak asuh ini dahulu bekerja di sebuah maskapai penerbangan asing, Sri bahkan sempat tinggal dan bekerja di 20 negara. Namun, kepulangannya ke Sleman membuatnya tergugah untuk memanfaatkan potensi berlimpah daerah ini, Salak!

Saat memulai usahanya, Sri menggandeng 38 orang perempuan di sekitarnya untuk membangun usaha olahan salak. Sri kemudian memulai usaha pengolahan salak yang diberi nama Cristal. Awal 2010 ketika hendak memulai usahanya, Sri  mengeluarkan uang hingga Rp 150 juta yang digunakannya untuk membeli peralatan, stok bahan baku hingga kemasan.

Alasan Sri membangun usaha pengolahan salak adalah karena keprihatinannya melihat harga salak yang jatuh saat panen tiba. Pasokan yang berlimpah membuat harga salak begitu murah. Perempuan yang menjabat sebagai ketua Kelompok Wanita Tani di Kembang Arum kemudian berinisiatif mengolah salak dalam berbagai bentuk. Mulai dari kripik, bakpia, dodol sampai minuman seperti kopi.

Sayang, niat mulia untuk mengangkat harga jual salak ini kemudian membuatnya harus melewati ujian yang tak mudah. Barang-barang serta bahan bakunya tertimbun debu akibat erupsi merapi. Hampir tiga bulan niatan Sri untuk memulai usahanya tertunda. Maka tak heran jika sebutan Cristal yang diusungnya seringkali dipelesetkan menjadi Krisis Total.

Tapi, menjadi korban dari erupsi merapi tak mematahkan semangatnya. Sri masih merasa bersyukur luar biasa karena keluarganya selamat. Setelah membersihkan dan memperbaiki rumahnya, Sri kemudian memulai usahanya. Yang menjadi andalannya adalah alat yang disebut vacuum fryer yang bisa menggoreng salak dengan kapasitas lima kilogram.

Cara pengolahan keripik salak sesungguhnya tergolong mudah. Salak yang telah disortir kemudian dikupas kulit arinya dan kemudian dipotong-potong. Setelah itu kemudian dicuci dengan air bersih dan ditiriskan sebelum masuk ke vacuum fryer. Setelah digoreng lebih dari satu jam, salak kemudian menjelma menjadi keripik salak dan beratnya susut hanya menjadi satu kilogram saja. Nggak heran, harga keripik salak pun jadi agak mahal. Mengingat proses pembuatannya yang cukup rumit dan bahan bakunya tergolong mahal.

Setelah diproses, salak kemudian dikemas dalam plastik khusus dan keripik salak Cristal siap dijual dengan kemasan 50 gram dan 80 gr

Kenapa Sri Sujarwati patut diacungi jempol? Karena beliau tak pantang menyerah. Dengan usahanya, perempuan energik ini merangkul penduduk sekitar untuk mengolah salak, untuk meningkatkan harga jual salak. “Saya sedih, kalau panen raya salak harganya murah sekali. Maka, diolah seperti ini agar harganya nggak turun banget,” jelas perempuan yang menjadi Ketua Gapoktan Daerah Istimewa Yogyakarta ini.

sri-sujarwati

Buah salak yang menjadi bahan baku keripik adalah salak yang berusia maksimal empat bulan atau masih muda. Bentuknya pun harus bagus, agar saat diolah menjadi keripik, menghasilkan tampilan yang memikat. Bahan baku salak ini, diperoleh sri dari para petani salak di sekitar Turi, Tempel. Tak hanya itu, Sri Sujarwati juga melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Rejeki, KWT Dono Mandiri dan KWT lainnya.

Dalam mengolah salak di usaha miliknya, Sri Sujarwati banyak melibatkan perempuan yang merupakan tetangga sekitar rumahnya. Sri sadar benar, bahwa sebagai perempuan yang menggerakkan usaha, ia juga harus bisa merangkul kaum perempuan sekitarnya untuk meningkatkan pendapatan. “Apalagi, kebanyakan yang ada di sini adalah para ibu yang tidak bekerja di sektor formal, dan biasanya setelah selesai mengerjakan pekerjaan rumah, mereka tidak ada kegiatan lain,” alasan Sri.

Maka, tak heran ketika musim panen salak tiba, puluhan perempuan akan berkumpul di rumah Sri yang luas, sambil memilah salak dan mengolah salak untuk dijadikan berbagai jenis camilan. Alasan Sri melibatkan banyak perempuan di sekitar rumahnya dalam menjalankan usaha bukan sekedar untuk menambah penghasilan para perempuan tersebut. Sri rupanya ingin para perempuan tersebut mempunyai rasa bangga sekaligus rasa memiliki terhadap salak, yang menjadi buah khas Yogya.

Dari mengolah salak, keuntungan yang didapat Sri terbilang lumayan. Ketika Hari Raya Lebaran, Natal serta musim liburan, pendapatannya bisa bertambah hingga berkali lipat. Apalagi, pola pemasaran yang dilakukan Sri cukup inovatif. Selain menitipkan produknya di pusat oleh-oleh hingga hotel yang kerap ramai tamu, Sri banyak menerima pesanan lewat jalur pemasaran online yang baru setahun belakangan dijalaninya.

Berkat kerja keras dan sifat pantang menyerahnya, produk olahan salak “Cristal” mulai dilirik sebagai oleh-oleh wajib dari Yogya. Kini, Sri tengah melirik pemasaran produknya ke pasar Internasional. Beberapa kali, produk olahan salak Cristal ini telah sampai di Amerika Serikat, lewat tangan pembeli yang membawanya hingga ke negeri Paman Sam itu.

Sayang, hingga kini mimpi untuk memasarkan produknya hingga ke Amerika Serikat masih menemui kendala, yang salah satunya karena dalam pengolahannya produk ini masih menggunakan minyak sawit. Namun, izin kehalalan produknya untuk dipasarkan di Amerika Serikat sudah dikantonginya, yang belum adalah sertifikasi keamanan pangan.

Berkat usaha dan kerja kerasnya, pengolahan salak Cristal milik Sri Sujarwati dikenal luas. Tak hanya itu, perempuan berusia lima puluh satu tahun ini juga kerap menerima tamu dari seluruh Indonesia yang tertarik mempelajari usaha pengolahan salak miliknya. Tak hanya tamu perseorangan, tapi juga instansi pemerintah yang ingin belajar bagaimana mengolah buah khas daerahnya. Sri  sadar benar, ilmu yang dimilikinya harus dibagi, agar bermanfaat bagi banyak orang.

Tertarik untuk membeli produk olahan salak Cristal? Silahkan menghubungi Sri Sujarwati di alamat :

Sri Sudjarwati

Keripik Salak Cristal
Jalan Salak Km. 5,5 Kembang Arum
Donokerto Turi Sleman Yogyakarta
Nomor Telepon: +62858 6837 9492 (mhp)